Teshya Alo Siap Guncang ONE Championship: 5 Hal Menarik dari Grappler Hawaii Ini
Sensasi grappling asal Hawaii, Teshya Noelani Alo, bersiap mengukir namanya di panggung global ONE Championship. Atlet multi-talenta berusia 28 tahun ini akan melakoni debut promosionalnya melawan talenta Amerika, Helena Crevar, dalam laga submission grappling kelas bantam. Pertarungan tersebut dijadwalkan di ONE Fight Night 39 di Prime Video, yang akan disiarkan langsung pada waktu primetime AS dari Lumpinee Stadium, Bangkok, pada hari Jumat, 23 Januari. Jika mengacu waktu Indonesia, laga ini akan jatuh pada Sabtu, 24 Januari pagi hari WIB.
Alo membawa keahlian unik dan berbahaya yang melampaui Brazilian Jiu-Jitsu tradisional. Atlet kelahiran Honolulu ini tengah berada dalam momentum apik di dunia BJJ, setelah merebut tiga Kejuaraan Terbuka ADCC pada tahun 2025. Dengan catatan gemilang di gulat dan judo, jelas bahwa ia layak berada di antara para elite.
Sebelum Alo debut di ajang primetime AS pertama organisasi pada tahun 2026 ini, berikut adalah lima hal yang wajib Anda ketahui tentang superstar asal Hawaii tersebut.
#1 Alo Adalah Pegulat dan Judoka Berprestasi
Sebelum mendominasi matras jiu-jitsu, Teshya Noelani Alo membangun fondasinya sebagai pegulat dan judoka berbakat. Atlet asal Hawaii ini merebut empat gelar juara gulat tingkat SMA, Kejuaraan Dunia Kadet FILA 2014, dan Gelar Nasional Gulat Gaya Bebas USA Wrestling. Ia juga merupakan anggota Tim USA sebanyak dua kali.
Keahlian Alo dalam menjatuhkan lawan kini diterjemahkan langsung ke dalam tekanan atas yang mematikan di BJJ. Perwakilan Island Jiu Jitsu ini juga seorang judoka berprestasi dengan beberapa gelar nasional di tingkat junior. Arsenal takedown-nya yang tangguh membuatnya berbahaya saat berdiri, mampu melancarkan serangan single-leg dan double-leg dinamis yang dilengkapi dengan lemparan dan sapuan judo yang kuat.
#2 Alo Juga Terjun ke Dunia Stunt Work
Di luar matras, Alo menyalurkan atletis elitnya ke industri perfilman. Grappler asal Hawaii ini telah merambah ke pekerjaan stunt dan akting, membuat debutnya dalam serial epik Apple TV+, Chief of War. Serial ini mengisahkan penyatuan brutal Kepulauan Hawaii pada akhir abad ke-18 melalui sebagian besar pemeran Polinesia.
Latar belakang Alo yang multi-disipliner dalam olahraga tempur diterjemahkan dengan mulus ke dalam tuntutan fisik pekerjaan stunt profesional. Kini menjadi pemeran pengganti (stunt performer) terdaftar SAG-AFTRA, ia membawa penguasaan seni bela diri sejati ke dalam adegan aksi yang menuntut teknik dan presisi nyata.
#3 Alo Bangga Mewakili Warisan Hawaii
Teshya Noelani Alo terhubung erat dengan akar Hawaii-nya dan membawa semangat kepulauan itu ke setiap kompetisi. Atlet kelahiran Honolulu ini sering mengenakan perlengkapan yang melambangkan warisannya, memastikan untuk mewakili komunitas pulau dan budaya Polinesia-nya. Seiring dengan terus menorehkan prestasi di kancah BJJ, ia telah menjadi duta bagi keunggulan seni bela diri Hawaii.
Peran Alo dalam Chief of War melampaui pekerjaan stunt, karena ia menghormati sejarah negara bagian asalnya melalui penggambaran otentik prajurit Hawaii dan sistem pertarungan tradisional mereka. Dari podium Kejuaraan Dunia hingga produksi Hollywood, dan kini, ke organisasi seni bela diri terbesar di dunia, Alo membawa mana Hawaii ke mana pun ia berkompetisi.
#4 Alo Sangat Dekat dengan Adiknya
Alo bertarung untuk ohana-nya dan berbagi ikatan yang tak terpisahkan dengan adik perempuannya, Teniya, yang juga aktif di kancah BJJ. Kakak beradik ini tak terpisahkan, sering membagikan petualangan dan momen lucu mereka melalui media sosial.
Mulai dari bercanda saat sesi latihan hingga memamerkan gerakan tari dan mengabadikan momen sehari-hari, Alo bersaudara memberikan penggemar gambaran sekilas tentang hubungan dekat mereka. Keduanya sering berlatih bersama, saling mendorong sambil mempertahankan dinamika ceria yang menjadi ciri khas persaudaraan mereka.
#5 Alo Menyukai Pokemon
Seperti banyak orang di seluruh dunia, Alo menyukai Pokemon. Sensasi grappling asal Hawaii ini dan adiknya telah mengikuti anime tersebut sejak masa kecil mereka. Jika ia harus memilih Pokemon yang paling mewakilinya, itu adalah Eevee karena, seperti karakter tersebut, ia selalu berevolusi.
Selain itu, Alo bersaudara secara teratur bermain Pokemon GO, terutama saat puncak pandemi COVID-19 untuk membantu memecah kebosanan, mendapatkan udara segar, dan menjalani beberapa petualangan tak terduga untuk menemukan, menangkap, dan melatih Pokemon.
Teshya Noelani Alo akan membawa perpaduan unik antara kekuatan fisik, teknik, dan semangat budaya ke dalam debutnya di ONE Championship. Dengan latar belakang gulat, judo, BJJ, hingga pengalaman di dunia perfilman, ia dipastikan menjadi sorotan yang patut dinantikan di panggung global.
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment