A
1. Advantage (Keuntungan)
Situasi ketika wasit membiarkan permainan berjalan meskipun ada pelanggaran, karena tim yang dilanggar masih memiliki peluang lebih baik.
Trivia:
FIFA menyarankan wasit memberi waktu sekitar dua sampai tiga detik sebelum memutuskan apakah advantage layak diberikan.
Contoh:
Lionel Messi sering mengambil keuntungan dari advantage karena tetap bisa mengontrol bola meski dilanggar.
2. Aggregate (Agregat)
Jumlah total gol dua pertandingan kandang dan tandang dalam format kompetisi dua leg.
Trivia:
UEFA menghapus aturan gol tandang pada 2021 setelah digunakan selama 56 tahun.
3. Anchor Man
Gelandang bertahan yang menjaga stabilitas dan melindungi bek.
Contoh terbaik: Sergio Busquets, Rodri, Casemiro.
Data menarik:
Busquets memiliki rata-rata lebih dari 80 umpan sukses per pertandingan di masa kejayaannya di Barcelona.
4. Assist
Umpan langsung atau aksi terakhir sebelum gol tercipta.
Trivia:
Liga Inggris baru mulai menghitung assist secara resmi pada musim 1992 sampai 1993.
5. Attacking Midfielder
Gelandang serang yang bertugas menciptakan peluang, mengatur ritme permainan, dan memberi suplai bola kepada striker.
Contoh modern: Bruno Fernandes, Kevin De Bruyne.
6. Aerial Duel
Duel perebutan bola di udara.
Fakta:
Virgil van Dijk memenangkan lebih dari 75 persen aerial duel pada musim debutnya di Liverpool.
B
7. Backpass
Umpan ke arah kiper dari rekan sendiri. Kiper tidak boleh menangkap bola jika umpan menggunakan kaki.
Fakta sejarah:
Aturan backpass diperkenalkan pada 1992 untuk menghentikan time wasting yang sering terjadi pada era sebelumnya.
8. Ball Possession
Persentase penguasaan bola oleh suatu tim selama pertandingan.
Data menarik:
Barcelona era Guardiola mencatat salah satu penguasaan bola tertinggi sepanjang sejarah dengan rata-rata 65 persen per musim.
9. Ball Recovery
Keberhasilan tim atau pemain merebut bola kembali setelah kehilangan penguasaan.
Contoh: N’Golo Kanté adalah salah satu pemain dengan recovery terbanyak tiap musim EPL.
10. Box-to-Box Midfielder
Gelandang yang bekerja dari kotak penalti sendiri hingga kotak penalti lawan.
Contoh: Steven Gerrard, Jude Bellingham.
11. Build Up Play
Proses membangun serangan dari lini belakang menuju depan secara terstruktur.
Trivia:
Tim-tim modern seperti Manchester City menggunakan konsep build-up 2-3-5 atau 3-2-5.
12. Blind Side Run
Pergerakan masuk ke ruang kosong di sisi yang tidak terlihat oleh pemain bertahan.
Contoh:
Mo Salah sering mencetak gol dengan memanfaatkan blind side run saat fullback lawan terlalu fokus pada bola.
C
13. Counter Attack (Serangan Balik)
Serangan cepat setelah merebut bola dari lawan.
Data menarik:
Leicester City juara Premier League 2016 dengan 48 persen golnya berasal dari counter attack.
14. Clearance
Aksi membuang bola menjauh dari area berbahaya.
15. Crossing
Mengirim bola dari sisi lapangan menuju kotak penalti.
Trivia:
David Beckham dianggap sebagai salah satu pemain dengan akurasi crossing terbaik sepanjang masa.
16. Clean Sheet
Ketika tim tidak kebobolan pada satu pertandingan.
Rekor:
Petr Cech memegang rekor clean sheet terbanyak di Premier League dengan 202 clean sheet.
17. Central Defender
Bek tengah yang memimpin struktur pertahanan.
18. Clinical Finish
Kemampuan mencetak gol dengan efisiensi tinggi.
Contoh: Erling Haaland dengan konversi gol lebih dari 25 persen.
19. Counter Pressing
Tekanan segera setelah kehilangan bola.
Trivia:
Konsep gegenpressing populer berkat Jurgen Klopp dan Ralf Rangnick.
D
20. Dribbling
Teknik menggiring bola melewati lawan.
Data menarik:
Lionel Messi memiliki rata-rata dribble sukses tertinggi di Eropa selama hampir satu dekade.
21. Deep Lying Playmaker
Gelandang kreatif yang memulai serangan dari daerah lebih dalam.
Contoh: Andrea Pirlo.
Trivia:
Pirlo dikenal mampu memberikan umpan 40 sampai 50 meter dengan akurasi luar biasa tanpa melihat targetnya.
22. Dummy Run
Gerakan pura-pura untuk mengalihkan perhatian bek lawan.
23. Diagonal Ball
Umpan panjang menyilang dari satu sisi ke sisi lain lapangan.
24. Direct Free Kick
Tendangan bebas yang boleh langsung diarahkan ke gawang.
Rekor:
Juninho Pernambucano mencetak lebih dari 70 gol tendangan bebas, terbanyak dalam sejarah sepakbola profesional.
25. Defensive Block
Struktur bertahan yang disusun tim.
Ada tiga tipe utama: low block, mid block, dan high block.
E
26. Expected Goals (xG)
Angka statistik yang mengukur kualitas peluang berdasarkan lokasi tembakan, tipe situasi, dan jarak.
Trivia:
xG pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Opta pada 2012 dan kini menjadi standar analisis sepakbola modern.
27. Extra Time (Perpanjangan Waktu)
Tambahan 2×15 menit ketika pertandingan knockout berakhir imbang.
Fakta:
Semenjak Piala Dunia 1998, lebih dari 30 persen pertandingan knockout memasuki extra time.
28. Early Cross
Umpan silang cepat dari jauh sebelum winger mencapai kotak penalti.
Contoh:
Trent Alexander-Arnold menjadi spesialis early cross di Liverpool.
29. End-to-End Game
Pertandingan yang berjalan cepat dan kedua tim saling menyerang tanpa jeda.
F
30. False Nine
Striker yang turun ke tengah untuk menarik bek lawan keluar posisinya.
Contoh paling terkenal:
Lionel Messi saat digunakan Pep Guardiola pada 2009.
31. Finishing
Teknik penyelesaian akhir untuk mencetak gol.
32. Flank
Area sayap lapangan yang digunakan winger dan fullback.
33. Free Kick Routine
Variasi strategi tim dalam situasi bola mati.
Contoh: Arsenal sering melakukan short free kick untuk menciptakan ruang tembak di luar kotak.
34. First Touch
Kontrol pertama saat menerima bola.
Trivia:
Zidane dikenal memiliki salah satu first touch terbaik sepanjang masa.
35. Flat Back Four
Formasi bertahan dengan empat bek sejajar.
Fakta sejarah:
Formasi ini mulai populer pada pertengahan 1980-an menggantikan sistem sweeper.
Ini lanjutan artikelnya. Istilah sepakbola G – M
Leave a comment