Home Sepakbola Champions League Mason Mount: Mampukah curi tempat di Skuad Inggris PD?
Champions League

Mason Mount: Mampukah curi tempat di Skuad Inggris PD?

Share
Mampukah Mason Mount Rebut Tiket Piala Dunia Inggris?
Share

Mason Mount di Garis Finis: Antara Tantangan, Dedikasi, dan Harapan Baru di Old Trafford

Mason Mount, peraih gelar Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub bersama Chelsea, kini menghadapi babak baru dalam kariernya di Manchester United. Ia sempat tampil sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir saat United memenangkan final Piala FA 2024 melawan Manchester City. Sebelumnya, ia menjadi starter dalam kekalahan final Liga Europa dari Tottenham pada Mei lalu dan merupakan bagian dari skuad United.

Pemain berusia 26 tahun ini tidak menyesali keputusannya meninggalkan klub masa kecilnya, Chelsea. Bagi Mount, tantangan untuk mengembalikan kejayaan United justru membangkitkan semangatnya. Saat ia bergabung, klub di bawah Erik ten Hag menunjukkan ketertarikan yang kuat padanya, sebuah faktor yang masih sangat penting baginya hingga kini.

Fleksibilitas Tinggi, Aset Berharga untuk Staf Pelatih

Staf pelatih di Carrington melihat Mount sebagai pemain berlevel tinggi yang sangat fleksibel. Ia mampu beradaptasi di berbagai posisi dalam sistem permainan. Kemampuan Mount untuk bermain di sisi kiri, kanan, sebagai gelandang serang nomor 10, gelandang bertahan (nomor enam), atau gelandang tengah (nomor delapan) menjadikannya aset penting bagi setiap pelatih yang menganggap adaptabilitas sebagai senjata utama.

“Dia pemain yang sangat cerdas,” ujar salah satu staf pelatih United ketika ditanya tentang Mount. “Dia sangat teknis. Terkadang menjadi pemain teknis bukan hanya soal bersenang-senang dengan bola. Ini tentang kualitas umpan, penerimaan bola, bagaimana cara menerima bola. Mason bisa menyeimbangkan tim kami dengan cukup baik.”

Pengakuan terhadap kualitas Mount tidak hanya datang dari staf pelatih. Banyak pihak di Carrington yang senang melihat Mount mampu mengatasi masalah cedera dan berpotensi memberikan performa konsisten.

Baca juga:  Arsenal: Musim Fantastis, Saatnya Taklukkan Eropa?

Profesionalisme Tak Tertandingi di Tengah Badai Cedera

Dua tahun terakhir memang tidak mudah bagi Mount. Ia sendiri mengakui bahwa menghadapi dua absen panjang dan beberapa cedera kecil yang mengganggu adalah hal yang berat. Namun, staf di Carrington mengagumi sikap profesional yang ditunjukkan Mount selama masa pemulihan.

Sumber di tempat latihan menyebutkan bahwa Mount melakukan segala upaya untuk tetap bugar. Ia sering menjadi salah satu pemain terakhir yang meninggalkan tempat latihan setelah sesi panjang di bak es dan sauna. Mount juga dikenal sebagai sosok yang menyatukan kelompok pemain dalam skuad. Hal ini terlihat jelas musim ini, di mana para pemain United tetap solid dan fokus untuk meraih hasil yang lebih baik.

Selain itu, Mount sangat disukai oleh staf non-sepak bola karena sifatnya yang sangat membantu, sesuatu yang tidak selalu dapat ditemukan di antara para pemain di United atau klub mana pun. Ia meluangkan waktu berinteraksi dengan beberapa anak yang sering berada di luar tempat latihan, berbicara dengan mereka dan orang tua mereka, bahkan masih mengenakan gelang pemberian salah satu anak tersebut.

Sifat-sifat positif ini memang penting dari sisi kemanusiaan. Namun, di dunia Liga Primer yang penuh tekanan, semua itu hanya menjadi ‘pelengkap’ dibandingkan dengan performa di lapangan.

Membangun Momentum: Performa dan Harapan Eropa

Meskipun menghadapi tantangan cedera dan adaptasi, Mount mulai menunjukkan momentum positif. Ia tampil menonjol dalam beberapa kesempatan dan menunjukkan kontribusi berarti bagi tim, seiring dengan kembalinya ia dari cedera.

Musim ini, Mason Mount baru membukukan 1 gol untuk Manchester United di semua kompetisi, tepatnya saat melawan Newport County di Piala FA pada Februari 2024.

Baca juga:  Osimhen: 50 gol Galatasaray, tercepat sepanjang masa!

Target United dalam beberapa minggu dan bulan ke depan adalah meraih tiket ke kompetisi Eropa dan mengamankan posisi lima besar di liga, yang berpeluang mengamankan kembali ke Liga Champions satu tahun lebih cepat dari jadwal.

(LC/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Prediksi Susunan Pemain Southampton vs Arsenal di Piala FA Hari Ini

Dalam laga Piala FA hari ini, Southampton dan Arsenal bersiap untuk bertarung....

PSG menang atas Toulouse, kokoh di puncak Ligue 1!

PSG meraih kemenangan gemilang atas Toulouse, memperkuat posisinya di puncak Ligue 1....

Jurgen Klopp Dipastikan Kembali, Prediksi ‘Mustahil’ dari Juara Liga Champions Reds

Jurgen Klopp dipastikan kembali memimpin Liverpool, menantang prediksi mustahil untuk meraih gelar...

Rakitić: Ini alasan jelas dominasi Real Madrid di Eropa.

Rakitić mengungkapkan bahwa dominasi Real Madrid di Eropa terletak pada mentalitas juara...