Kekalahan Pahit Atletico Madrid di Camp Nou: Tujuh Kemenangan Beruntun Terhenti
Los Colchoneros harus menelan pil pahit saat bertandang ke Camp Nou, dengan kekalahan 3-1 dari Barcelona pada Sabtu, 2 Desember. Hasil ini menandai berakhirnya rekor impresif Atletico Madrid yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 13 laga dan meraih tujuh kemenangan beruntun di LaLiga.
Jalannya Pertandingan: Awal Menjanjikan, Berakhir Pahit
Atletico Madrid sebenarnya memulai laga dengan cukup agresif di 20 menit pertama. Usaha mereka langsung membuahkan hasil melalui gol fantastis dari Álex Baena. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Pertahanan yang buruk membuat tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan hanya enam menit berselang. Beruntung bagi Atleti, Robert Lewandowski gagal mengeksekusi penalti, tembakannya melambung jauh di atas gawang Jan Oblak.
Babak kedua diwarnai oleh masalah pertahanan yang terus berlanjut bagi tim tamu, serta kurangnya kualitas di sepertiga akhir lapangan milik Atletico Madrid. Hal ini terlihat dari peluang emas yang disia-siakan oleh Antoine Griezmann dan Thiago Almada. Ketika Ferrán Torres menutup pertandingan dengan gol mudah di injury time babak kedua, rasanya Atletico memang tidak pantas mendapatkan lebih.
Ada beberapa keputusan wasit yang mungkin bisa diperdebatkan, seperti Baena yang mengklaim potensi handball di luar kotak penalti oleh Joan García, dan tekel keras Gerard Martín terhadap Giuliano Simeone yang bisa saja berbuah kartu merah. Namun, secara keseluruhan, pertandingan berlangsung cukup seimbang antara Barça dan Atletico, dengan satu tim menunjukkan ketenangan di laga penting dan tim lainnya tidak.
Evaluasi Pertahanan: Sisi Kiri yang Keropos dan Sorotan untuk Lenglet
Ketika sisi kiri Atletico Madrid berfungsi dengan baik musim ini, Los Rojiblancos mampu menampilkan performa yang sangat impresif. Namun, ketika sisi kiri dari pertahanan hingga serangan kesulitan terlibat, Atleti cenderung gagal meraih hasil maksimal.
Nico González menampilkan salah satu performa terburuknya dengan seragam merah-putih, hanya menyelesaikan satu operan dalam 45 menit. Sementara itu, Lamine Yamal sukses melakukan sembilan dribel, membuat Clement Lenglet dan Dávid Hancko kesulitan membendung talenta muda Barcelona tersebut.
Lenglet tampaknya bukan pilihan serius jika Atleti ingin bersaing di papan atas atau meraih gelar juara. Ia kesulitan melacak Raphinha pada gol penyeimbang Barcelona, dan terlihat bingung saat Dani Olmo mencetak gol kedua lima menit setelah satu jam pertandingan. Ketika Atleti berusaha keras untuk menyamakan kedudukan di akhir laga, Lenglet juga kehilangan Ferrán dalam proses terciptanya gol ketiga Barcelona.
Keterbatasan Lenglet sudah menjadi rahasia umum. Cedera Robin Le Normand memang memberinya kesempatan kembali ke tim, tetapi Diego Simeone seharusnya sudah tahu bahwa ia tidak bisa mengandalkan pemain Prancis itu melawan lawan sekaliber Barcelona. Ini saatnya Marc Pubill bermain lebih banyak, dan Mateu Alemany harus segera mencari pengganti Lenglet.
Performa Gemilang Álex Baena yang Terhenti Cedera
Álex Baena sekali lagi menunjukkan kualitasnya di momen-momen penting. Ia mencetak gol pembuka untuk Atletico dengan penyelesaian indah melewati Joan García, yang merupakan gol keduanya untuk klub. Baena tampak berkembang dalam peran Antoine Griezmann klasik di masa lalu, menunjukkan kemampuannya menciptakan peluang, mencetak gol, dan membantu pertahanan.
Sayangnya, tim terlihat sedikit goyah setelah Baena diganti karena cedera hamstring tak lama setelah satu jam pertandingan. Ini seolah menjadi cerita musim Baena sejauh ini: dua langkah maju, satu langkah mundur. Hal serupa terjadi pada Johnny Cardoso, yang hanya bermain 12 menit sebelum menderita cedera lutut. Josema Giménez juga mengakhiri pertandingan dengan sedikit pincang.
Semoga ketiga pemain ini dapat segera pulih dan kembali bermain. Baena menawarkan sentuhan ajaib dan kejutan yang tidak dapat direplikasi pemain lain dalam tim, terutama dengan Julián Alvarez yang sedang dalam performa buruk yang berkepanjangan.
Tantangan Taktis Diego Simeone
Harus diakui, ini bukan pilihan lineup terbaik Cholo Simeone saat menghadapi La Blaugrana. Mungkin ia bisa saja menurunkan Ruggeri untuk membantu memperkuat sisi kiri, tetapi siapa yang bisa menjamin situasinya tidak akan lebih buruk? Sebulan yang lalu, jika dikatakan Ruggeri akan berhadapan dengan Lamine Yamal selama 90 menit, apakah Anda akan merasa yakin?
Pada akhirnya, Simeone memang tidak memiliki dukungan pertahanan yang ia butuhkan untuk membendung tim Barcelona sekaliber ini selama 90 menit di kandang lawan. Almada dan Griezmann sudah berusaha semaksimal mungkin dalam waktu bermain yang terbatas, namun keduanya menyia-nyiakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan sebelum Ferrán mengunci tiga poin untuk Barcelona.
Pada titik ini, Nico Gonzalez sedang mengalami paceklik gol selama tiga bulan. Sørloth dan Conor Gallagher juga tidak memberikan banyak kontribusi saat masuk. Sementara itu, Giacomo Raspadori terus memiliki peran yang tidak jelas dalam tim.
Dampak dan Laga Selanjutnya
Ini bukan awal impian untuk bulan Desember yang brutal bagi Atleti, yang kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen LaLiga. Mereka akan berusaha bangkit dan mencari kemenangan pada pertandingan selanjutnya melawan Athletic Club di San Mamés pada Sabtu, 7 Desember 2025.
(SA/GN)
sumber : www.intothecalderon.com
Leave a comment