Cade Cunningham Harapan di Jersey Retires

Kisah di Balik Kesuksesan
ARLINGTON, Texas — Cade Cunningham mengingat masa sulitnya saat duduk di kelas bahasa Inggris dan berbagi cerita dengan gurunya, Doris Morehead Jones. Saat itu, Cunningham masih menjadi siswa kelas dua di James Bowie High School, Arlington, Texas, dan merasa tertekan.
Sebagai pemain bintang di tim bola basket sekolah, ia menghadapi kecemburuan dari pemain senior lainnya. Dalam pertemuannya dengan Morehead Jones, ia hanya ingin dipahami.
“Dia seperti jiwa tua dalam tubuh muda yang masih ceria,” kata Morehead Jones. “Saya tidak pernah mendengar dia mengatakan hal negatif tentang siapa pun, meskipun dia sering mendapatkan kebencian dari teman-teman sekelasnya.”
Pembelajaran dari Pengalaman
Cunningham merasa seperti “orang luar” di timnya, dengan rekan-rekannya yang enggan menerimanya. Namun, pengalaman ini membantu pembentukannya sebagai seorang pemimpin di kemudian hari.
“Saya jelas mengingat itu,” ujar Cunningham. “Kami sudah berdamai dan sekarang kami baik-baik saja. Tapi itu adalah sesuatu yang membuat saya banyak belajar.”
Ia menyadari saat itu bahwa ia ingin menjadi pemimpin yang lebih baik. “Saya belajar bagaimana membuat orang merasa seperti yang saya inginkan di masa itu,” tambahnya.
Penghormatan di Sekolah
Pada Rabu lalu, Cunningham kembali ke Bowie High School dan menyaksikan jersey No. 2-nya diabadikan di langit-langit sekolah. Momen ini membuatnya emosional, terutama saat bertemu kembali dengan Morehead Jones.
Saat itu, ia juga bermain melawan Dallas Mavericks di American Airlines Center, mencetak 29 poin, 10 rebound, dan 9 assist sebelum mengalami kekalahan di waktu tambahan.
Kesan dari Guru
Morehead Jones menggambarkan bagaimana Cunningham telah menjadi sosok yang dihormati di sekolah dan komunitas. Dalam kesempatan itu, Cunningham didampingi oleh orang tua dan putrinya, Riley, yang duduk di pangkuannya.
“Orang-orang di sini telah mendukung saya,” kata Cunningham. “Saya dikelilingi oleh kelompok yang luar biasa sepanjang hidup saya.”
Penerus Inspirasi
Pelatih Pistons, J.B. Bickerstaff, sering memuji kemampuan Cunningham dalam memimpin tim tanpa mengorbankan orang lain. Karakter tenang yang dimiliki Cunningham terbentuk berkat pengalaman masa remajanya di Bowie.
Salah satu kenangan favorit guru di sekolah adalah saat Cunningham menyemangati siswa lain yang terlihat minder. Begitu juga, saat ada grup siswa yang kesulitan belajar, Cunningham tak ragu untuk membantu mereka.
Tentu saja, masa-masa itu tidak selalu sempurna. Ia terkadang bolos untuk pulang makan siang. Namun, Cunningham tetap berhasil di kelas dan mengarahkan rekan-rekannya untuk lebih fokus.
Kembali ke Akarnya
Summer lalu, setelah mendapatkan penghargaan All-NBA, Cunningham kembali ke Bowie untuk berlatih. Ia bahkan meluangkan waktu untuk berfoto dengan para siswa yang mengaguminya.
“Cade adalah sosok yang luar biasa. Dia selalu siap membantu tanpa diminta,” kata Dayton Barone, asisten pelatih tim basket di Bowie.
Kesempatan untuk Menginspirasi
Pada upacara pengundian jersey, terlihat banyak guru yang hadir untuk memberikan dukungan. Cunningham percaya bahwa melihat jersey-nya tergantung di langit-langit dapat memotivasi siswa lainnya untuk mengejar mimpi mereka.
“Kadang-kadang, anak-anak hanya perlu merasakan bahwa itu mungkin,” kata Cunningham tentang makna dari pengundian jersey tersebut. “Saya tahu itu sangat berarti bagi saya saat melihat orang-orang yang telah berhasil.”
(BA/GN)
sumber : www.nba.com
Leave a comment