Aliff Sor Dechapan Sabet Kesempatan Perebutan Gelar Juara Dunia Muay Thai Strawweight ONE Championship
Petarung berdarah Thailand-Malaysia, Aliff Sor Dechapan, berhasil mengamankan kesempatan untuk memperebutkan gelar Juara Dunia Muay Thai Strawweight ONE Championship. Ia meraih kemenangan mutlak atas sensasi remaja Ramadan Ondash, yang sekaligus menjadi kekalahan pertama Ondash di promosi tersebut, dalam gelaran ONE Fight Night 38 pada Jumat, 5 Desember, di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand.
Dalam wawancara pasca-pertandingan, komentator ONE Championship Mitch Chilson mengonfirmasi bahwa Aliff akan menantang pemegang gelar saat ini, Prajanchai PK Saenchai, untuk sabuk juara divisi strawweight di penampilan berikutnya.
Kemenangan ini memperbaiki rekor Aliff menjadi 62-9 dan menempatkannya sebagai penantang teratas di divisi tersebut. Penampilannya menunjukkan kematangan dan kemampuan menyelesaikan pertandingan melawan salah satu bintang muda Muay Thai yang paling menjanjikan.
Aliff Berikan Masterclass Muay Thai Melawan Bintang Muda
Aliff dan Ondash terlibat dalam pertarungan sengit antara talenta-talenta baru. Kedua petarung menunjukkan kemampuan striking Muay Thai yang luar biasa sepanjang ronde-ronde awal.
Pertarungan tetap kompetitif hingga ronde ketiga yang menentukan, ketika petarung Thailand-Malaysia itu berhasil menjatuhkan lawan secara krusial. Momen itu secara definitif membalikkan momentum ke pihaknya dan meyakinkan para juri untuk memberinya kemenangan angka mutlak.
Aliff menjelaskan bagaimana ia harus melakukan penyesuaian defensif yang hati-hati setelah menjatuhkan lawan, alih-alih mengejar penyelesaian secara sembrono, karena menyadari tendensi agresif lawannya.
“Saat saya berhasil menjatuhkannya, saya harus sangat berhati-hati karena saya tahu Ramadan akan bangkit dan berusaha menjatuhkan saya untuk meraih kemenangannya. Jadi, saya bermain sangat hati-hati,” ujarnya.
Keunggulan Fisik Jadi Penentu dalam Pertarungan Penantang

Selain teknik yang terukur, Aliff juga mengapresiasi atribut fisiknya yang menciptakan keunggulan sepanjang pertarungan tiga ronde tersebut.
Penantang berdarah Thailand-Malaysia itu menekankan bagaimana pemanfaatan dimensinya yang efektif melawan lawan yang lebih pendek memberikannya fondasi untuk mengontrol jarak dan mendikte jalannya pertarungan.
“Saya percaya keunggulan tinggi dan jangkauan saya memainkan peran penting dalam pertarungan ini dan saya benar-benar perlu memanfaatkannya,” jelasnya.
Kemampuan Aliff untuk memaksakan jarak bertarung yang disukainya sambil menetralkan serangan agresif Ondash menunjukkan permainan lengkap yang dibutuhkan untuk menantang Gelar Juara Dunia Muay Thai Strawweight ONE.
Penantang Penuh Percaya Diri Tantang Sang Juara
Menyusul pengumuman pasca-pertarungan, Aliff menyatakan keyakinannya akan kesempatan perebutan gelar juaranya sambil secara langsung menantang Prajanchai, yang saat ini memegang Gelar Dunia Muay Thai Strawweight ONE.
Petarung berusia 21 tahun itu dengan jelas menyatakan niatnya untuk merebut mahkota “seni delapan tungkai” dari sang raja bertahan.
“Saya yakin pertarungan saya berikutnya adalah perebutan gelar. Anda tahu, mereka juga mengumumkannya di ring, jadi saya sangat percaya diri. Prajanchai, saya harap Anda siap untuk saya. Saya datang untuk sabuk Anda,” kata Aliff.
Prajanchai sendiri telah berkompetisi dalam lebih dari 400 pertarungan profesional dan telah memantapkan dirinya sebagai salah satu kekuatan paling dominan di Muay Thai, menjadikannya rintangan yang tangguh bagi penantang mana pun yang mencari emas.
Kemenangan Aliff ini tidak hanya memperkuat posisinya di divisi strawweight, tetapi juga menjanjikan salah satu pertarungan paling menarik di masa depan, mengingat rekor dan pengalaman juara bertahan Prajanchai yang luar biasa.
(OL/GN)
sumber : mmasucka.com
Leave a comment