Akhir Sejarah: Streak 1.297 Pertandingan LeBron James Berhenti
Rekor mengesankan milik LeBron James di NBA kini telah berakhir setelah hampir 18 tahun dan 1.297 pertandingan.
Jalannya Pertandingan
LeBron James mencetak hanya delapan poin saat Los Angeles Lakers meraih kemenangan dramatis 123–120 atas Toronto Raptors. Keberhasilan ini sekaligus menandai berakhirnya streak luar biasa James yang selalu mencetak minimal 10 poin dalam setiap pertandingan. Namun, penutupan streak ini berlangsung dengan cara yang sangat menarik.
Dengan skor imbang 120, Lakers memiliki bola di detik-detik terakhir. Saat James memegang bola, ia melihat adanya pemain lawan yang menghampirinya. Alih-alih memaksa penetrasi untuk mencoba menjaga streak-nya, James memilih untuk mengoper bola kepada Rui Hachimura yang dalam posisi terbuka di sudut lapangan. Hachimura kemudian berhasil mencetak angka dengan tembakan buzzer-beater, mengamankan kemenangan untuk Lakers.
Statistik Pertandingan
James mengakhiri malamnya dengan delapan poin dari 4 tembakan yang berhasil dari 17 percobaan, dan tidak berhasil mencetak poin dari jarak tiga angka. Meskipun begitu, ia tetap menjadi pengatur serangan dengan mencatatkan 11 assist dan enam rebound. Austin Reaves tampil cemerlang dengan 44 poin dan 11 assist, sementara Luka Dončić absen setelah menyambut kelahiran anak keduanya.
Reaksi dan Konteks
Menurut data dari Stathead, streak James yang mencetak minimal 10 poin dalam setiap pertandingan dimulai pada 6 Januari 2001 dan berlangsung hingga 5 Desember 2025. Catatan ini menjadi rekor NBA yang jauh melampaui pemegang rekor kedua, Michael Jordan, yang mencetak 866 pertandingan berturut-turut dengan sepuluh atau lebih poin.
Kejadian berhentinya streak ini mengejutkan banyak penggemar dan pakar basket. Banyak yang menilai keputusan James untuk mengoper bola sebagai contoh integritas dan rasa kebersamaan dalam tim.
“Apabila streak 1.297 pertandingan dengan minimal 10 poin harus berakhir, maka inilah cara terbaik yang bisa dibayangkan,” cuit seorang pengamat basket.
“LeBron mengorbankan pencapaian pribadi demi kemenangan tim. Ini adalah alasan mengapa ia dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa,” tulis penggemar dalam media sosial.
Akhir streak ini mencerminkan betapa pentingnya kontribusi tim bagi LeBron. Momen ini menjadi pengingat bahwa meski statisiknya sangat mengesankan, dia tetap memprioritaskan kemenangan tim di atas segala galanya. LeBron James meninggalkan warisan yang sulit untuk ditandingi, dan keputusannya di laga tersebut menjadi bagian dari cerita legendarisnya.
Dengan berakhirnya streak ini, banyak yang bertanya-tanya apakah kita akan melihat prestasi seperti ini terulang di masa depan.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment