Home Basket NBA Kenapa Warriors cuma punya satu Curry? Salah aturan hard cap NBA!
NBA

Kenapa Warriors cuma punya satu Curry? Salah aturan hard cap NBA!

Share
Kenapa Warriors cuma punya satu Curry? Salah aturan hard cap NBA!
Share

Dinamik Kontrak dan Hard Cap NBA: Kasus Seth Curry

Pemain veteran Seth Curry memulai kamp pelatihan sebagai anggota Golden State Warriors, berlatih bersama saudaranya, Stephen Curry. Namun, menjelang awal musim reguler, manajer umum Mike Dunleavy Jr. memutuskan untuk melepaskan Curry. Meskipun begitu, banyak penggemar percaya bahwa pemisahan ini bersifat sementara.

Dasar-Dasar Hard Cap

Ada alasan di balik dinamika yang aneh ini. Tim Curry dan Warriors kini menghadapi dampak dari elemen baru dalam perjanjian kerja sama kolektif NBA 2023, yaitu hard cap.

Sistem salary cap telah diperkenalkan NBA sejak musim 1984-85, tetapi selama empat dekade terakhir, ini beroperasi sebagai soft cap, berbeda dengan NFL yang menerapkan hard cap yang ketat. Dalam sistem NBA yang lebih fleksibel, tim dapat melebihi batas cap untuk memperpanjang kontrak pemain mereka sendiri serta menggunakan berbagai alat seperti midlevel exception dan trade exception untuk transaksi.

Struktur Baru CBA

Didorong oleh tim-tim mahal seperti Warriors, beberapa pemilik tim mengusulkan hard cap saat negosiasi perjanjian kerja sama baru, meskipun hal ini ditolak oleh asosiasi pemain (NBPA). Akhirnya, kedua belah pihak sepakat pada struktur yang mempertahankan soft cap dengan tambahan pemicu yang dapat menyebabkan hard cap di titik tertentu.

Afirmasi Tim Berdasarkan Tier

  • Tim dengan ruang cap: Ruang cap di bawah $154,6 juta dan room exception senilai $8,8 juta.
  • Tim yang melebihi cap, di bawah apron pertama ($195,9 juta): Non-taxpayer midlevel exception senilai $14,1 juta dan biannual exception senilai $5,1 juta.
  • Di antara apron pertama dan kedua ($207,8 juta): Tak ada akses ke non-taxpayer MLE atau biannual, namun bisa menggunakan taxpayer MLE senilai $5,7 juta.
  • Di atas apron kedua: Bisa mempertahankan pemain sendiri dengan Bird rights, tetapi hanya bisa menambah pemain baru dengan kontrak minimum.
Baca juga:  Jadwal NBA Cup Tetap di Desember, Liga Puas dengan Hasilnya!

Setelah terbentuknya kerangka kerja, ada kekhawatiran bahwa pembatasan ini dapat membuka celah di mana tim mahal bisa menggunakan alat yang tidak seharusnya dan tetap melampaui batas pengeluaran.

Tantangan dalam Praktek

Namun, dua masalah utama muncul. Pertama, berbagai tindakan dari front office dapat memicu hard cap, dan ini terjadi lebih sering daripada yang diinginkan.

Juga, dalam banyak transaksi, tim berada di bawah hard cap untuk sisa musim. Ini menjadi tantangan bagi tim seperti Knicks dan Nets saat bernegosiasi dalam kesepakatan Mikal Bridges pada 2024.

Masalah kedua berkaitan dengan bonus yang tidak pasti, yang sering digunakan untuk memberi penghargaan kepada pemain. Contoh konkret dari dampak hard cap terlihat pada Dallas Mavericks. Di offseason 2024, manajer umum Nico Harrison membawa Klay Thompson melalui sign-and-trade, yang kemudian memaksa tim untuk terikat pada apron pertama.

Kembali ke Seth Curry

Saat ini, Warriors telah menandatangani Al Horford dengan taxpayer MLE, yang memaksa mereka terikat di apron kedua untuk musim 2025-26. Setelah mencapai kesepakatan dengan Jonathan Kuminga, tim tidak memiliki cukup ruang untuk menandatangani Seth Curry dengan kontrak penuh. Mereka terpaksa menunggu hingga setidaknya 11 November untuk secara resmi menandatangani Curry, dengan harapan memiliki lebih banyak ruang napas.

Warriors bukanlah satu-satunya tim yang menghadapi tantangan ini. Lima tim lainnya, termasuk Houston Rockets dan Dallas Mavericks, juga berada dalam situasi sulit terkait hard cap. Tim-tim ini terpaksa menghadapi kemungkinan seperti tidak dapat memanfaatkan disabled player exception ketika diperlukan.

Dampak Terhadap Tim dan Pemain

Kedepannya, pemilik dan asosiasi pemain perlu mencari solusi untuk menyederhanakan banyak aspek yang menyakitkan dalam CBA ini, tetapi hard cap akan terus menjadi tantangan selama sistem NBA ini masih ada.

Baca juga:  Rangking Fantasi NBA Minggu 3: Nikola Jokić Melonjak Pesat!

(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Cooper Flagg batal tampil di Tonight Show, Mavericks terjebak.
NBA

Cooper Flagg batal tampil di Tonight Show, Mavericks terjebak.

Cooper Flagg batal tampil di Tonight Show, meninggalkan penggemar kecewa. Sementara itu,...

“Mavericks-Pacers: Siakam dan Flagg Terluka, Siapka Timnya?”
NBA

Penampilan Cooper Flagg di Jimmy Fallon terhalang badai New York!

Cooper Flagg terpaksa batal tampil di acara Jimmy Fallon akibat badai yang...

Kenapa Steph Curry tidak bisa jadi All-NBA atau MVP musim ini?
NBA

Kenapa Steph Curry tidak bisa jadi All-NBA atau MVP musim ini?

Steph Curry mungkin tak terpilih sebagai All-NBA atau MVP musim ini karena...

Raptors Hadapi Ujian Berat Lawan Thunder di TSN!

Raptors akan menghadapi tantangan signifikan saat bertanding melawan Thunder di TSN. Pertarungan...