Home Sepakbola Liga Lainnya PSG Makin Serius di Tiongkok, Buka Akademi Guangdong!
Liga Lainnya

PSG Makin Serius di Tiongkok, Buka Akademi Guangdong!

Share
Share

PSG Makin Kuat di Tiongkok: Akademi Baru di Guangdong Picu Perdebatan

22 Desember – Paris Saint-Germain (PSG) baru saja meresmikan akademi baru mereka di Provinsi Guangdong, Tiongkok. Langkah ini menjadi bukti terbaru dari tren klub-klub top Eropa yang semakin serius menanamkan akar jangka panjang di dunia sepak bola Tiongkok.

Bagi PSG, akademi di Guangdong ini melengkapi keberadaan akademi mereka sebelumnya di Hong Kong dan Makau, sekaligus memperdalam jejak klub raksasa Prancis ini di kawasan Asia. Model pengembangan seperti ini kini sudah seperti cetakan kue yang umum diterapkan.

Jejak PSG di Tanah Naga

Kerja sama dengan operator lokal, penyampaian kurikulum klub yang diklaim ‘unik’, melatih pelatih setempat, dan menghubungkan pemain-pemain menjanjikan ke jaringan kamp dan turnamen internasional menjadi inti dari model ini. Seperti yang diungkapkan eksekutif PSG, Nadia Benmokhtar, tujuannya adalah “untuk berbagi pengetahuan kami, berkontribusi pada pengembangan sepak bola lokal, dan menciptakan ikatan abadi dengan generasi baru penggemar Tiongkok.”

Dua Sisi Mata Uang: Manfaat atau Hambatan?

Namun, pertanyaan besar selalu mengiringi proyek-proyek semacam ini: apakah pada akhirnya proyek-proyek ini benar-benar membantu atau justru menghambat sepak bola domestik di Tiongkok? Para kritikus berpendapat bahwa akademi asing berisiko membayangi klub dan sistem dalam negeri, mengalihkan perhatian, sumber daya, dan prestise dari model pengembangan lokal.

Keraguan juga muncul mengenai seberapa sering jalur ini benar-benar mengarah pada kemajuan signifikan bagi sepak bola Tiongkok, ketimbang hanya berfungsi sebagai ajang pembangunan merek bagi tim-tim Eropa.

Konteks Sepak Bola Tiongkok

Untuk saat ini, Guangdong hanyalah satu titik data lain dalam eksperimen besar yang membentuk kembali cara sepak bola global bersinggungan dengan Tiongkok. Sebuah negara dengan populasi 1,5 miliar jiwa, namun dengan peringkat FIFA di posisi 93, menyiratkan bahwa dibutuhkan lebih dari satu atau dua akademi saja untuk benar-benar mengangkat standar sepak bola domestik mereka. Kehadiran akademi-akademi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif yang nyata, bukan sekadar simbolis.

Baca juga:  Harry Kane senang Bayern Munich mengalahkan Real Madrid!

(SA/GN)
sumber : www.insideworldfootball.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Apakah Ronaldo bakal turun untuk Al Nassr vs Al Okhdood?

Ronaldo mungkin akan tampil dalam laga Al Nassr melawan Al Okhdood, menarik...

Dortmund Fans Komplain soal Nico Schlotterbeck Usai Kontrak ‘Klub Impian’.

Para penggemar Dortmund mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Nico Schlotterbeck setelah kontraknya yang...

Bayern Munich bikin geger, Leon Goretzka jadi terkesan luar biasa!

Bayern Munich membuat heboh dengan penampilan luar biasa Leon Goretzka, yang menunjukkan...

Al Taawoun vs Al Kholood: Statistik dan Rekor Pertemuan Liga Saudi

Pertandingan Al Taawoun melawan Al Kholood akan jadi sorotan utama, dengan statistik...