Iran Boikot Undian Piala Dunia 2026 Akibat Penolakan Visa
Timnas Iran, salah satu kontestan yang lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA 2026, telah mengumumkan penolakan untuk menghadiri undian grup. Keputusan ini diambil menyusul adanya penolakan visa bagi sebagian delegasi mereka.
Menurut laporan Kantor Berita Iran IRNA pada 29 November, yang dikutip oleh AP, Iran tidak akan berpartisipasi dalam undian Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 6 Desember mendatang. Boikot ini dipicu oleh sulitnya penerbitan visa bagi sejumlah anggota delegasi Iran yang diperlukan untuk memasuki wilayah AS.

Latar Belakang Boikot
Juru bicara Federasi Sepak Bola Iran (IRIFF), Amir-Madi Alavi, menyampaikan kepada IRNA bahwa para pejabat tim nasional menghadapi kendala serius dalam proses pengajuan visa. Alavi menegaskan bahwa pihaknya telah meminta FIFA, sebagai penyelenggara turnamen, untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, baik Gedung Putih maupun FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait pertanyaan mengenai situasi tersebut.
Kebijakan Visa AS dan Pengecualian
Situasi ini tidak lepas dari kebijakan ketat Presiden AS Donald Trump mengenai pembatasan masuk bagi warga negara asing. Pada Juni lalu, AS mengumumkan langkah-langkah pembatasan perjalanan untuk individu dari 12 negara, termasuk Iran dan Haiti, yang keduanya telah memastikan tempat di Piala Dunia.
Meskipun demikian, pemerintahan Trump sempat mengusulkan solusi pengecualian. Pengecualian tersebut akan berlaku bagi “pelatih, staf pendukung penting, dan anggota keluarga dekat mereka yang bepergian ke Amerika Serikat untuk Olimpiade, Piala Dunia, atau acara olahraga besar lainnya.” Namun, belum ada kepastian apakah acara undian Piala Dunia termasuk dalam kategori ‘acara olahraga besar’ yang dimaksud dalam pengecualian tersebut.
Posisi Iran di Undian
Dalam daftar peringkat FIFA per November, Iran menempati posisi ke-20 dunia. Tim Melli, julukan timnas Iran, telah dialokasikan ke ‘Pot 2’ bersama dengan Korea Selatan dalam pembagian pot undian. Ketidakhadiran delegasi Iran dalam undian berpotensi menimbulkan kerumitan logistik dan diplomatik bagi FIFA, meskipun undian tetap akan dilanjutkan dengan perwakilan resmi dari FIFA untuk tim yang tidak hadir.
Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh ajang olahraga global ketika berhadapan dengan dinamika kebijakan geopolitik antar negara. Bagaimana FIFA dan otoritas AS akan menyelesaikan masalah ini ke depannya akan sangat menentukan partisipasi Iran dalam berbagai event pra-turnamen yang akan datang.
(WC/GN)
sumber : www.mk.co.kr
Leave a comment