Perjalanan Berat Lobo: Dari Keterpurukan Hingga Kembali Merasa Lebih Baik
Perjalanan seorang petarung di dunia seni bela diri campuran tak selalu mulus. Ada kalanya cedera, kelelahan, atau masalah pribadi memaksa mereka untuk rehat sejenak. Kisah serupa datang dari petarung bernama Lobo, yang secara terbuka membagikan pengalamannya melewati masa sulit hingga akhirnya kembali dengan semangat baru.
Jeda Paksa dan Perjuangan
Lobo mengungkapkan bahwa setelah pertarungan melawan Kulabdam, ia sempat melakoni satu laga lagi sekitar satu atau dua bulan kemudian. Namun, kondisi fisiknya saat itu jauh dari kata prima. “Setelah saya bertarung dengan Kulabdam, saya sempat satu kali lagi, sekitar satu atau dua bulan setelahnya, tapi tubuh saya tidak merasa baik,” ungkap Lobo.
Proses penurunan berat badan menjadi tantangan berat, begitu pula dengan pemulihan pasca-pertarungan. Keadaan tersebut diperparah dengan serangkaian kekalahan KO yang ia alami. “Sangat sulit bagi saya untuk menurunkan berat badan. Sulit bagi saya untuk pulih dan kemudian saya terus-menerus terkena KO. Jadi, saya harus berhenti sejenak. Saya berhenti sekitar satu tahun,” lanjutnya.
Masa Vakum dan Kembali dari Bawah
Keputusan untuk berhenti selama setahun adalah pilihan sulit yang harus diambil Lobo demi kesehatan fisiknya. Selama masa vakum tersebut, sempat terbersit keraguan besar di benaknya. “Untuk sesaat, saya pikir saya tidak bisa melakukannya lagi,” kenang Lobo.
Namun, jeda tersebut justru memberinya ruang untuk refleksi. Ia menyadari betapa ia merindukan atmosfer pertarungan. Setelah merasa tubuhnya membaik, Lobo memutuskan untuk kembali, namun tidak langsung ke panggung besar. Ia memilih untuk memulai dari bawah, melakoni pertarungan lokal untuk menguji kembali kemampuannya dan melihat respons tubuhnya.
“Saya berhenti pada saat itu dan kemudian [ketika saya merasa lebih baik], saya kembali. [Saya memulai] dari bawah. Saya pergi ke pertarungan lokal untuk melihat bagaimana tubuh saya terasa, untuk melihat apakah saya bisa melakukannya lagi,” kata Lobo.
Pengalaman bertarung di ajang lokal ini menjadi semacam “uji coba” penting baginya. Kini, dengan semangat yang baru dan kondisi fisik yang jauh lebih prima, Lobo merasa siap menghadapi tantangan lebih besar di masa depan.
“Tapi kemudian setelah istirahat, saya merasa sangat merindukannya. Sekarang, saya merasa tubuh saya jauh lebih baik dari sebelumnya,” tutup Lobo, menunjukkan optimisme besar untuk kelanjutan kariernya di atas ring.
Kisah Lobo ini menjadi inspirasi bagi banyak atlet bahwa keterpurukan bukanlah akhir, melainkan bisa menjadi awal dari kebangkitan yang lebih kuat, asalkan ada tekad dan kemauan untuk berjuang kembali.
(OL/GN)
sumber : www.beinsports.com
Leave a comment