Home Olahraga Lainnya Mogok Kerja? Debut Olimpiade Terancam Batal!
Olahraga Lainnya

Mogok Kerja? Debut Olimpiade Terancam Batal!

Share
Mogok Kerja? Debut Olimpiade Terancam Batal!
Share

Jauh sebelum kapal pesiar megah RMS Olympic berlayar untuk perjalanan perdananya, gejolak ketidakpuasan sudah merayap di dermaga Southampton. Awalnya, perselisihan ini melibatkan para buruh batu bara yang bekerja untuk perusahaan Rea and Company.

Mereka menuntut kenaikan gaji yang kecil namun berarti: tambahan setengah penny untuk setiap ton batu bara yang mereka tangani, meningkatkan tarif dari satu setengah penny menjadi dua penny per ton. Namun, Rea and Company menolak tuntutan tersebut.

Eskalasi Ketegangan dan Kedatangan Buruh Pengganti

Situasi semakin memanas. Rea and Company semakin memprovokasi para pekerja lokal dengan mendatangkan kelompok buruh dari utara Inggris untuk melanjutkan pengisian batu bara ke Olympic. Tindakan ini dianggap sebagai penghinaan bagi pekerja Southampton, sehingga kepolisian pun dikirim ke dermaga sebagai indikasi bahwa kerusuhan berpotensi meluas ke jalanan.

Media lokal, dalam hal ini Hampshire Independent (pendahulu Daily Echo), mencatat adanya kegembiraan yang terpendam namun terasa. Saat rombongan buruh pengganti diangkut melintasi Canute Road, barisan polisi berjaga-jaga. “Beberapa orang yang tidak puas berteriak dan satu pria mengacungkan tinjunya dengan agresif,” tulis surat kabar itu. Namun, laporan itu juga menyebutkan “tidak ada demonstrasi massal, dan sangat sedikit kegembiraan yang terlihat.”

Pengisian batu bara ke Olympic pun berlanjut, “di bawah pengawasan polisi berkuda dan barisan polisi di jalan. Para pekerja lewat… dan… pengisian batu bara Olympic berjalan dengan tenang.”

Perjuangan Buruh Batu Bara Membuahkan Hasil

Meski demikian, kemarahan para buruh batu bara Southampton tidak mereda. Ketika lebih banyak buruh pengganti didatangkan, kali ini dari Sheffield, para pekerja memperluas aksi protes mereka. Selain menolak mengisi batu bara untuk Olympic dan kapal-kapal lain yang berlabuh di dermaga, mereka juga menolak melayani kapal-kapal yang berlabuh di Southampton Water.

Baca juga:  UFC Qatar: Ariel Helwani Bongkar Habis Reaksi Bintang!

Ini adalah bentuk persatuan yang kuat. Setelah hampir dua minggu tarik-ulur, kegigihan buruh batu bara Southampton membuahkan hasil. Perusahaan akhirnya menyerah dan menyetujui hampir semua tuntutan para pemogok.

Ancaman Mogok Awak Kapal: Perjuangan Martabat

Namun, masalah yang melanda kapal pesiar besar dan megah itu belum berakhir. Begitu mogok kerja buruh batu bara selesai, awak kapal Olympic sendiri, para pria yang akan mengoperasikan kapal dalam pelayaran melintasi Atlantik, memulai aksi mogok mereka.

Mereka menuntut kenaikan gaji sepuluh shilling dari upah mereka, yang akan membawa gaji bulanan seorang pelaut terampil menjadi £5 10s. Tuntutan ini bukan muncul secara tiba-tiba. Kemarahan yang terpendam telah berkembang selama setahun terakhir. Awak kapal Olympic sangat sadar bahwa rekan-rekan mereka di kapal lain dibayar lebih baik untuk pekerjaan yang sama persis. Tuntutan mereka adalah masalah martabat dan keadilan.

Pemicu pergerakan itu adalah kedatangan Havelock Wilson, sekretaris serikat pelaut yang berpengaruh, yang berbicara dalam pertemuan besar awak kapal Olympic. “Anda telah memimpin pertarungan, dan kami berharap Anda tidak akan goyah atau menyerah. Para pengusaha dengan tegas menolak untuk berlaku adil kepada Anda, jadi Anda akan kurang dari seorang pria jika kita menyerah lebih jauh.”

Kapitulasi Manajemen dan Konsekuensi Jangka Panjang

Dengan tanggal pelayaran perdana yang semakin dekat, manajemen White Star menghadapi krisis yang tidak dapat diselesaikan oleh berapa pun jumlah buruh pengganti. Di bawah tekanan yang hebat, mereka menyerah dan memenuhi tuntutan kru. Olympic berlayar dari Southampton sesuai jadwal, dan pelayaran perdana berhasil diselamatkan.

Namun, begitu Olympic menghilang di cakrawala, White Star mengingkari janji implisit mereka dan menolak memberikan kenaikan gaji yang sama kepada kru kapal lain. Alasannya sederhana dan sinis: mereka mengatakan hanya menyetujui kenaikan gaji untuk kru Olympic agar kapal itu bisa berlayar tepat waktu; itu bukan perubahan kebijakan permanen.

Baca juga:  Helena Crevar Blak-blakan Alasan Gabung ONE Championship!

Tindakan tidak etis ini menjadi puncak kemarahan dan memicu pecahnya serangkaian mogok kerja mendadak di seluruh industri pelayaran di antara para pelaut dan buruh dermaga. Tuntutan di mana-mana sama: peningkatan upah yang signifikan, kondisi kerja yang jauh lebih baik, dan di atas segalanya, pengakuan atas serikat pekerja baru mereka.

Perjuangan yang sengit dan melelahkan dari kedua belah pihak melumpuhkan pelabuhan selama berminggu-minggu. Meskipun perjuangan pahit, para pekerja akhirnya harus kembali bekerja, tetapi benih serikat buruh telah tertanam, dan perselisihan industrial tahun 1911 jauh dari menjadi pertempuran terakhir dalam sejarah perjuangan hak-hak pekerja.

(OL/GN)
sumber : www.dailyecho.co.uk

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...