Home Olahraga Lainnya India Ukir Sejarah! Tuan Rumah CG 2030, Langsung Incar Olimpiade 2036.
Olahraga Lainnya

India Ukir Sejarah! Tuan Rumah CG 2030, Langsung Incar Olimpiade 2036.

Share
India Ukir Sejarah! Tuan Rumah CG 2030, Langsung Incar Olimpiade 2036.
Share

Ahmedabad Amankan Commonwealth Games 2030, Jadi Langkah Penting Menuju Olimpiade 2036

Dalam momen bersejarah bagi olahraga India, kota Ahmedabad secara aklamasi dianugerahi hak menjadi tuan rumah Commonwealth Games 2030. Keputusan ini diambil pada 26 November 2025, dalam Sidang Umum Commonwealth Games Federation (CGF) di Glasgow. Setiap negara anggota dengan bulat mendukung tawaran India, sebuah bukti kepercayaan besar untuk perhelatan edisi keseratus Games ini, tepat 100 tahun setelah British Empire Games pertama kali digelar pada 1930. Bagi India, ini bukan sekadar tugas sebagai tuan rumah, melainkan sebuah pijakan strategis untuk ambisi Olimpiade 2036, menempatkan Ahmedabad–Gandhinagar sebagai yang terdepan untuk peluang olahraga terbesar India sejauh ini.

Pengumuman bersejarah ini juga sejalan dengan narasi yang lebih luas yang tertuang dalam dokumen penawaran resmi India dan peta jalan Olimpiade strategis negara tersebut.

Dari Delhi 2010 menuju Ahmedabad 2030: Sebuah Perjalanan Penuh Pembelajaran

India terakhir kali menjadi tuan rumah Commonwealth Games pada 2010 di Delhi. Momen tersebut dikenang atas pencapaian olahraga yang luar biasa, namun juga diselimuti kontroversi yang masih meninggalkan bayangan.

Dampak Positif dan Infrastruktur Warisan Delhi 2010

Delhi 2010 menghasilkan beberapa capaian transformasional:

  • Raihan Medali Terbaik: India finis di posisi kedua secara keseluruhan dengan 101 medali, termasuk 38 emas.
  • Revolusi Infrastruktur: Perluasan Delhi Metro, pembangunan terminal bandara T3, flyover, dan stadion yang ditingkatkan memodernisasi ibu kota secara cepat.
  • Lima Venue Kompetisi Baru: Dr. Karni Singh Shooting Range, Siri Fort Sports Complex, Thyagaraj Stadium, Yamuna Sports Complex, dan DU Rugby Stadium, semuanya menjadi aset kelas dunia.
  • Pengembangan Atlet: Banyak venue yang ditingkatkan kemudian mendukung pelatihan para juara masa depan, termasuk peraih medali emas Olimpiade, Neeraj Chopra.
  • Penyelenggaraan yang Lancar: Meskipun ada kekhawatiran dan pengawasan ketat, Games itu sendiri berjalan lancar, menunjukkan kemampuan India untuk berprestasi di bawah tekanan.

Belajar dari Tantangan Delhi 2010

Delhi 2010 juga meninggalkan pelajaran penting yang tak boleh dilupakan:

  • Anggaran membengkak dari ₹1.600 crore menjadi lebih dari ₹70.000 crore.
  • Skandal korupsi besar yang merusak reputasi India di mata dunia.
  • Penundaan infrastruktur, jembatan penyeberangan yang roboh, dan masalah di Games Village menjadi berita utama global.
  • Beberapa venue berubah menjadi ‘gajah putih’ yang tak terpakai dalam jangka panjang, dan manajemen penggusuran perkotaan yang buruk memicu kekhawatiran etika.
Baca juga:  Homan-Jacobs Panaskan Mesin Jelang Olimpiade!

Pelajaran-pelajaran inilah yang kini menjadi tulang punggung strategi penawaran Ahmedabad, memastikan tidak ada pengulangan kejadian 2010 saat India bersiap untuk dekade terpenting dalam sejarah olahraganya.

Ahmedabad 2030: Lebih Cerdas, Lebih Efisien, Siap Masa Depan

Kali ini, India melangkah maju dengan perencanaan yang cermat, disiplin finansial yang kuat, dan infrastruktur berwawasan ke depan.

Kesiapan Ahmedabad Menyongsong Commonwealth Games 2030

Mengapa Ahmedabad siap menjadi tuan rumah:

  • Stadion Narendra Modi: Stadion kriket terbesar di dunia ini telah menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2023 dan berbagai event global lainnya.
  • Sardar Vallabhbhai Patel (SVP) Sports Enclave: Kompleks standar Olimpiade seluas 236 hektar ini sedang dibangun dengan mempertimbangkan Games 2030 dan Olimpiade 2036.
  • Peningkatan Infrastruktur: Peningkatan besar-besaran di Metro Ahmedabad, perluasan bandara, konektivitas GIFT City, dan ekosistem perhotelan yang berkembang pesat memperkuat kesiapan.
  • Anggaran Disiplin: Anggaran sebesar ₹12.000–15.000 crore, dengan partisipasi ekstensif sektor swasta, bertujuan menghindari jebakan Delhi 2010.
  • Model Kompak: Games akan mengadopsi model yang ringkas, mengurangi pembengkakan biaya dan risiko logistik, sebuah perbedaan besar dari masa lalu.

Lima Pelajaran Krusial Agar Sukses Menjadi Tuan Rumah

India harus benar-benar mengingat lima pelajaran ini:

  • Selesai Lebih Awal, Bukan Tepat Waktu: Venue harus siap 12–18 bulan sebelumnya untuk memungkinkan event uji coba skala penuh.
  • Nol Toleransi untuk Korupsi: Dasbor transparan, audit pihak ketiga, dan pengawasan ketat adalah mutlak.
  • Prioritaskan Atlet, VIP Kemudian: Games Village kelas dunia, fasilitas ilmu olahraga, dan zona pemulihan harus menjadi prioritas.
  • Warisan di Atas Kesombongan: Setiap venue harus memiliki rencana pasca-Games — pusat olahraga komunitas, situs universitas, atau pusat pelatihan.
  • Olahraga Bersih, Citra Bersih: Penguatan sistem anti-doping sangat penting. Satu skandal besar dapat melemahkan tawaran Olimpiade India.
Baca juga:  Kisah Thane Baker: Dari Arena Olimpiade, Kini Jadi Buku Wajib Baca!

Peta Jalan Tiga Fase Menuju Sukses 2030

Perjalanan menuju 2030 akan dibagi menjadi tiga fase utama:

  • 2025–2027: Perencanaan & Fondasi: Pembuatan rencana induk, sistem tata kelola, dan identifikasi bakat di seluruh negeri.
  • 2027–2029: Pembangunan & Pengujian: Penyelesaian venue, penyelenggaraan turnamen tingkat Asia, dan event besar “Khelo India”.
  • 2030 & Seterusnya: Pelaksanaan & Pemanfaatan: Melaksanakan Games yang sempurna dan langsung beralih ke kampanye Olimpiade 2036.

Akankah CWG 2030 Membuka Pintu Olimpiade 2036?

Meski tidak ada jaminan, Commonwealth Games 2030 adalah langkah paling penting. Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan mengevaluasi beberapa aspek:

  • Kemampuan India menjadi tuan rumah bagi lebih dari 10.000 atlet.
  • Kualitas dan keberlanjutan infrastruktur.
  • Disiplin finansial.
  • Integritas anti-doping.
  • Stabilitas tata kelola.
  • Dukungan publik dan visi warisan jangka panjang.

Penyelenggaraan Games 2030 yang bebas kontroversi dan efisien akan memperkuat posisi India secara dramatis. Sebaliknya, Games yang cacat akan menjadi kemunduran besar.

Seperti yang diutarakan Presiden IOA, P.T. Usha: “2030 adalah audisi kami untuk 2036.”

Ini adalah momen bagi India. Ahmedabad yang mengamankan Commonwealth Games 2030 lebih dari sekadar kemenangan—ini adalah kesempatan kedua bagi India. Kesempatan untuk menulis ulang narasi yang ditinggalkan oleh Delhi 2010. Kesempatan untuk menunjukkan disiplin, integritas, dan ambisi. Dan kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa India siap untuk panggung Olimpiade. Jika India mampu menyelenggarakan Games yang efisien, inklusif, berpusat pada atlet, dan berorientasi warisan, pandangan dunia terhadap India mungkin akan berubah. Dan ketika medali terakhir dianugerahkan di bawah langit Gujarat pada 2030, komunitas olahraga global mungkin akan siap untuk menyerahkan impian utama India: Olimpiade Musim Panas 2036.

Perjalanan ini baru saja dimulai. Mari kita pastikan setiap langkahnya berarti.

(OL/GN)
sumber : indiasportshub.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...