Mimpi Buruk Trent Alexander-Arnold: Bintang Inggris Itu Dihujani Kritik Pedas di Real Madrid
Kepindahan impian Trent Alexander-Arnold ke Santiago Bernabéu tampaknya berubah menjadi mimpi buruk pekan ini. Bintang internasional Inggris itu menjadi sasaran kritik pedas dari media Spanyol menyusul hasil imbang frustrasi 1-1 Real Madrid melawan Girona.
Pemain berusia 27 tahun itu, yang mengakhiri asosiasi panjangnya dengan Liverpool dalam transfer berprofil tinggi musim panas ini, kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di La Liga. Meski kedatangannya digadang-gadang sebagai rekrutan “Galáctico” untuk era baru di bawah manajer Xabi Alonso, kesabaran mulai menipis di kalangan media Madrid yang dikenal sangat menuntut.
Kritik Pedas dari Media Spanyol
Kritik paling tajam datang dari harian olahraga terkemuka Spanyol, Marca. Setelah penampilan yang goyah melawan Girona pada Minggu lalu, di mana umpan ceroboh dari bek kanan itu hampir memberikan gol kepada lawan, jurnalis Alfredo Relano tidak menahan diri.
Dalam tajuk rencana yang mengecam, Marca menulis:
“Sekarang Trent ada di sini, dia tampak seperti pemain yang bingung dan tidak substansial, dengan ekspresi seperti kelinci yang terpana lampu sorot. Kualitasnya dalam bola mati tertutupi oleh kaki kanannya, tetapi dalam permainan terbuka dia tidak ada.”
Media tersebut lebih lanjut menyarankan bahwa Alexander-Arnold tampak “tersesat” tanpa sistem taktis spesifik yang melindunginya di Anfield, menggambarkan posisi bertahannya “sangat rapuh” untuk pemain sekaliber dirinya. Julukan “kelinci yang terpana lampu sorot” sudah viral di media sosial Spanyol, menjadikan bek tersebut sasaran empuk kritik saat Los Blancos duduk di posisi kedua klasemen, di bawah Barcelona.
Perjalanan Penuh Kontroversi dan Adaptasi Sulit
Reaksi keras ini menjadi pukulan terbaru dalam enam bulan yang bergejolak bagi sang bek. Kepergian Alexander-Arnold dari Liverpool dilingkupi kontroversi; ia memilih untuk tidak memperbarui kontraknya dengan klub masa kecilnya, akhirnya pindah dengan biaya nominal 10 juta Poundsterling agar Madrid bisa mendaftarkannya untuk Piala Dunia Antarklub.
Sejak kepindahannya, ia gagal mendapatkan tempat starter yang konsisten. Terganggu oleh cedera hamstring di awal musim dan tidak mampu menggeser veteran Dani Carvajal hingga cedera yang dialami pemain Spanyol itu baru-baru ini, Alexander-Arnold hanya tampil dalam tujuh dari 14 pertandingan liga Madrid.
Perjuangan awal di Madrid ini mengakibatkan sang pemain dikabarkan menyesali keputusannya untuk pindah ke Spanyol. Manajer Xabi Alonso secara terbuka mendukung rekrutannya, bersikeras bahwa pemain Inggris itu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan liga dan budaya baru. Namun, dengan media Spanyol yang kini secara aktif mempertanyakan kontribusinya dalam permainan terbuka, tekanan semakin besar bagi Alexander-Arnold untuk menemukan kembali performa yang menjadikannya ikon Premier League, sebelum suporter Bernabéu benar-benar berpaling darinya.
(SA/GN)
sumber : thedailybriefing.io
Leave a comment