Real Madrid Putus Tren Kekalahan, Tekuk Alavés di Tengah Badai Cedera
Real Madrid berhasil mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun mereka dengan kemenangan 2-1 saat bertandang ke Mendizorroza. Hasil ini menjaga tekanan Los Blancos terhadap Barcelona di puncak klasemen La Liga, dengan selisih empat poin. Kylian Mbappé dan Rodrygo Goes mencetak gol untuk Real Madrid, yang hanya sempat dibalas Carlos Vicente melalui skema serangan balik untuk Alavés.
Krisis Lini Belakang dan Debut Impresif
Sudah cukup lama Real Madrid tidak menghadapi daftar cedera yang begitu panjang, terutama di lini belakang. Situasi darurat ini memaksa Xabi Alonso untuk putar otak. David Alaba, Dani Carvajal, Trent Alexander-Arnold, Ferland Mendy, dan Éder Militão semua absen karena cedera, ditambah opsi darurat Eduardo Camavinga yang juga cedera. Belum lagi Carvajal, Álvaro Carreras, dan Fran García yang terkena skorsing.
Kondisi ini membuat Alonso memanggil pemain Castilla, Víctor Valdepeñas, sebagai bek kiri darurat. Banyak harapan juga disematkan pada kondisi Antonio Rüdiger dan Dean Huijsen yang berusaha pulih dari cedera. Ketiga pemain ini akhirnya mendapatkan menit bermain, dengan Valdepeñas dan Rüdiger menjadi starter. Valdepeñas bahkan mencatatkan debut yang luar biasa, menjadi pemain pertama sejak Dani Carvajal dan Isco pada 2013 yang melakukan lebih dari lima tekel dan lebih dari 12 duel dalam pertandingan pertamanya untuk Real Madrid.
Evaluasi Penampilan: Antara Harapan dan Realita
Ketika peluit akhir berbunyi di Bernabéu dan Manchester City meraih kemenangan 2-1, ada perasaan campur aduk. Real Madrid harus menelan kekalahan kedua dalam empat hari, namun di sisi lain, tim telah menunjukkan salah satu penampilan terbaik mereka dalam setidaknya satu bulan terakhir. Tim bermain dengan rencana yang jelas, intensitas, dan semangat juang yang tidak terlihat saat melawan Celta Vigo atau Girona.
Keraguan muncul: apakah performa itu hanya karena pentingnya laga (melawan elite Eropa di kandang sendiri) atau memang ada peningkatan taktis yang berarti? Laga tandang ke Vitoria-Gasteiz menghadapi Alavés dalam kondisi sulit menjadi ujian besar bagi Real Madrid. Namun, performa yang ditunjukkan justru kembali ke level yang sempat kesulitan melawan Elche atau Rayo Vallecano dalam beberapa pekan terakhir. Mereka terlalu bergantung pada magis Kylian Mbappé, kesulitan menembus pertahanan rapat Alavés, dan bertahan dengan buruk. Jelas, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Harmoni Lini Serang Bintang Empat
Kuartet Rodrygo, Mbappé, Bellingham, dan Vinícius Júnior sebenarnya cukup sering terlihat beraksi bersama, terutama di awal musim 2024/25. Namun, ini adalah pertama kalinya keempat pemain ini menjadi starter bersama di bawah asuhan Xabi Alonso. Rodrygo mendapatkan hadiah atas penampilan apiknya melawan Manchester City di tengah pekan, dan ia membuktikan diri dengan mencetak gol keduanya dalam dua pertandingan, setelah sempat paceklik gol selama sembilan bulan.
Yang paling menarik dari formasi ini adalah Kylian Mbappé lebih banyak bergerak ke sisi kiri dari biasanya, bergantian posisi dengan Vinícius Júnior, daripada bermain di posisi sentralnya. Pemain lain seperti Franco Mastantuono juga mendapat menit bermain, penampilan pertamanya sejak 1 November. Begitu pula Brahim Díaz, yang belum menjadi starter sejak 9 November, dan Gonzalo García, menunjukkan seluruh kekuatan ofensif tim.
Posisi Xabi Alonso di Ujung Tanduk?
Berbagai laporan media mengklaim bahwa apa pun selain kemenangan bisa membuat Xabi Alonso kehilangan pekerjaannya. Meski Los Blancos berhasil meraih tiga poin, kemenangan ini sama sekali tidak meyakinkan untuk meredakan kekhawatiran. Memang benar Alonso menghadapi krisis cedera besar, terutama di lini pertahanan, dan ia memiliki keberanian untuk memanggil pemain dari Castilla daripada memaksakan pemain di luar posisinya. Namun, penundaan pemecatannya saat ini tampaknya hanya menunda sesuatu yang tak terhindarkan.
Pesan dari klub terus mengindikasikan ketidakpuasan, jika bukan dengan hasil, maka dengan tingkat kebugaran pemain dan manajemen ruang ganti. Mereka bersikeras bahwa Alonso juga harus mengamankan kemenangan melawan Talavera de la Reina di Copa del Rey dan melawan Sevilla di Bernabéu Sabtu depan untuk mempertahankan pekerjaannya hingga 2026. Tuntutan seperti itu terasa absurd, dengan Alonso yang terus bertahan tanpa dukungan penuh dari klub.
Kontroversi Penalti untuk Vinicius
Insiden ini memang tidak memengaruhi hasil akhir, namun Real Madrid tampaknya pantas mendapatkan penalti yang jelas pada menit ke-88. Nahuel Tenaglia terlihat menendang Vinícius Júnior saat pemain Brasil itu melakukan dribel melewatinya. “Itu penalti, tapi dia tidak memberikannya karena itu saya,” kata Vinícius dengan marah.
Namun, komentar paling masuk akal tentang insiden itu datang dari pelatih Alavés, Eduardo Coudet, yang mengatakan, “itu antara penalti atau kartu kuning kedua karena diving.” Wasit Víctor García Verdura memilih untuk tidak memberikan salah satunya, dan ofisial VAR Pablo González Fuertes kemudian menolak untuk terlibat dari belakang layar. Kontak terlihat jelas, dan mengejutkan bahwa tidak ada wasit yang menganggapnya sebagai pelanggaran penalti.
Kritik Alonso Terhadap Debut Pemain Muda
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Xabi Alonso secara mengejutkan memilih untuk mengkritik debutan Víctor Valdepeñas. Ia mengklaim bahwa, “kami kebobolan pada satu-satunya kesalahan yang dibuat Valdepeñas, dan mereka memanfaatkannya.” Ini terasa seperti keputusan yang aneh bagi sang pelatih untuk secara terang-terangan menunjuk jari pada debutan termuda ketiga abad ini, setelah Raphael Varane dan Achraf Hakimi.
Alonso kemudian melanjutkan dengan mengatakan, “Saya mengatakan itu untuk menyoroti betapa hebatnya dia dan betapa pentingnya dia bagi kami,” namun keputusan untuk menyalahkan Valdepeñas atas gol yang kebobolan terasa keras, mengingat Antonio Rüdiger yang justru membuat Carlos Vicente onside karena gagal menjaga garis offside. Hal ini semakin memicu kekhawatiran bahwa Alonso bermain untuk mengakomodasi ego-ego besar di ruang ganti dengan mengorbankan pemain lain, dengan Valdepeñas menjadi korban kali ini.
(SA/GN)
sumber : www.managingmadrid.com
Leave a comment