Home Motorsport MotoGP Sebelum Marc, mereka ini legenda MotoGP juara lintas pabrikan!
MotoGP

Sebelum Marc, mereka ini legenda MotoGP juara lintas pabrikan!

Share
Sebelum Marc, mereka ini legenda MotoGP juara lintas pabrikan!
Share

Marc Márquez Ukir Sejarah: Bergabung dengan Klub Elit Juara Dunia Lintas Pabrikan

Musim balap 2025 Marc Márquez akan dikenang karena banyak alasan. Sebelas kemenangan dan lima belas podium menjadi bukti dominasinya yang tak terbantahkan. Gelar juara dunia yang diraih pebalap Spanyol ini juga mengukuhkannya dalam sebuah klub yang sangat eksklusif: para pebalap yang berhasil meraih gelar juara dengan beberapa pabrikan berbeda. Sebelum Márquez, hanya ada lima nama yang mampu menorehkan prestasi gemilang ini. Mari kita intip siapa saja para juara dunia lintas merek motor ini.

Jejak Para Legenda di Lintasan

Dalam sejarah kejuaraan dunia, Geoff Duke adalah pebalap pertama yang berhasil meraih gelar dengan dua motor berbeda, yaitu Norton dan Gilera. Setelahnya, legenda Italia, Giacomo Agostini, menyusul dengan gemilang, meraih kemenangan bersama MV Agusta dan kemudian Yamaha, tempat ia meraih gelar pada tahun 1975.

Tak lama berselang, datanglah era Eddie Lawson yang menorehkan eksploitasi luar biasa, dinobatkan sebagai juara berturut-turut pada tahun 1988 dan 1989 bersama Yamaha dan Honda. Ketiga nama ini menjadi pelopor dalam mencapai prestasi langka tersebut.

Dominasi di Era MotoGP

Sejak dimulainya era MotoGP, ada tiga pebalap yang mampu mencapai prestasi ini. Yang pertama tak lain adalah Valentino Rossi. Dari tahun 2001 hingga 2003, ‘The Doctor’ merebut tiga gelar juara MotoGP secara beruntun dengan Honda. Ia kemudian membuat keputusan mengejutkan untuk bergabung dengan Yamaha pada tahun 2004, dan langsung menemukan kesuksesan instan. Pada tahun 2004 dan 2005, Rossi mengamankan dua gelar untuk pabrikan Iwata tersebut.

Setelah Rossi, ada Casey Stoner yang dinobatkan sebagai juara pada tahun 2007 bersama Ducati, sebelum akhirnya pindah ke Honda dan meraih mahkota juara dunia pada tahun 2011. Bagi Marc Márquez, jalannya justru terbalik.

Baca juga:  Gawat! Jose Rueda Alami Henti Jantung di Sirkuit Balap.

Kisah Kebangkitan Marc Márquez

Pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019, Marc Márquez mendominasi rival-rivalnya di Kejuaraan Dunia, ditopang oleh performa RC213V yang sangat dominan. Namun, menyusul cedera serius dan kemunduran performa Honda, ia harus membuat pilihan besar. Meluncurkan kembali kariernya bersama Ducati, menunggangi Desmosedici GP, terbukti menjadi kombinasi yang sempurna.

Di tim Gresini, sang juara dunia seolah terlahir kembali. Ia dengan cepat mengamankan kemenangan Grand Prix pertamanya setelah 1043 hari, mengenakan livery biru Gresini di Grand Prix Aragon 2024. Setahun kemudian, dengan tak terbendung mengenakan warna merah tim resmi pabrikan, ia mengunci gelar juara di Jepang, saat balapan masih menyisakan lima Grand Prix lagi.

Hari ini, selain mencatat statistik yang sangat mengesankan ini, Marc Márquez secara tegas akan menjadi pebalap yang harus dikalahkan pada musim 2026. Pencapaian lintas pabrikan ini tidak hanya memperkaya warisan kariernya, tetapi juga menegaskan adaptabilitas dan kecepatan luar biasa Márquez dalam menghadapi tantangan baru di puncak olahraga balap motor dunia.

(SA/GN)
sumber : www.autohebdof1.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Gresini: Pilihan Alternatif di MotoGP Selain Ducati yang Menarik!

Gresini Racing hadir sebagai alternatif menarik di MotoGP, menawarkan kesempatan fresh di...

Mantan rival Marc Marquez: Situasinya lebih serius dari yang terlihat!

Mantan rival Marc Marquez mengungkapkan bahwa kondisi saat ini jauh lebih serius...

Forcada: Kekhawatiran Marquez Harus Naik Motor ‘Mudah’

Marquez mengungkapkan kekhawatiran saat harus naik motor 'mudah', merasakan tekanan besar untuk...

Maverick Viñales Sukses Jalani Operasi: Baut Telah Dikeluarkan!

Maverick Viñales berhasil menjalani operasi dengan sukses, di mana baut yang mengganggu...