Arsenal Gelar Simposium Anti-Semitisme dalam Olahraga
Arsenal, klub raksasa Liga Premier Inggris, baru-baru ini menjadi tuan rumah bagi lebih dari 100 profesional dari dunia sepak bola Inggris dalam sebuah simposium yang membahas cara memerangi antisemitisme dalam olahraga.
Diskusi Mendalam dan Pengembangan Toolkit
Acara yang berlangsung pada 4 Desember ini dihadiri oleh para tokoh senior dari klub sepak bola, liga, badan pengatur, asosiasi, dan kelompok penggemar. Mereka mendiskusikan isu antisemitisme dalam olahraga di Inggris, serta pengalaman para atlet, staf, dan pendukung Yahudi. Selain itu, mereka berusaha mengembangkan strategi baru untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi komunitas Yahudi.
Hasil dari simposium ini adalah pengembangan toolkit industri untuk klub dan badan pengatur. Toolkit ini berfungsi sebagai sumber daya untuk menyertakan kesadaran terhadap antisemitisme dalam inisiatif kesetaraan, keberagaman, dan inklusi (EDI), memperbaiki strategi komunikasi dan pelaporan, serta memastikan bahwa penggemar dan staf Yahudi merasa “aman, terwakili, dan termasuk.” Setiap peserta berkomitmen untuk menerapkan setidaknya satu tindakan dalam organisasi mereka.
Kerjasama dengan Maccabi GB
Simposium ini diselenggarakan bekerja sama dengan Maccabi GB dan penasihat independen pemerintah Inggris tentang antisemitisme, John Mann. Maccabi GB merupakan organisasi amal terkemuka di Inggris yang berfokus pada olahraga, kesehatan, dan kesejahteraan komunitas Yahudi.
Pernyataan dari Para Pihak Terkait
“Mengumpulkan orang-orang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan berkomitmen terhadap tindakan praktis adalah cara kita menciptakan masa depan yang lebih baik bagi pemain, staf, dan pendukung Yahudi,” ungkap Ashley Lerner, CEO Maccabi GB. “Bersama dengan kantor Lord Mann, kami bertekad memastikan bahwa percakapan yang diadakan hari ini mengarah pada perubahan yang berarti di dunia olahraga.”
John Mann menambahkan, “Sepak bola memiliki kemampuan unik untuk menyatukan orang, tetapi juga dapat mengekspos prasangka yang ada di masyarakat. Kemitraan dengan Maccabi GB ini sangat penting karena kami memberi klub, liga, dan badan pengatur pengetahuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi antisemitisme dengan tegas.”
Perayaan Momen Bersejarah
Simposium ini berlangsung bertepatan dengan peringatan 90 tahun pertandingan Inggris-Jerman di White Hart Lane, London, pada tahun 1935, di mana tim tamu Jerman melakukan penghormatan Nazi di lapangan. Stephanie Peacock, Menteri Olahraga, Pariwisata, Masyarakat Sipil, dan Pemuda Inggris, juga memberi sambutan mengenai komitmen pemerintah Inggris untuk bekerja sama dengan dunia olahraga dan komunitas Yahudi dalam menangani antisemitisme.
Komitmen Pemerintah dan Proyek Bersama
“Olahraga harus selalu menjadi tempat kebersamaan, kebanggaan, dan persatuan. Antisemitisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun masyarakat Inggris,” tegas Peacock. “Pemerintah berkomitmen mendukung pekerjaan ini dan memastikan klub serta badan pengatur memiliki kemampuan dan kerangka kerja untuk mencegah diskriminasi.”
Simposium minggu lalu merupakan bagian dari proyek lebih besar bernama “Tackling Antisemitism in Sport”, yang diluncurkan pada September 2023 sebagai hasil kerjasama antara Maccabi GB dan kantor Mann. Lebih dari 4.000 profesional sepak bola telah berpartisipasi dalam workshop program ini, termasuk semua 20 klub di Liga Premier.
Dampak Jangka Panjang terhadap Sepak Bola
Upaya bersama ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi komunitas Yahudi dalam olahraga serta meningkatkan integritas dan inklusivitas dalam sepak bola secara keseluruhan. Dengan adanya tindakan nyata dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pengalaman yang menyedihkan di masa lalu tidak terulang kembali.
(PL/GN)
sumber : www.algemeiner.com
Leave a comment