Inter Milan Gusur Rival di Puncak Klasemen, Laga Kontra Genoa Diwarnai Kericuhan Fans dan Pembakaran Kendaraan
Pertandingan Serie A antara Inter Milan dan Genoa pada Minggu malam diwarnai insiden kekerasan yang mengejutkan di luar Stadion Luigi Ferraris. Sebelum kick off, dua kelompok suporter dari kedua tim terlibat bentrokan sengit yang memaksa polisi anti huru-hara turun tangan untuk meredakan situasi.
Awal Mula Ketegangan
Kericuhan dilaporkan bermula ketika sejumlah penggemar Genoa melemparkan benda-benda ke arah suporter Inter yang berada di area yang telah ditentukan. Insiden ini kemudian memicu bentrokan pertama antara kedua kelompok.
Situasi semakin panas dengan adanya video yang beredar di media sosial, menunjukkan kendaraan van polisi anti huru-hara serta api yang berkobar dari sejumlah kendaraan. Petasan dan bom asap juga dilemparkan di jalanan, menambah kekacauan. Pihak berwenang berusaha keras untuk menenangkan situasi yang tidak menyenangkan tersebut.
Eskalasi Kekerasan dan Intervensi Polisi
Setelah bentrokan awal, ketegangan meningkat, dan pertempuran lebih lanjut terjadi antara polisi dan ultras Rossoblu (julukan untuk Genoa). Tong sampah dibakar, sebelum kemudian beberapa kendaraan menjadi sasaran amuk massa. Pihak berwenang terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan para suporter.
Akibat dari insiden ini, dilaporkan ada dua orang yang mengalami cedera. Beruntung, polisi berhasil memulihkan ketertiban dan keamanan sebelum pertandingan dimulai, memastikan laga dapat berlangsung sesuai jadwal.
Jalannya Pertandingan dan Posisi Klasemen
Meski diwarnai insiden di luar lapangan, Inter Milan berhasil meraih kemenangan 2-1 dalam laga tandang ini. Bek Yann Bisseck membuka keunggulan untuk Inter di menit keenam, diikuti oleh gol Lautaro Martinez di menit ke-38 yang menggandakan keunggulan tim tamu. Genoa berhasil memperkecil kedudukan melalui gol Vitinha di menit ke-68, namun gagal menemukan gol penyama kedudukan di sisa laga.
Kemenangan ini membawa Inter Milan melesat ke puncak klasemen Serie A, unggul satu poin dari rival sekota mereka, AC Milan, yang bermain imbang 2-2 di kandang melawan Sassuolo. Sementara itu, Genoa berada di peringkat ke-16, dua poin di atas zona degradasi.
Konteks Rivalitas dan Hasil Sebelumnya
Menariknya, Inter dan Genoa sebenarnya bukanlah rival sengit. Rivalitas besar Genoa, yang kini dilatih oleh mantan gelandang Italia dan AS Roma Daniele De Rossi, adalah dengan Sampdoria. Namun, kedua klub kota tersebut belum bertemu di liga sejak 2022 karena degradasi Sampdoria ke Serie B.
Inter Milan sendiri bangkit dari kekalahan di laga sebelumnya di Liga Champions. Mereka tunduk dari Liverpool setelah Dominik Szoboszlai mencetak gol penalti kontroversial di menit akhir. Penalti diberikan setelah Florian Wirtz terjatuh di kotak penalti usai Alessandro Bastoni menarik kaus pemain Jerman itu. Hasil positif melawan Genoa ini menjadi momentum penting bagi Nerazzurri untuk kembali ke jalur kemenangan di liga domestik.
(SA/GN)
sumber : www.dailystar.co.uk
Leave a comment