Bronny James Belum Siap Masuk NBA
Los Angeles Lakers mulai menyadari bahwa Bronny James, yang merupakan anak dari superstar LeBron James, belum siap untuk melakoni kompetisi di NBA. Setelah tampil kurang memuaskan di G League, Lakers mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk pengembangan pemain muda ini. Pada usia 20 tahun, Bronny saat ini hanya mencatatkan rata-rata waktu bermain 10,2 menit per pertandingan dengan persentase tembakan hanya 28,6% dari lapangan.
Performa di G League
Setelah sempat mendapatkan kesempatan di NBA, Lakers akhirnya mengirim Bronny ke G League selama dua pertandingan. Namun, hasilnya tidak jauh lebih baik. Ia mencatatkan persentase tembakan 38,1% dari lapangan dan 23,1% dalam percobaan tembakan tiga angka. Meskipun diberikan lebih banyak kesempatan untuk membawa bola, hal itu tidak meningkatkan efisiensi tembakannya.
Kompetisi Makin Ketat
Di Lakers, Bronny harus bersaing dengan pemain-pemain unggulan seperti Luka Doncic, Austin Reaves, dan tentu saja, ayahnya. Gabe Vincent juga berada lebih baik dalam urusan penguasaan bola. Untuk bermain di Lakers, Bronny perlu menjadi pemain yang handal dalam tembakan dan pertahanan, tapi sejauh ini, belum ada indikasi bahwa ia dapat memenuhi ekspektasi tersebut.
Statistik dan Akurasi
Saat menggabungkan statistik NBA dan G League, Bronny telah mencoba 182 tembakan tiga poin dalam dua musim pertamanya, namun hanya berhasil mencetak 31,3% dari percobaannya. Dengan ambisi Lakers untuk meraih gelar, mereka tidak ingin mengandalkan pemain muda yang belum berpengalaman. Jika tidak mampu mencetak tembakan terbuka, kehadirannya di lapangan bisa jadi masalah.
Data Performa
Di ajang Tip-Off Tournament baru-baru ini, Bronny mencatatkan rata-rata 11,0 poin, 8,0 assist, 3,5 rebound, dan 1,5 steal. Meski angka-angka ini menarik, para penggemar tentu mengharapkan performa yang lebih baik dari seorang pemain NBA di liga yang lebih rendah. Lakers setidaknya menginginkan efisiensi dan pertahanan yang lebih baik dalam data yang sangat terbatas ini.
Statistik Menarik
Di G League, Bronny belum menunjukkan dominasi. Ia tercatat dengan 0,0 win shares dan hanya 0,033 win shares per 48 menit, sementara rata-rata liga adalah 0,100. Sebagai mantan pilihan putaran kedua, performanya terbilang di bawah standar di liga pengembangan ini.
Kekhawatiran Para Penggemar
Penggemar Lakers yang menyaksikan pertandingan menyadari bahwa saat Bronny berada di bangku cadangan, tim tersebut unggul rata-rata 7,3 poin per 100 possession. Ia mengalami kesulitan dalam mencetak poin dan kadang-kadang menolak peluang terbuka. Kepercayaan diri adalah kunci di NBA, dan Bronny tampaknya belum memasuki fase itu.
Harapan Masih Ada
Meski usianya baru menginjak 21 tahun dan belum mencapai masa puncak, still ada harapan untuk Bronny. Ia tetap menjadi favorit penggemar dan berpeluang mendapatkan lebih banyak kesempatan karena namanya. Meskipun saat ini belum siap, peluang untuk berkembang tetap terbuka lebar.
Pentingnya Pengalaman Bermain
Banyak penggemar Lakers yang berharap Bronny dapat berkembang menjadi pemain reguler dalam skema tim. Proses ini tidak akan berlangsung cepat, namun potensi ada. Lakers perlu memberi Bronny kesempatan untuk bermain di G League selama musim ini agar mendapat pengalaman berharga. Perkembangannya sangat krusial, dan Lakers semakin menyadari hal ini.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment