Kritik Terhadap Max Kilman di West Ham
Sejak bergabung dengan West Ham dengan kontrak tujuh tahun dan menyatakan keyakinannya untuk terus berkembang sebagai pemain, Max Kilman telah menetapkan standar yang tinggi dalam dunia sepak bola Liga Inggris. Dalam 18 bulan terakhir, tidak ada pemain yang kebobolan lebih banyak dari 91 gol yang dicetaknya di Premier League.
Kolega satu timnya, Kyle Walker-Peters, berada di urutan kedua dengan 90 gol, sementara Mateus Fernandes melengkapi podium yang tidak menyenangkan ini dengan 87 gol kebobolan.
Performa yang Mengecewakan
Walaupun tidak ada rasa malu dalam terperdaya oleh kecepatan Tijani Reijnders atau dilewati oleh Rico Lewis, harapan untuk Kilman kembali beraksi setelah diturunkan oleh Nuno Espirito Santo sangat tinggi. Namun, yang terlihat justru sebaliknya: keputusan yang lamban, kurangnya kepemimpinan, dan kerentanan yang terlihat jelas bahkan terhadap gerakan yang paling sederhana.
Bertanding melawan Manchester City, Kilman tampak berusaha keras untuk menandingi rekor buruk Roger Johnson dalam hal pertahanan. Di Etihad, dia tampak memperbolehkan Reijnders masuk ke area enam yard layaknya teman lama, sebelum terjatuh saat berusaha mengatasi situasi yang dinilai buruk oleh banyak pengamat, yang berujung pada gol kedua Haaland.
Kritik dari Penggemar
Sebuah podcast West Ham menyatakan:
‘Pound for pound, Max Kilman adalah bek tengah terburuk West Ham dalam sejarah Premier League. Sebenarnya, mungkin dia adalah rekrutan terburuk West Ham sepanjang era Premier League.’
Persaingan dalam kategori ini terbilang sangat ketat, namun Kilman jelas berada di jalur yang salah sebagai bek dengan harga £40 juta yang membuat timnya semakin merana dalam bertahan.
Ambisi yang Memudar
Setelah meninggalkan Wolves, Kilman menyatakan impiannya untuk mewakili Inggris sebagai “tujuan besar bagi saya”. Ia berpendapat bahwa selama dua tahun terakhir, ia telah berkompetisi dengan bek tengah lain di Premier League dan merasa konsisten. Namun, melihat performanya saat ini, mimpi tersebut tampaknya semakin menjauh dan berbalik menjadi mimpi buruk baik untuk dirinya, klub, maupun manajer.
Memiliki kemampuan untuk menyaksikan masalah di Wolves dan langsung melompat ke dalam situasi sulit di West Ham adalah suatu hal yang mencolok, dan kini, masa depan Kilman berada dalam ketidakpastian.
Dampak Terhadap Tim
Performa Kilman tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga menambah tantangan besar bagi West Ham dalam memperbaiki posisi mereka di liga. Dengan pertahanan yang lemah, ambisi klub untuk bersaing di papan atas semakin terganggu. Penanganan situasi ini oleh pelatih dan manajemen akan sangat menentukan langkah tim ke depan.
(PL/GN)
sumber : www.football365.com
Leave a comment