Para Petarung Kanada Beraksi di Penutup Tahun UFC 2025
Gelaran UFC terakhir untuk tahun 2025 telah berlangsung meriah di UFC Apex, Las Vegas. Acara ini menampilkan sejumlah petarung Kanada yang menunjukkan taringnya di berbagai divisi.
Jamey-Lyn Horth Bersinar di Kelas Terbang
Jamey-Lyn Horth dari Squamish, British Columbia, membuka kartu pendahuluan (preliminary card) dengan kemenangan ronde pertama atas sesama petarung kelas flyweight, Tereza Bleda. Horth, yang sebelumnya selalu menyelesaikan pertarungan hingga ronde akhir dalam lima penampilan UFC perdananya, kali ini hanya membutuhkan waktu dua menit untuk meraih kemenangan technical knockout (TKO) atas Bleda.
Ini adalah kemenangan stoppage pertamanya sejak merebut gelar di organisasi Legacy Fighting Alliance pada tahun 2021. Petarung berusia 35 tahun itu kini membawa momentum positif menuju tahun 2026 setelah mencatatkan rekor 2-0 di tahun 2025. Sebelumnya, ia juga memenangkan keputusan atas Vanessa Demopoulos pada bulan Juni.
Melissa Croden Tak Mampu Lanjutkan Tren Positif
Sayangnya, Melissa Croden dari Calgary gagal membangun momentum positif setelah kemenangan TKO ronde ketiga atas Tainara Lisbosa dalam debut UFC-nya di Vancouver pada bulan Oktober. Kali ini, ia harus menerima kekalahan unanimous decision dari Luana Santos dalam pertarungan kelas bantamweight.
Luana Santos dari Brasil berhasil mencatatkan satu takedown di setiap ronde dan mengumpulkan lebih dari sembilan menit waktu kontrol dalam pertarungan 15 menit tersebut. Santos memasuki akhir pekan sebagai petarung peringkat ke-15 di divisi wanita 135 pon dan diperkirakan akan mempertahankan posisinya dalam peringkat.
Debut Lance Gibson Jr. di Main Card
Di kartu utama (main card), Lance Gibson Jr. dari Port Moody, British Columbia, melakoni debut UFC-nya melawan Bobby “King” Green. Namun, ia harus menelan kekalahan melalui split decision setelah tiga ronde.
Gibson, putra dari mantan petarung UFC dua kali Lance Gibson Sr., menerima pertarungan ini dalam pemberitahuan singkat (short notice). Petarung berusia 30 tahun itu sebelumnya telah bertarung enam kali di bawah bendera Bellator MMA antara tahun 2019 dan 2023. Baik dia maupun Green biasanya berkompetisi di divisi lightweight (155 pon), namun karena sifat pertarungan yang mendadak, mereka menyepakati catchweight 160 pon.
Pasangan ayah-anak Gibson ini menjadi yang ketiga yang berkompetisi di UFC, bergabung dengan Gilbert dan Elijah Smith serta Randy dan Ryan Couture. Green, yang berusia 39 tahun, sebelumnya mencatat dua kekalahan beruntun dan tiga kekalahan dari empat pertarungan terakhirnya sebelum kemenangan atas Gibson.
Pembatalan Pertandingan dan Aksi Lainnya
Seharusnya ada empat petarung Kanada di acara ini, namun pertarungan kelas strawweight yang dijadwalkan antara Gillian Robertson dari Niagara Falls, Ontario, dan Amanda Lemos dari Brasil dibatalkan beberapa jam sebelum acara karena masalah medis pada Lemos.
Dalam aksi kartu pendahuluan lainnya, Steven Asplund dan Sean Sharaf saling berhadapan dalam pertarungan heavyweight yang berdarah, dengan Asplund meraih kemenangan TKO di ronde kedua. Asplund mendapatkan kontrak UFC-nya dengan kemenangan knockout 16 detik di Dana White’s Contender Series pada bulan September, dan berhasil mendaratkan 170 significant strikes hanya dalam 8:49 total waktu pertarungan melawan Sharaf.
Isaac Thomson dari Australia juga menjalani debut UFC-nya dengan mengesankan, meskipun kalah melawan Joanderson Brito dari Brasil dalam pertarungan featherweight. Thomson menggantikan Melsik Baghdasaryan yang cedera dalam waktu beberapa hari. Petarung berusia 23 tahun itu terlihat pantas berada di UFC, namun akhirnya kalah melalui unanimous decision. Brito, yang berusia 30 tahun, adalah salah satu petarung 145 pon yang kurang mendapat sorotan di daftar UFC dan memiliki kemenangan sebelumnya atas penantang gelar Diego Lopes. Kemenangan ini juga mengakhiri dua kekalahan beruntun Brito.
(OL/GN)
sumber : www.sportsnet.ca
Leave a comment