Terjerat Utang Pajak Rp 12,5 Miliar, Bintang Tarung Mike Perry Salahkan Tim Akuntansi
Bintang olahraga tarung, Mike Perry, secara terbuka mengungkapkan masalah pajak serius yang kini mengguncang karier dan kehidupan pribadinya. Perry, yang saat ini menjadi wajah dari ajang Bare Knuckle Fighting Championships (BKFC), menyatakan bahwa ia memiliki utang pajak lebih dari 800.000 dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp 12,5 miliar.
Pengungkapan ini mengejutkan para penggemar dan komunitas olahraga tarung. Petarung veteran ini menyampaikan rasa frustrasinya dalam penampilan podcast baru-baru ini, di mana ia berbicara dengan emosional mengenai situasi keuangannya dan kesalahan yang dilakukan oleh tim akuntansinya.
Perry merupakan salah satu nama yang paling dikenal dalam olahraga tarung saat ini. Ia membangun reputasinya sebagai petarung tangguh di UFC sebelum beralih ke tinju tanpa sarung tangan. Ia telah mencatat kemenangan atas bintang-bintang seperti Luke Rockhold, Michael “Venom” Page, Eddie Alvarez, dan Jeremy Stephens. Selain itu, ia juga sempat berhadapan dengan Jake Paul dalam sebuah pertandingan tinju besar Juli lalu. Kini, alih-alih berita pertarungan, Perry justru menjadi sorotan karena masalah keuangan yang pelik.
Mike Perry Salahkan Kesalahan Tim Akuntansi atas Utang Pajak Jumbo
Dalam episode terbaru Overdogs Podcast, Mike Perry mengungkap sepenuhnya masalah pajaknya. Ia menyatakan bahwa akuntannya gagal mengelola pendapatannya dari pertandingan-pertandingan besar dengan baik, termasuk uang dari pertarungan profil tingginya melawan Jake Paul. Perry tiba-tiba mengetahui bahwa ia berutang lebih dari 800.000 dolar AS kepada pemerintah. Ia mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam atas situasi tersebut.
“Saya akan pensiun. Saya sudah melakukannya, saya selesai, mereka tidak membiarkan saya kaya. Mereka seperti, ‘Oh, Anda pikir Anda kaya, berikan semua yang Anda punya.’ Saya seperti, ‘Wow.’ Seharusnya sekaranglah saatnya saya memiliki uang itu,” ujar Perry.
Perry juga menuduh akuntannya ceroboh dalam mengelola keuangannya. Ia menjelaskan betapa terkejutnya ia saat mendengar tentang catatan yang hilang.
“Seseorang melakukan kesalahan besar. Akuntan saya bilang, ‘Hei Mike, kami baru saja melihat uang Jake Paul.’ Apa maksudnya baru saja melihatnya? Itu sudah ada di sana. Saya berutang semuanya kepada mereka. Saya siap menjual segalanya, mengambil semua uang dari bank, menyembunyikannya, dan kemudian masuk penjara sebentar atau menghilang dari peredaran,” lanjut Perry dengan geram.
Setelah podcast tersebut, Perry mengunggah bukti tagihan pajaknya di platform X (sebelumnya Twitter). Ia memposting tangkapan layar bertanggal 25 November yang menunjukkan bahwa ia berutang sebesar 806.209,51 dolar AS. Ia juga berbagi frustrasinya terhadap sistem dan tim pajaknya.
Mike Perry tetap menjadi salah satu bintang terbesar BKFC, namun masa depannya baik di dalam maupun di luar ring kini terlihat tidak pasti. Situasi ini tentu akan mempengaruhi persiapannya dan fokusnya dalam menghadapi tantangan karier selanjutnya, serta menjadi pelajaran penting bagi atlet profesional lainnya mengenai manajemen keuangan.
(OL/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com
Leave a comment