Kasus Sylvan Ebanks-Blake: Mantan Pemain Liga Primer Menang dalam Sidang Menghadapi Dokter Bedah
Seorang mantan pemain Liga Primer Inggris, Sylvan Ebanks-Blake, berhasil memenangkan gugatan hukum terhadap seorang dokter bedah terkemuka. Ia mengklaim bahwa prosedur yang tidak perlu telah mengakhiri kariernya lebih awal.
Kronologi Kasus
Ebanks-Blake, mantan striker Wolverhampton Wanderers berusia 39 tahun, mengajukan tuntutan di Pengadilan Tinggi pada hari Kamis, lebih dari satu dekade setelah ia mengalami cedera saat bermain untuk klub.
Pemain ini mengalami patah tulang di kaki kirinya dalam sebuah pertandingan melawan Birmingham City pada April 2013. Ia menyatakan bahwa selama operasi untuk memperbaiki patah tulang tersebut, Profesor James Calder juga menghilangkan jaringan parut di pergelangan kaki dan kartilago yang longgar.
Dampak dari Prosedur Bedah
Ebanks-Blake mengaku bahwa prosedur tersebut menyebabkan peradangan dan mempercepat perkembangan osteoarthritis di pergelangan kakinya. Ia juga menyatakan bahwa dokter gagal memberikan informasi yang cukup mengenai risiko yang terkait dengan prosedur tersebut.
Pembelaan Dokter
Di sisi lain, Profesor Calder membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa perawatan yang diberikan justru memperpanjang karier Ebanks-Blake, karena ia masih bisa bermain selama enam tahun lagi sebelum pensiun pada tahun 2019.
Namun, Hakim Christina Lambert menemukan bahwa operasi yang dikenal sebagai arthroscopy berkontribusi pada penurunan kondisi kesehatan Ebanks-Blake. “Saya puas bahwa, seandainya tidak ada arthroscopy, penggugat akan kembali ke kondisi tanpa rasa sakit sebelum kecelakaan,” ungkapnya.
Kesimpulan dari Pengadilan
Selama persidangan di London awal tahun ini, pengacara Ebanks-Blake, Simeon Maskrey KC, menjelaskan bahwa “gejala yang muncul dan perkembangan osteoarthritis membawa karier sepak bolanya berakhir lebih awal dari seharusnya.”
Dalam membela klaimnya, Profesor Calder menjelaskan bahwa cedera yang dialami Ebanks-Blake merupakan hal yang signifikan, dan akan dianggap lalai jika prosedur tersebut tidak dilakukan. Namun, Hakim Lambert menilai bahwa Ebanks-Blake hanya mengalami “patah tulang pergelangan kaki yang kecil” dan bahwa keputusan untuk melakukan arthroscopy serta prosedur lainnya tidak masuk akal.
Dalam pernyataannya, Hakim Lambert menyebutkan bahwa penghilangan jaringan parut justru membuat sendi menjadi tidak stabil dan mempercepat proses degeneratif di pergelangan kakinya.
Kronologi Karier
Ebanks-Blake memulai kariernya di usia 15 tahun di akademi muda Manchester United dan melakukan debut di tim utama pada tahun 2004. Ia mengalami cedera di bagian bawah kaki kirinya setelah ditackle setahun kemudian tetapi mampu melanjutkan kariernya setelah istirahat sepanjang musim.
Pada tahun 2008, ia bergabung dengan Wolves dan menjadi pencetak gol terbanyak mereka sebelum mengalami cedera akibat benturan pada tahun 2013. Ia menjalani operasi pergelangan kaki dengan Profesor Calder yang mengakibatkan komplikasi lebih lanjut dan akhirnya pensiun.
Langkah Selanjutnya
Keputusan mengenai jumlah ganti rugi akan ditentukan dalam persidangan yang akan datang.
(PL/GN)
sumber : news.sky.com
Leave a comment