Home Sepakbola Liga Lainnya Messi Kok Tiba-tiba Tanpa Beban?
Liga Lainnya

Messi Kok Tiba-tiba Tanpa Beban?

Share
Messi Kok Tiba-tiba Tanpa Beban?
Share

Messi Teratas di “The Soccer 100” Versi The Athletic, Tapi Dinilai Paling “Membosankan”

Dalam daftar The Soccer 100, yang mengklaim sebagai kumpulan 100 pesepakbola terhebat sepanjang sejarah versi The Athletic, Lionel Messi menempati peringkat nomor satu. Namun, di balik kehebatannya yang tak terbantahkan, Messi mungkin juga menjadi sosok yang paling kurang “menarik” secara personal.

Michael Cox, salah satu kontributor untuk The Soccer 100, mengakui kehebatan Messi, tetapi ia berpendapat bahwa dibandingkan dengan legenda Argentina lainnya, Diego Maradona, Messi terasa hambar. Cox melihat sepak bola sebagai sebuah teater global. Oleh karena itu, narasi tragis dan penuh warna seperti yang dimiliki Maradona atau Jimmy Greaves-lah yang paling dikenang dan dihargai. Permainan ini disebut indah karena “puisinya”, bukan sekadar “prosa” dari para bintangnya.

Messi: Jenius Tanpa Drama?

Cox menempatkan Messi sebagai yang terhebat, namun secara lugas ia mengakui bahwa Maradona dan Johan Cruyff “melampaui orang lain” dalam hal kepribadian dan karakter. Messi meninggalkan Argentina pada usia tiga belas tahun. Kondisi ini membuat ia tidak pernah memiliki hubungan yang sebergolak dan emosional dengan negaranya seperti Maradona, dan mungkin ia tidak akan pernah mendapatkan penghargaan yang sama di tanah kelahirannya dalam aspek tersebut.

Intrik di Balik El Clasico: Kisah Di Stefano

Sebelum kehadiran Alfredo Di Stefano, rival utama Real Madrid bukanlah Barcelona, melainkan Atletico Madrid. Di Stefano sendiri dicuri dari Barcelona oleh rezim Franco, sebuah peristiwa kontroversial yang mengubah peta persaingan sepak bola Spanyol secara drastis. Hilangnya pemain terbaik pada masanya tersebut, yang seharusnya berlabuh di Camp Nou, turut membentuk rivalitas sengit antara Barcelona dan Real Madrid yang kita kenal hingga saat ini.

Baca juga:  Maresca: Estevao-Yamal, Penerus Takhta Messi-Ronaldo!

Budaya Sepak Bola Inggris dan Minimnya Jenius

Menurut Cox, Inggris tidak banyak menghasilkan pemain-pemain jenius karena budaya sepak bola mereka sendiri memiliki kecurigaan terhadap bakat-bakat unik tersebut. “Sering kali ada keinginan untuk menggabungkan hal-hal yang tidak biasa ke dalam suatu sistem daripada mengeluarkan sisi terbaiknya,” jelas Cox. Budaya sepak bola Inggris cenderung lebih menghargai kerja keras, ketelitian, dan fisik. Contoh paling nyata adalah Jimmy Greaves, yang mungkin merupakan pemain Inggris terhebat yang pernah ada, namun ia tersingkir dari final Piala Dunia 1966 dan kemudian dijual tanpa sepengetahuannya.

Prospek Piala Dunia 2026: Bencana Logistik?

Piala Dunia 2026 yang akan menampilkan format 48 tim dan diselenggarakan di tiga negara, diprediksi Cox bisa menjadi bencana dari segi logistik dan kompetitif. Dengan lebih banyak pertandingan di fase grup hanya untuk menyaring menjadi 32 tim, Cox merasa “akan ada beberapa tim di sana yang tidak akan mampu bersaing” secara layak, berpotensi menurunkan kualitas turnamen.

Gol Terbaik Bukan Solo Run Maradona, Melainkan Umpan Pele

Meski gol solo run Maradona sering disebut-sebut sebagai yang terbaik, Cox memiliki pandangan berbeda. Ia justru memilih gol Carlos Alberto di final Piala Dunia 1970, hasil dari umpan brilian Pele. Menurut Cox, gol tersebut adalah representasi “sepak bola tim sebagai puisi”, di mana lima “angka sepuluh” bergerak dalam gelombang yang sama, diakhiri dengan penyelesaian sederhana setelah melelahkan tim Italia dengan kecemerlangan kolektif yang memukau.

Diskusi mengenai daftar The Soccer 100 ini tidak hanya menyoroti kehebatan individu, tetapi juga memantik perdebatan tentang esensi sepak bola: apakah itu tentang kejeniusan individu yang dramatis atau kolektivitas tim yang harmonis, serta bagaimana faktor di luar lapangan turut membentuk narasi olahraga paling populer di dunia ini.

Baca juga:  Piala Dunia 2026: Argentina Sudah Lolos? Update Rekor & Hasil!

(SA/GN)
sumber : keenon.substack.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bikin kaget! Nani tolak CR7-Messi, ini GOAT versinya.

Nani bikin kaget! Ia tak pilih CR7 atau Messi sebagai GOAT sejati....

CR7 Main! Al Nassr vs Al Kholood LIVE, Susunan Pemain Rilis.

CR7 main! Susunan pemain Al Nassr vs Al Kholood LIVE telah rilis....

Amankan Tiket Single Match Inter Miami CF 2026 Sekarang!

Inter Miami CF 2026 menanti! Amankan tiket single match-mu sekarang. Saksikan langsung...

Resmi: Dortmund vs Atalanta! Play-off UCL Dijamin Seru!

Dortmund vs Atalanta resmi di play-off UCL! Pertarungan sengit dijamin seru. Siap-siap...