Kebijakan Transfer Bayern Munich: Dana Penjualan Coman Tak Bisa Dialihkan untuk Xavi Simons
Anggota dewan olahraga Bayern Munich, Max Eberl, awalnya memiliki rencana untuk menginvestasikan kembali biaya transfer yang didapat dari penjualan Kingsley Coman ke pemain lain. Namun, gagasan tersebut tidak pernah terealisasi karena klub mengeluarkan mandat internal untuk menahan diri dari akuisisi pemain tambahan secara permanen.
Pergeseran Strategi Transfer
Keputusan tersebut mengubah arah strategi transfer Bayern, yang kini lebih mengarah pada opsi peminjaman pemain ketimbang pembelian. Eberl menjelaskan bahwa diskusi telah dilakukan mengenai calon pengganti jika Coman memang dilepas, namun kebijakan klub berubah di tengah jalan.
“Christoph (Freund), Vincent (Kompany), dan saya punya ide pemain yang bisa kami datangkan jika Coman pergi. Namun, kemudian diputuskan bahwa kami tidak akan lagi membeli pemain, tapi hanya meminjamkannya. Tapi itu bukan pertarungan antara dewan pengawas dan manajemen olahraga. Itu adalah keputusan yang sepenuhnya obyektif, yang pada akhirnya kami dukung,” kata Eberl kepada 11Freunde.
Target Impian yang Terlewat
Meski Eberl tidak menyebutkan secara spesifik siapa pemain yang menjadi targetnya, diketahui bahwa ia sangat tertarik pada mantan gelandang RB Leipzig, Xavi Simons. Simons, yang dikenal serbaguna dan memiliki mental menyerang, dianggap sangat cocok dengan sistem permainan yang diusung oleh pelatih Vincent Kompany.
Sayangnya, keinginan Eberl untuk mendatangkan Simons harus pupus. Dewan pengawas Bayern Munich telah menyelesaikan kebijakan untuk tidak membeli pemain baru sebelum Eberl dapat menjalankan rencananya. Pada akhirnya, Xavi Simons memilih untuk bergabung dengan Tottenham Hotspur, meninggalkan Bayern dengan rencana yang belum tereksekusi.
Perubahan kebijakan transfer ini menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati dari Bayern Munich di bursa transfer. Keputusan untuk memprioritaskan peminjaman pemain ketimbang pembelian permanen dapat berdampak pada kedalaman skuad dan fleksibilitas tim dalam jangka panjang, terutama dalam menghadapi kompetisi yang ketat baik di Bundesliga maupun di kancah Eropa.
(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com
Leave a comment