Home Sepakbola Italia Serie A Batistuta: Gaya Guardiola? Bukan seleraku!
Serie A

Batistuta: Gaya Guardiola? Bukan seleraku!

Share
Batistuta: Gaya Guardiola? Bukan seleraku!
Share

Gabriel Batistuta Akui Tak Nikmati Sepak Bola Modern: Striker Klasik Seperti Saya Sudah Punah!

Legenda Serie A, Gabriel Omar Batistuta, secara terbuka mengakui bahwa ia tidak lagi menikmati menonton pertandingan sepak bola saat ini. Menurutnya, jenis penyerang tengah seperti dirinya atau Christian Vieri “sudah tidak ada lagi” dalam kancah sepak bola modern.

Mantan penyerang Fiorentina, Roma, dan Inter ini membagikan pandangannya mengenai sepak bola masa kini dalam sebuah wawancara dengan TyC Sports di Argentina. Batistuta, yang dikenal dengan tendangan gledek dan insting gol tajamnya, merasa ada pergeseran signifikan dalam peran seorang striker.

Evolusi Nomor 9: Batistuta dan Vieri Sudah Tak Ada

“Sepak bola terus berevolusi. Penyerang nomor 9 seperti Batistuta atau Vieri sudah tidak ada lagi,” ujar mantan pemain internasional Argentina tersebut, yang mencetak 183 gol dari 318 pertandingan di Serie A.

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara striker masa lalu dan sekarang. “Dulu ada penyerang yang akan tetap di sana dan mendominasi kotak penalti dengan satu atau lain cara, yang membenarkan pemakaian jersey dengan tetap berada di dalam kotak penalti dan memanfaatkan setiap sentimeter. Sekarang berbeda; mereka pergi ke mana-mana, mereka banyak bergerak. Ini adalah sepak bola hari ini, tapi bukan ini yang membuat saya bosan. Ada hal lain yang membuat saya enggan untuk mengikutinya.”

Batistuta melanjutkan, “Tepat hari ini, saya sedang membicarakan hal ini dengan Bora Milutinović.”

Gaya Bermain yang Monoton: Kritik Batistuta Terhadap Sepak Bola Kini

Mantan bintang Argentina itu menyoroti kesamaan gaya bermain di banyak tim saat ini. “Semua orang memiliki gaya bermain yang mirip; mereka membangun serangan dari kiper, melakukan 20 sentuhan di dekat kotak penalti, dengan lawan melakukan pressing, dan kemudian pada suatu titik mereka menendang bola ke depan padahal bisa dilakukan sebelumnya, dan ini menjauhkan striker dari zona berbahaya,” jelasnya.

Baca juga:  Arsenal Libas Real Madrid 2-1, Keren!

Batistuta menyadari bahwa gaya bermain seperti ini telah memberikan hasil bagi pelatih seperti Pep Guardiola. Namun, ia secara pribadi tidak sepenuhnya setuju dengan pendekatan tersebut. “Tapi ya, ini adalah sepak bola hari ini, sepak bola yang memberikan hasil bagi Guardiola, dan karena kita manusia dan kita mencoba mengikuti formula kesuksesan, ini tampaknya menjadi formula yang membuat Anda memenangkan pertandingan, tapi saya tidak begitu setuju dengan itu.”

Warisan Sang Batigol

Gabriel Batistuta merupakan salah satu penyerang paling ikonik di generasinya. Ia berhasil meraih gelar Serie A bersama AS Roma pada musim 2000-01, sebuah pencapaian yang sangat dikenang. Dalam karir internasionalnya, Batistuta tampil di tiga Piala Dunia (1994, 1998, dan 2002) bersama tim nasional Argentina, mencetak total 10 gol dalam 12 penampilan di turnamen akbar tersebut.

Selain itu, ia juga memenangkan satu Coppa Italia dengan Fiorentina pada musim 1995-96 dan dua Supercoppa Italiana, masing-masing satu dengan Fiorentina dan satu dengan Roma. Batistuta juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Argentina dengan 54 gol dari 78 pertandingan internasional, hanya kalah dari Lionel Messi yang memiliki 115 gol dari 196 penampilan.

Batistuta mengakhiri karier profesionalnya pada tahun 2005 setelah menghabiskan dua musim terakhirnya di klub Al-Arabi.

Kritik dari seorang legenda seperti Batistuta ini menunjukkan adanya perdebatan abadi antara tradisi dan inovasi dalam sepak bola. Sementara permainan terus berkembang, tidak semua mantan bintang setuju dengan arah perkembangannya, terutama dalam hal peran sentral seorang striker.

(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Inter Milan rekrut Aleksandar Stankovic dengan kontrak lima tahun!

Inter Milan resmi merekrut Aleksandar Stankovic dengan kontrak lima tahun, menambah kekuatan...

Bek Albion Terkait dengan Kepindahan ke Serie A Musim Panas Ini!

Bek Albion dikabarkan bakal pindah ke Serie A musim panas ini, menyusul...

Inter Perpanjang Kontrak Chivu dan Berita Coaching Serie A Lainnya!

Inter Milan resmi memperpanjang kontrak Cristian Chivu, menegaskan komitmennya di Serie A....

Juventus incar Kolo Muani dan Sørloth usai kepergian Vlahovic.

Juventus kini mengincar Kolo Muani dan Sørloth setelah kepergian Vlahovic, berambisi memperkuat...