Crystal Palace Dekati Bek Bayern Munich Sacha Boey di Bursa Transfer Januari
Perencanaan Crystal Palace di bursa transfer Januari tampaknya semakin bergerak cepat. Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa klub London Selatan itu sedang memantau bek kanan Bayern Munich, Sacha Boey. Laporan tersebut menunjukkan Palace termasuk di antara beberapa tim yang tengah memposisikan diri untuk mendapatkan kesepakatan potensial setelah jendela musim dingin dibuka, dengan Bayern siap untuk menyetujui kepindahan sang pemain.
Kabar terbaru dari Romano mengindikasikan bahwa Boey semakin terbuka terhadap perubahan. Hal ini didorong oleh terbatasnya peluang bermain di Munich dan perasaan bahwa situasinya tidak mungkin membaik dalam jangka pendek. Bagi Palace, situasi ini terasa seperti peluang pasar yang menarik, terutama mengingat fokus klub belakangan ini pada perekrutan pemain dengan profil atletis dan pengalaman bermain di level Liga Champions.
Konteks Situasi Boey di Bayern
Masa tinggal Sacha Boey di Jerman, setelah bergabung dari Galatasaray pada Januari 2024, diwarnai oleh minimnya kesempatan bermain dan masalah kebugaran. Ia hanya tampil dua kali di Bundesliga dan tidak pernah menjadi starter. Boey juga menghadapi serangkaian masalah cedera tak lama setelah kedatangannya, yang menghambatnya untuk mendapatkan ritme permainan yang konsisten.
Tertinggal dari Konrad Laimer dalam urutan kekuasaan di pos bek kanan, ditambah dengan penyakit dan cedera, semakin membatasi momentumnya. Kesediaan Bayern untuk membiarkannya pergi pada bulan Januari menandakan penerimaan pragmatis bahwa kepindahan dari Galatasaray belum memberikan hasil yang diharapkan di bawah arahan Thomas Tuchel kala itu.
Ketertarikan Crystal Palace dan Peran Oliver Glasner
Romano, melalui akun X-nya, menyatakan bahwa Bayern siap melepas Boey pada bulan Januari, dengan Palace dan sejumlah klub lain memantau bek kanan tersebut. Di sinilah ketertarikan Palace mendapatkan kredibilitas.
Hubungan baik yang terjalin antara manajer Oliver Glasner dan direktur olahraga Bayern, Christoph Freund, yang terbentuk selama masa kerja mereka di RB Salzburg, dapat memfasilitasi diskusi. Hal ini berpotensi menciptakan jalur negosiasi yang lebih lancar antara kedua belah pihak.
Pada usia 25 tahun, Boey cocok dengan kelompok usia yang disukai Palace. Ia juga datang dengan pengalaman tingkat elit, termasuk beberapa penampilan di Liga Champions bersama Galatasaray.
Durasi Kontrak dan Dinamika Pasar
Boey masih terikat kontrak dengan Bayern hingga tahun 2028, yang berarti Bayern tidak berada di bawah tekanan untuk menjualnya secara tergesa-gesa. Namun, kurangnya menit bermainnya di Allianz Arena mengubah keseimbangan kekuatan. Sebuah kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian permanen, atau kesepakatan transfer permanen yang terstruktur, akan sejalan dengan strategi transfer Crystal Palace yang hati-hati namun ambisius.
Analisis garisfinish.com
Ketertarikan pada Sacha Boey menjadi sorotan menarik bagi penggemar Crystal Palace. Boey memenuhi banyak kriteria yang diidamkan oleh para pendukung Palace, termasuk kecepatan, agresivitas, dan pengalaman di level Eropa yang autentik.
Ada juga perasaan bahwa Palace kini berbelanja dengan lebih percaya diri, bukan hanya sekadar berhati-hati. Seorang pemain yang datang dari Bayern Munich, meskipun mungkin terpinggirkan, menjadi pernyataan niat serius di bawah kepemimpinan Glasner. Para pendukung akan melihat koneksi Glasner dengan Salzburg bukan sekadar detail kecil, melainkan indikasi bahwa Palace menargetkan pemain yang benar-benar dipercaya oleh sang manajer, bukan hanya nama-nama oportunistik di pasar transfer.
Tentu saja ada beberapa kekhawatiran yang sah. Masalah kebugaran dan terbatasnya waktu bermain menimbulkan pertanyaan valid mengenai ketajaman dan kondisi fisik Boey saat ini. Penggemar Palace telah sering melihat pemain berbakat datang, namun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapai performa terbaiknya. Penandatanganan pemain di bulan Januari jarang memberikan dampak instan.
Namun, sisi positifnya sangat jelas. Jika Boey mampu menemukan kembali performa puncaknya yang membuatnya pindah ke salah satu klub raksasa Eropa, Selhurst Park berpotensi mendapatkan pemain berkualitas tinggi yang beroperasi jauh di bawah potensi maksimalnya saat ini.
(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment