Christian Pulisic, Senjata Mematikan AC Milan: Minim Sentuhan, Maksimal Gol!
Christian Pulisic menunjukkan performa yang sangat efektif di Serie A musim ini. Dari hanya sepuluh tendangan tepat sasaran, ia sudah mencetak tujuh gol. Statistik mungkin menunjukkan keterlibatannya dalam permainan berkurang, namun peran penyerang asal Amerika Serikat ini tetap krusial bagi AC Milan.
Peran Vital Pulisic di Awal Musim
Bintang Milan, Pulisic, menjadi inspirasi di balik kemenangan comeback 3-2 Rossoneri atas Torino. Ia mencetak dua gol penting yang membawa Milan meraih tiga poin pada pertandingan tersebut. Saat ini, Pulisic menjadi pencetak gol terbanyak di liga, menyamai koleksi gol Lautaro Martinez.
Pemain bintang asal Amerika itu telah mencatatkan tujuh gol dari sembilan penampilan di Serie A, dan total sembilan gol dari dua belas pertandingan di semua kompetisi.
Pergeseran Taktik dan Efektivitas ‘Captain America’
Analisis mendalam mengungkap bagaimana Pulisic bisa menjadi begitu menentukan bagi Milan musim ini. Secara teknis, Pulisic musim ini ditempatkan sebagai salah satu dari dua penyerang tengah Milan, berbeda dengan musim sebelumnya di mana ia sering beroperasi sebagai sayap kanan.
Namun, peta panas (heatmap) menunjukkan bahwa Pulisic tidak selalu bermain di posisi yang lebih maju dari musim lalu. Ia justru lebih sering bergerak ke sisi kiri, terbantu oleh fakta bahwa ia hanya sekali bermain sebagai starter bersama Rafael Leao.
Pulisic mencatatkan lebih sedikit umpan, umpan silang, dribel, pelanggaran yang diderita, dan perebutan bola dibandingkan musim lalu. Berdasarkan statistik, ia memang terlihat kurang terlibat dalam membangun permainan. Namun, di sisi lain, ia jauh lebih mematikan. Mantan bintang Chelsea ini hanya membutuhkan total 14 tembakan, dengan sepuluh di antaranya tepat sasaran, untuk mencetak tujuh gol di Serie A.
Statistik Christian Pulisic di Serie A
Selain angka-angka yang terukur, ada faktor tak berwujud yang tidak tercatat dalam statistik: kemampuannya untuk menjadi penentu di saat tim sangat membutuhkan. Pulisic, misalnya, mencetak gol kemenangan di pertandingan besar melawan Napoli dan Inter Milan sebelum mencetak dua gol ke gawang Torino. Kontribusinya membantu Milan naik ke puncak klasemen Serie A, menyamai 31 poin milik Napoli.
Berikut adalah perbandingan statistik Pulisic di Serie A:
- Penampilan
- 2024-25: 34
- 2025-26: 9
- Gol
- 2024-25: 11
- 2025-26: 7
- Rasio Gol per Menit
- 2024-25: 226
- 2025-26: 64
- Umpan Sukses (rata-rata per laga)
- 2024-25: 23
- 2025-26: 17,44
- Peluang Tercipta (rata-rata per laga)
- 2024-25: 2,03
- 2025-26: 1,78
- Umpan Silang Sukses (rata-rata per laga)
- 2024-25: 1,56
- 2025-26: 0,89
- Rebut Bola (rata-rata per laga)
- 2024-25: 2,76
- 2025-26: 1,22
Kontribusi ‘Captain America’ ini jelas menjadi salah satu faktor kunci performa impresif Rossoneri di awal musim, membuktikan bahwa efisiensi seringkali lebih penting daripada sekadar dominasi bola.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment