Home Motorsport Formula 1 Duet Sainz-Williams: Penentu Kejayaan F1 2025?
Formula 1

Duet Sainz-Williams: Penentu Kejayaan F1 2025?

Share
Duet Sainz-Williams: Penentu Kejayaan F1 2025?
Share

Alex Albon Ungkap Kunci Sukses Williams: Kemitraan Luar Biasa dengan Carlos Sainz

Pembalap Williams, Alex Albon, menyoroti kemitraan luar biasa dengan rekan setimnya, Carlos Sainz, sebagai alasan utama di balik musim Formula 1 terbaik timnya dalam delapan tahun terakhir. Tim asal Inggris yang bersejarah ini berhasil finis di posisi kelima dalam klasemen konstruktor musim 2025, pencapaian terbaik mereka sejak tahun 2017 setelah bertahun-tahun terpuruk di barisan belakang pada akhir 2010-an hingga awal 2020-an.

Kebangkitan Williams

Periode sulit tersebut terjadi saat Williams di bawah kepemilikan keluarga menghadapi masalah keuangan, bahkan harus merekrut pembalap “bayar” yang belum tentu kompeten di F1 hanya untuk bertahan. Namun, akuisisi oleh Dorilton Capital, ditambah dengan pengenalan batas anggaran (cost cap) pada tahun 2021, memicu kebangkitan tim.

Musim 2025 juga menjadi tahun di mana Williams berhasil meraih lebih dari satu podium untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Pencapaian itu datang berkat Carlos Sainz yang merebut posisi ketiga di Azerbaijan dan Qatar pada musim debutnya bersama Williams. Sainz sendiri bergabung setelah Ferrari memilih merekrut Lewis Hamilton sebagai penggantinya.

Kedatangan pembalap dengan empat kemenangan grand prix ini terbukti menjadi dorongan besar, akhirnya memberikan Williams pembalap kedua yang setara dengan Albon, yang sejak bergabung pada 2022, memiliki rekan setim seperti Nicholas Latifi dan Logan Sargeant.

Kemitraan yang Setara

Ketika ditanya pada final di Abu Dhabi seberapa besar dampak Sainz, pembalap berusia 29 tahun itu menyatakan, “Jelas berbeda dalam hal budaya dan pola pikir. Sejujurnya, dari pendekatan antara kedua mobil, jauh lebih setara dalam cara tim memperlakukan kami.”

“Saya dapat dengan jelas mengatakan bahwa saya, sebagian besar, mendapatkan perlakuan istimewa di tahun-tahun sebelumnya. Dalam hal kami berdua bekerja sama, ada lebih banyak ‘bolak-balik’ dalam hal umpan balik, di mana kami memiliki pendapat yang sama tentang mobil.

Kami berbicara dalam bahasa yang sangat mirip, saya kira. Carlos lebih berpengalaman dari saya, tetapi dalam hal usia dan pendekatan kami, kami menangani berbagai hal dengan cara yang sangat mirip.”

Pelajaran dari Rekan Setim

Albon merasa pembalap berusia 31 tahun itu telah membantunya menjadi pembalap yang lebih baik. Musim 2025 tidak diragukan lagi merupakan musim terbaik bagi pembalap berdarah Thailand-Inggris itu sejak debutnya di F1 pada 2019. Albon sendiri finis di posisi kedelapan dalam kejuaraan pembalap 2025, satu tingkat di atas Sainz yang berada di posisi kesembilan.

Baca juga:  MediaRadar Tambah Cakupan Iklan Formula 1 di Streaming Olahraga!

“Dalam hal mendorong saya, ya, sangat bagus memiliki seseorang,” tambah Albon. “Ini adalah set data yang berbeda untuk dilihat, gaya mengemudi yang berbeda dari saya. Kami menginginkan hal serupa di mobil, tetapi kami biasanya tiba di kualifikasi dengan set-up yang sangat mirip.”

“Saya merasa setiap pembalap akan mengatakan ini, ketika Anda memiliki rekan setim yang berada satu tingkat di atas, Anda belajar lebih banyak. Ada lebih banyak hal untuk dipelajari dalam hal gaya mengemudi Anda. Ada beberapa tikungan yang sebelumnya Anda cepat di sana, yang sekarang Anda sama cepatnya.

Dan ada beberapa tikungan yang perlu Anda pelajari, adaptasi, mengemudi secara berbeda. Dan saya yakin hal itu juga berlaku untuk Carlos. Sangat menyenangkan melihatnya.

Saya pikir hal terbesar yang saya pelajari dari Carlos lebih kepada sisi non-mengemudi. Jadi cara kami melakukan rapat dan mengembangkan mobil di simulator serta menjalani program free practice kami, hal-hal seperti itu, Anda bisa melihat pengalaman Carlos dalam hal itu.”

Kemitraan yang solid antara Albon dan Sainz ini tidak hanya mendorong performa individu mereka tetapi juga mengangkat seluruh tim Williams ke level kompetisi yang lebih tinggi. Dengan fondasi yang kuat dari dua pembalap berpengalaman yang saling melengkapi, prospek Williams untuk terus bersaing di papan atas Formula 1 tampak semakin cerah di musim-musim mendatang.

(SA/GN)
sumber : www.autosport.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Vericut: Tenaga di Balik Ketepatan Formula 1 yang Sempurna!

Vericut berperan penting dalam mengoptimalkan proses produksi, memastikan ketepatan komponen yang krusial...

Verstappen diajak ‘sampingkan ego’ di tengah frustrasi F1.

Verstappen diimbau untuk 'sampingkan ego' saat menghadapi frustrasi di F1, demi menjaga...

Liam Lawson tampaknya tak akan ikuti Supercars meski ada kabar Australia.

Liam Lawson sepertinya tidak akan berpartisipasi dalam Supercars meski beredar kabar seputar...

Juara F1 empat kali, Sebastian Vettel, akan ikut London Marathon!

Sebastian Vettel, juara F1 empat kali, siap berpartisipasi dalam London Marathon! Ia...