Home Sepakbola Liga Lainnya Maaf CR7, Nggak Ada Perlakuan Spesial!
Liga Lainnya

Maaf CR7, Nggak Ada Perlakuan Spesial!

Share
Maaf CR7, Nggak Ada Perlakuan Spesial!
Share

Roberto Martínez Ungkap Etos Kerja Cristiano Ronaldo: Kelaparan Tak Terbendung dan Kesiapan Sempurna

Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martínez, baru-baru ini berbagi pandangannya mengenai etos kerja bintang utama timnya, Cristiano Ronaldo. Dalam wawancara mendalam dengan mantan striker Adebayo Akinfenwa di kanal YouTube ‘Beast Mode On’, Martínez “membongkar” bagaimana rasanya bekerja dengan pemain yang kerap disebut GOAT tersebut.

“Kesuksesan biasanya mengubah komitmen seseorang terhadap pencapaian berikutnya. Ketika Anda memenangkan sesuatu, rasa lapar itu biasanya berkurang keesokan harinya. Tapi Cristiano adalah individu dan pemain yang tidak membiarkan apa pun yang terjadi kemarin, baik itu positif atau negatif, memengaruhi apa yang ia lakukan hari ini,” ungkap Martínez memulai penjelasannya.

Martínez menambahkan bahwa ia tidak yakin apakah itu faktor genetik atau hasil upaya perbaikan diri, namun itulah kenyataannya. “Ia memiliki kebutuhan luar biasa untuk memanfaatkan setiap hari demi menjadi yang terbaik yang ia bisa,” lanjutnya.

Pelatih asal Spanyol itu merinci bahwa Ronaldo senantiasa mencari cara untuk meningkatkan diri dalam berbagai aspek. “Ini bisa dalam level pemulihan, latihan, penyelesaian akhir, atau aspek apa pun yang ia rasa perlu diperbaiki. Ia tidak akan membiarkan apa pun menghalangi kemampuannya untuk menjadi lebih baik. Tidak peduli apakah ia mencetak hattrick atau melewatkan tiga peluang, persiapannya, begitu peluit akhir dibunyikan, akan selalu metodis dan sempurna,” sambungnya.

Otak yang Menentukan Pensiun, Bukan Fisik

Etos kerja yang tanpa kompromi ini, menurut Martínez, menjadi kunci umur panjang karier Ronaldo. Ia mengaku memiliki pandangan baru mengenai pensiun berkat mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu.

“Itu adalah sesuatu yang memberinya umur panjang. Saya selalu mengatakan bahwa seorang pesepak bola pensiun ketika tubuh memberitahu otak, ‘Dengar, saya sudah selesai.’ Dengan Cristiano, saya belajar bahwa bukan seperti itu. Justru otaklah yang memberitahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk menyelesaikannya,” jelas Martínez.

Baca juga:  Gak Nyangka! Striker Thailand Kalahkan Gol Ronaldo di 2025.

“Ia memiliki kemampuan untuk ingin menjadi yang terbaik, setiap hari. Saya belum pernah melihat kelaparan seperti itu sebelumnya,” tambahnya.

Bukan Perlakuan Istimewa

Roberto Martínez juga menggunakan kesempatan ini untuk menampik anggapan bahwa Cristiano Ronaldo menerima perlakuan istimewa di tim nasional. Ia menegaskan pentingnya memperlakukan setiap pemain secara individual.

“Yang terpenting, kami harus memperlakukan setiap pemain secara individual, secara berbeda. Tidak ada dua orang yang sama. Tentu saja, kami memiliki Cristiano Ronaldo, sang pemain, yang, di ruang ganti, adalah seseorang yang ingin mempersiapkan dirinya sebaik mungkin,” kata Martínez.

Menurutnya, yang penting adalah selalu memenuhi ekspektasi masing-masing pemain di lingkungan kerja tim. Ia juga menyinggung fenomena lain yang tidak bisa dikendalikan, yaitu “kebisingan” dari luar.

“Kita berbicara tentang seseorang yang lebih dari sekadar pesepak bola. Angka-angkanya di media sosial menunjukkan bahwa ia diikuti jauh melampaui dunia sepak bola. Kita berbicara tentang 600 juta pengikut. Ia mungkin adalah individu paling terkenal di dunia. Itu tidak menjelaskan apa pun tentang tuntutan kami dan tuntutannya, di ruang ganti,” tegasnya.

Martínez menyimpulkan, timnya harus selalu mengeluarkan yang terbaik dari para pemain dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk itu. “Selebihnya, kami harus mengenalinya sebagai kebisingan, dan jika itu tidak berdampak pada internal grup, kami harus menerimanya apa adanya. Anda tidak boleh membuang waktu untuk mencoba mengubahnya, karena tidak mungkin untuk dikendalikan,” tutup Martínez, menekankan fokusnya pada performa internal tim.

(SA/GN)
sumber : www.theportugalnews.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Prediksi PSG vs Bayern: Mampukah Kompany Kembali Atasi Enrique?

Dalam duel sengit antara PSG dan Bayern, perhatian tertuju pada strategi Kompany...

Ronaldo dan Salah Dekat, Al-Nassr Siapkan Transfer Musim Panas!

Ronaldo dan Salah dikabarkan semakin dekat, dengan Al-Nassr bersiap untuk mengamankan transfer...

Inter Miami: Stadion Baru, Tapi Masih Belum Menang!

Inter Miami baru saja meresmikan stadion baru yang megah, namun tim masih...

Coman memilih Bayern, lebih dukung tim Bavaria daripada PSG!

Coman akhirnya memilih Bayern Munich, menunjukkan dukungannya yang kuat terhadap tim Bavaria....