AC Milan Bidik Kebangkitan di Serie A Usai Tersingkir dari Coppa Italia, Torino Jadi Sasaran Berikutnya
AC Milan bertekad bangkit dari kekalahan menyakitkan di Coppa Italia saat mereka kembali melanjutkan perburuan Scudetto pada Senin ini, dengan menghadapi tim Torino yang sedang terseok-seok.
Rantai tak terkalahkan Milan yang panjang akhirnya terputus ketika Lazio menyingkirkan mereka dari Coppa Italia. Namun, perjalanan mereka di Serie A masih melebihi sebagian besar ekspektasi.
Analisis Pertandingan
Bertemu untuk kedua kalinya dalam lima hari, Milan dan Lazio kembali berhadapan pada Kamis malam lalu, memperebutkan satu tempat di perempat final Coppa Italia.
Rossoneri sebelumnya berhasil meraih kemenangan tipis dalam laga sengit di liga dengan skor 1-0 di San Siro untuk mengklaim puncak klasemen Serie A. Namun, keadaan berbalik di Roma. Gol telat Mattia Zaccagni memisahkan kedua tim di Stadio Olimpico, menyingkirkan finalis musim lalu dari kompetisi yang terakhir kali mereka menangkan lebih dari dua dekade lalu.
Meski begitu, Milan tetap tak terkalahkan dalam 12 pertandingan liga domestik sejak kekalahan mengejutkan dari Cremonese di pekan pembuka, dengan menjaga tujuh clean sheet dalam prosesnya.
Pasukan Max Allegri terakhir kali kebobolan gol di liga pada awal November, dan mereka jelas terlihat sebagai kandidat serius peraih gelar Scudetto.
Rossoneri, yang juga akan mempertahankan Supercoppa Italiana akhir bulan ini, harus terlebih dahulu mencoba meraih poin penuh dari pertandingan melawan dua tim papan tengah, Sassuolo dan Torino.
Namun, setelah kekalahan 2-1 di laga tandang pada Februari lalu, Milan telah kalah dua kali dari tiga pertemuan terakhir mereka dengan tuan rumah Torino pada Senin ini, padahal sebelumnya mereka memenangkan enam dari delapan laga.
Sejak menderita pembantaian mengerikan 7-0 pada musim 2020-2021, Torino berhasil memenangkan ketiga pertandingan kandang terakhir mereka melawan Milan. Jadi, klub Turin itu kini bisa mencatatkan empat kemenangan beruntun atas rival Rossoneri mereka untuk pertama kalinya sejak tahun 1949.
Torino: Tren Menurun dan Lini Pertahanan Rapuh
Hasil terbaru kedua tim menyiratkan hasil yang berbeda. Granata tanpa kemenangan dalam lima laga terakhir setelah kalah dari Lecce pekan lalu.
Akhirnya kalah 2-1 di Stadio Via del Mare, mereka nyaris gagal mencuri poin setelah Che Adams berhasil memperkecil kedudukan. Namun, penalti lemah Kristjan Asllani di masa injury time berhasil diselamatkan.
Meskipun masih berada di atas zona degradasi, total 14 poin Torino saat ini merupakan hasil terendah mereka pada tahap ini dalam lima tahun terakhir.
Yang menjadi kekhawatiran utama bagi pelatih Marco Baroni yang sedang dalam tekanan, Toro juga memiliki pertahanan terburuk di seluruh Serie A, kebobolan rata-rata 1,77 gol per pertandingan, dan mereka mencetak gol dengan rata-rata yang biasa-biasa saja di lini depan.
Performa Torino di Serie A: W D D D L L
Performa AC Milan di Serie A: D D W D W W
Performa AC Milan (di semua kompetisi): D W D W W L
Kabar Tim
Tanpa jadwal sepak bola Eropa, Allegri menurunkan susunan pemain inti yang kuat saat Milan kalah di Coppa Italia dari Lazio. Meskipun demikian, gelandang veteran Luka Modric dan pencetak gol terbanyak Christian Pulisic hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Keduanya diperkirakan akan kembali ke starting lineup Rossoneri pada Senin ini, sementara gelandang asal Prancis Youssouf Fofana akan absen karena cedera adduktor. Samuele Ricci atau Ruben Loftus-Cheek bisa mengisi posisi di samping Modric dan Adrien Rabiot. Santiago Gimenez (pergelangan kaki) dan Zachary Athekame (betis) juga absen karena cedera.
Sejak melakoni starter liga pertamanya di pekan ketujuh, Rafael Leao telah mencetak lima gol di Serie A dari peran baru di lini serang sebagai penyerang tengah. Secara statistik, bintang Portugal itu lebih sering menembak namun menyelesaikan lebih sedikit dribel khasnya.
Sementara Leao dan Pulisic dipastikan akan memimpin serangan tim tamu, Torino masih kehilangan striker andalan mereka, Giovanni Simeone.
Kemungkinan absennya Simeone, Adams bisa bermitra dengan Duvan Zapata, yang telah mencetak gol di kedua pertandingan sebelumnya untuk Toro melawan Milan.
Bersama Simeone, Ardian Ismajli masih diragukan tampil, namun Ivan Ilic tampaknya telah pulih dari masalah lutut dan mungkin akan masuk dalam daftar pemain cadangan.
Kemungkinan susunan pemain awal Torino:
Israel; Tameze, Maripan, Coco; Pedersen, Casadei, Asllani, Vlasic, Lazaro; Adams, Zapata
Kemungkinan susunan pemain awal AC Milan:
Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Saelemaekers, Ricci, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic, Leao
Prediksi garisfinish.com
Mengingat Torino kesulitan mencetak gol dan Milan adalah spesialis clean sheet, tim tamu berpeluang besar membawa pulang poin penuh.
Rossoneri akan bereaksi terhadap kemunduran langka di Coppa Italia dengan meningkatkan prospek gelar Serie A mereka. Leao yang sedang dalam performa terbaik diperkirakan akan meneror pertahanan Toro.
Prediksi skor akhir: Torino 0-2 AC Milan
Jadwal Tayang Serie A di Indonesia
Bagi para penggemar Serie A di Indonesia, pertandingan-pertandingan Liga Italia umumnya dapat disaksikan secara langsung melalui platform streaming Vidio, beIN Sports, dan juga channel Champions TV. Pastikan Anda telah berlangganan layanan resmi untuk menikmati setiap laga tanpa terlewat.
(SA/GN)
sumber : www.sportsmole.co.uk
Leave a comment