Piala Dunia 2026: FIFA Terapkan Water Break Wajib di Setiap Pertandingan
Piala Dunia FIFA 2026 akan hadir dengan nuansa yang unik, terutama pengaruh dari Amerika, setelah badan pengatur sepak bola dunia ini memutuskan untuk memperkenalkan jeda minum wajib di setiap pertandingan turnamen tahun depan.
Manolo Zubiria, Chief Tournament Officer untuk Piala Dunia 2026, pada hari Senin mengumumkan bahwa setiap laga akan menyertakan ‘hydration breaks’ selama tiga menit di setiap babak. Perubahan ini menarik perhatian karena jeda tersebut akan diberlakukan di setiap pertandingan, tanpa memandang kondisi cuaca atau suhu udara.
“Untuk setiap pertandingan, tidak peduli di mana pertandingan dimainkan, tidak peduli ada atap atau tidak, (atau) suhu, akan ada jeda hidrasi selama tiga menit,” kata Zubiria.
Ia menambahkan dalam pertemuan dengan para pemegang hak siar, “Tentu saja, jika ada cedera pada menit ke-20 atau 21 dan itu masih berlangsung, hal ini akan ditangani di tempat oleh wasit.”
Dampak bagi Penyiaran dan Strategi Pelatih
Perubahan ini diperkirakan akan disambut baik oleh para pemegang hak siar. Jeda ini akan menyediakan slot iklan khusus selama turnamen terbesar di dunia, menyerupai banyak kompetisi olahraga utama di Amerika Serikat yang sering memiliki interupsi dalam permainan.
Tidak hanya itu, aturan ini juga memberikan kontrol lebih besar bagi para pelatih. Dua babak pertandingan secara efektif terbagi menjadi empat kuarter, memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk memberikan arahan kepada seluruh tim atau melakukan perubahan taktik tanpa harus menunggu jeda babak.
Prioritas Kesejahteraan Pemain
Meskipun demikian, FIFA membela langkah ini dengan menyatakan bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada kesejahteraan pemain.
Dalam sebuah pernyataan, FIFA menyampaikan, “Penggunaan hydration breaks adalah bagian dari upaya terfokus untuk memastikan kondisi terbaik bagi para pemain, belajar dari pengalaman turnamen-turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub FIFA baru-baru ini.”
Piala Dunia Antarklub sebelumnya memang sempat terganggu oleh gelombang panas dan kelembapan tinggi, yang menyebabkan sesi latihan dipersingkat atau dibatalkan, sementara pertandingan lain ditunda karena badai petir ekstrem. Dalam turnamen tersebut, FIFA bereaksi dengan menurunkan ambang batas untuk jeda pendinginan atau minum, serta menempatkan lebih banyak air dan handuk di sekitar tepi lapangan.
Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam cara pertandingan Piala Dunia akan dimainkan, menambahkan elemen strategis baru sekaligus menekankan perhatian FIFA terhadap kondisi fisik atlet di turnamen dengan skala global ini.
(WC/GN)
sumber : thewest.com.au
Leave a comment