Aliff Sor Dechapan Akhirnya Amankan Tiket Perebutan Gelar Strawweight Muay Thai ONE, Prajanchai Diperingatkan: “Persiapkan Dirimu!”
Impian Aliff Sor Dechapan untuk merebut gelar juara Muay Thai kelas strawweight dari Prajanchai PK Saenchai semakin dekat. Petarung blasteran Thailand-Malaysia ini berhasil mengamankan tiket tersebut setelah mengalahkan Ramadan Ondash dari Lebanon melalui keputusan mutlak di ONE Fight Night 38 yang digelar di Lumpinee Stadium, Bangkok, Sabtu pagi.
Kemenangan Aliff diraih dengan skor telak 30-27, 30-26, dan 30-26 dari para juri. Puncaknya, ia melancarkan serangan lutut terbang spektakuler yang menjatuhkan Ondash di ronde ketiga. Setelah keputusan dibacakan, Aliff langsung menatap kamera, menempelkan jari ke bibirnya, dan mengirim pesan tegas yang ditujukan langsung kepada Prajanchai.
Pertandingan ini mengakhiri ketegangan yang memuncak sebelumnya, di mana Aliff menuduh sang juara mengulur waktu untuk mempertahankan gelarnya. Dalam wawancara dengan Bangkok Post selama pekan pertandingan, Aliff mengaku merasa Prajanchai “takut” dan bahwa “seorang juara seharusnya siap menghadapi siapa pun.”
Jalannya Pertandingan: Dominasi Aliff dan Lutut Terbang Penentu
Pertarungan itu sendiri mencerminkan ketenangan dan kontrol Aliff. Ondash, yang melakukan debut di daftar utama setelah mendapatkan kontrak penuh dari seri ONE Friday Fights, juga datang dengan rekor impresif. Namun, ia terlihat kebingungan sejak awal.
Pekan pertandingan yang sulit bagi Ondash, petarung berusia 19 tahun itu gagal memenuhi batas berat badan pada Kamis malam, mengakibatkan ia kehilangan 30 persen dari bayarannya untuk mengamankan pertarungan catchweight 125,6 pon. Di dalam ring, ia berulang kali mencoba memprovokasi Aliff untuk baku hantam, namun Aliff berhasil menahannya dengan tendangan depan (teep) yang panjang, tendangan ke badan, dan serangan balik yang bersih yang menetralkan hook kiri berbahaya Ondash.
Puncak pertandingan terjadi di akhir ronde ketiga, saat Aliff melancarkan serangan lutut terbang yang sempurna, menjatuhkan Ondash ke kanvas dan menegaskan kelayakannya untuk menantang gelar. “Ayah saya menelepon setiap hari untuk mengingatkan saya bahwa lutut terbang sangat penting,” kata Aliff. “Jadi saya hanya menggunakannya karena ayah saya terus mengingatkan.”
Pesan Tegas untuk Sang Juara
Meskipun keduanya sempat bertatap muka pada bulan Juni lalu di Lumpinee—momen yang menandakan Aliff sebenarnya sudah mendapatkan kesempatan untuk menantang gelar—Prajanchai baru-baru ini mengatakan kepada media Thailand bahwa Aliff perlu membuktikan diri dengan mengalahkan Ondash terlebih dahulu. Sikap ini membuat petarung berusia 21 tahun itu jengkel, mengingat ia datang dengan empat kemenangan beruntun dan diakui sebagai penantang nomor 1.
Setelah akhirnya diberikan kesempatan perebutan gelar oleh Chairman dan CEO ONE, Chatri Sityodtong, Aliff tidak bisa menyembunyikan kelegaan dan kegembiraannya.
“Saya sangat senang—ini sudah lama dinantikan,” kata Aliff kepada Bangkok Post. “Saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama. Saya pasti akan mendapatkan sabuk itu.”
Ditanya pesan apa yang ia miliki untuk Prajanchai, Aliff menjawab dengan lugas: “Saya pikir sudah saatnya, jadi saya harap Anda mempersiapkan diri dan siap menghadapi saya.”
Aliff bahkan mengulang kembali komentarnya dari wawancara di atas ring, di mana ia menyarankan agar Prajanchai sekarang harus bertarung melawan Ondash terlebih dahulu—persis seperti yang diminta Prajanchai kepada Aliff. “Mungkin saya serius, saya tidak tahu,” ujarnya. “Sepertinya dia tidak benar-benar ingin menghadapi saya. Mungkin dia bisa menghadapi Ramadan terlebih dahulu, dan saya akan menunggu kesempatan perebutan gelar.”
Harapan Bertarung di Kandang Sendiri
Aliff juga menegaskan keinginannya untuk mengadakan pertarungan gelar di tanah kelahirannya, Malaysia.
“Jika memungkinkan, saya ingin bertarung di Malaysia,” katanya. “Saya punya banyak penggemar Malaysia… Saya ingin menunjukkan kemampuan saya kepada penggemar saya.”
Divisi Muay Thai kelas strawweight akhirnya memiliki pertandingan perebutan gelar berikutnya. Dan jika Aliff mendapatkan keinginannya, pertarungan itu akan digelar di Kuala Lumpur—tempat ONE belum pernah menyelenggarakan acara sejak tahun 2022—untuk menyelesaikan perselisihan yang sudah lama terjadi.
(OL/GN)
sumber : www.bangkokpost.com
Leave a comment