Home Sepakbola Inggris Premier League Negara Afrika yang Tampilkan Pemain Liga Primer di AFCON 2025
Premier League

Negara Afrika yang Tampilkan Pemain Liga Primer di AFCON 2025

Share
Negara Afrika yang Tampilkan Pemain Liga Primer di AFCON 2025
Share

Kejayaan Pantai Gading di AFCON 2023 dan Yang Perlu Diketahui Menjelang AFCON 2025 di Maroko

Kemenangan Pantai Gading di AFCON 2023

Pemain Pantai Gading mengangkat trofi setelah menang 2-1 melawan Nigeria pada final AFCON 2023 di Abidjan, Pantai Gading, 11 Februari 2024. (Foto oleh Fareed Kotb/Anadolu via Getty Images)

Dari 21 Desember hingga 18 Januari mendatang, perhatian dunia akan tertuju pada Maroko saat berlangsungnya TotalEnergies Africa Cup of Nations (AFCON) 2025. Turnamen sepak bola terbesar di Afrika ini selalu menarik perhatian, dan setelah sukses edisi sebelumnya, AFCON kali ini menjanjikan lebih banyak kejutan.

AFCON 2025 akan menampilkan talenta terbaik dari benua Afrika, termasuk pemain-pemain yang saat ini berkompetisi di English Premier League. Berikut adalah negara-negara Afrika yang kemungkinan akan mengandalkan pemain Premier League, pengalaman internasional mereka, serta dampak yang diharapkan bagi tim nasional dan klub mereka di musim ini.

Algeria

Rayan Ait-Nouri merayakan gol

Rayan Ait-Nouri feat Manchester City, merayakan gol di pertandingan Premier League. (Foto oleh Jack Thomas – WWFC/Wolves via Getty Images)

Pemain: Rayan Ait-Nouri (Manchester City)

P caps: 19

Di bawah pelatih Vladimir Petković, Algeria semakin menguatkan identitas taktik mereka. Rayan Aït-Nouri yang mendapat pendidikan dari Manchester City, memiliki struktur posisi dan pola pertahanan yang mendukung permainan tim. Meskipun waktu bermainnya terbatas, 19 caps menjadikannya sosok yang dapat diandalkan di sektor kiri.

Burkina Faso

Pemain: Dango Ouattara (Brentford), Issa Kabore (Manchester City), Bertrand Traore (Sunderland)

P caps: Ouattara – 35; Kabore – 53; Traore – 85

Kombinasi antara pengalaman dan energi muda membuat Burkina Faso tampil cepat dan menekan. Ouattara, Kabore, dan Traore memberikan banyak pilihan untuk gaya permainan transisi, siap menghadapi tekanan di AFCON.

Baca juga:  Hapus Ineos: Akun X Bruno Fernandes Diretas, Manchester United Beri Pernyataan!

Cameroon

Pemain: Bryan Mbeumo (Brentford), Carlos Baleba (Brighton), Andre Onana (Manchester United), Blondy Nna Noukeu (Sunderland)

P caps: Mbeumo – 27; Baleba – 11; Onana – 53; Noukeu – 0

Model permainan Cameroon yang mengedepankan kecepatan dan kekuatan sangat sejalan dengan pemain-pemain yang berkarir di Premier League. André Onana menjaga gawang dan distribusi bola, sementara Bryan Mbeumo memberikan daya serang dari sayap.

DR Kongo

Pemain: Yoane Wissa (Brentford), Axel Tuanzebe (Burnley), Noah Sadiki (Sunderland), Aaron Wan-Bissaka (West Ham)

P caps: Wissa – 34; Tuanzebe – 7; Sadiki – 13; Wan-Bissaka – 6

Taktik DR Kongo yang mengandalkan penguasaan bola dan transisi yang tajam akan dibantu oleh Wissa dan Wan-Bissaka. Setiap pemain Premier League yang dipanggil memiliki peran penting dalam strategi adaptif tim.

Mesir

Pemain: Mohamed Salah (Liverpool), Omar Marmoush (Manchester City)

P caps: Salah – 107; Marmoush – 40

Gaya bermain Mesir mengedepankan pertahanan yang kompak dan permainan sayap yang efisien, dengan Mohamed Salah sebagai pusat permainan. Marmoush memberikan kedalaman yang dibutuhkan dalam rotasi sayap.

Pantai Gading

Pemain: Hamed Junior Traore (Bournemouth), Maxwel Cornet (West Ham), Ibrahim Sangare (Nottingham Forest), dan lainnya.

P caps: Traore – 13; Sangare – 52; Cornet – 31

Pantai Gading memiliki struktur permainan solid dengan banyak pemain berbakat yang bermain di klub-klub top Eropa. Mereka berpotensi memberikan dampak yang signifikan dalam turnamen ini.

Mali

Pemain: Cheick Doucoure (Crystal Palace), Yves Bissouma (Tottenham)

P caps: Doucoure – 16; Bissouma – 42

Mali terus membangun identitas melalui lini tengah yang kuat dan disiplin, dengan pengalaman dari Bissouma dan Doucoure. Boubacar Traoré juga hadir untuk memberikan energi lebih di permainan transisi.

Baca juga:  UCL Seru! Osimhen & Lookman Balik, Siap Hadapi Laga Penentu.

Maroko

Pemain: Chadi Riad (Crystal Palace), Noussair Mazraoui (Manchester United), Chemsdine Talbi (Sunderland)

P caps: Mazraoui – 35; Aguerd – 51; Talbi – 2; Riad – 3

Maroko menerapkan blueprint modern dengan organisasi yang kompak dan transisi cepat. Pemain dari Premier League membantu memperkuat taktik ini.

Nigeria

Pemain: Frank Onyeka (Brentford), Alex Iwobi (Fulham), Calvin Bassey (Fulham), dan lainnya.

P caps: Awoniyi – 35; Iwobi – 91; Onyeka – 36

Super Eagles Nigeria memadukan permainan menyerang yang ekspresif dengan organisasi taktik yang baik, menjadikan mereka tim yang kuat di AFCON 2025.

Senegal

Pemain: Abdallah Sima (Brighton), Nicolas Jackson (Chelsea), Ismaila Sarr (Crystal Palace), Idrissa Gueye (Everton)

P caps: Sima – 9; Sarr – 75; Gueye – 121

Senegal terkenal dengan permainan menekan dan disiplin, didukung oleh pengalaman dan kekuatan fisik pemain-pemain di Premier League.

South Africa

Pemain: Lyle Foster (Burnley)

P caps: 24

Bafana Bafana South Africa mengedepankan permainan menyerang berbasis penguasaan bola, dengan Foster yang menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan.

Tunisia

Pemain: Hannibal Mejbri (Burnley)

P caps: 39

Tunisia dikenal sebagai tim disiplin, dengan Mejbri berperan dalam kreativitas dan progresi bola tanpa mengorbankan pertahanan.

Zimbabwe

Pemain: Marshall Munetsi (Wolves), Tawanda Chirewa (Wolves)

P caps: Munetsi – 35; Chirewa – 11

Zimbabwe berfokus pada kekuatan fisik dan kontrol di lini tengah, dengan Munetsi memberikan stabilitas dan kreatifitas dari posisi sayap.

Pengalaman dan Kehangatan Sepak Bola Afrika

Meski tidak semua negara memiliki representasi di Premier League, tim-tim seperti Angola, Benin, Botswana, dan lainnya akan mengandalkan pemain domestic. Sepak bola Afrika dikenal dengan semangat dan ketidakpastiannya, memberikan setiap momen yang spesial. Pemain-pemain dari liga teratas ini membawa lebih dari sekadar keterampilan teknis; mereka juga menghadirkan intelijen taktik dan daya tahan fisik yang telah ditempa. Ini akan menjadi modal bagi tim nasional dalam menghadapi pertandingan dengan jutaan penonton yang akan menyaksikan dari seluruh dunia.

(PL/GN)
sumber : www.forbes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Inilah gol paling aneh di Premier League yang harus kamu ingat!

Dalam sejarah Premier League, beberapa gol aneh menciptakan momen tak terlupakan, dari...

Bruno Fernandes: Kunci Kesuksesan Manchester United di Premier League!

Bruno Fernandes menjadi pilar utama kesuksesan Manchester United di Premier League, dengan...

Menggali Kekuatan Liverpool U21 di Premier League 2!

Liverpool U21 menunjukkan potensi luar biasa di Premier League 2, dengan permainan...

Nonton Liverpool vs Qarabag FK: Streaming, TV, dan waktu kick-off!

Saksikan pertarungan seru antara Liverpool dan Qarabag FK! Dapatkan info streaming, siaran...