Manel Kape Tantang Joshua Van: “Dia Hanya Karung Tinju Saya!”
Manel Kape sangat ingin menjadi penantang pertama bagi juara baru UFC kelas terbang, Joshua Van. Namun, ambisinya bukan hanya meraih gelar dan bonus Fight of the Night, melainkan untuk memberikan pelajaran telak yang tak terlupakan kepada sang juara.
Setelah mengalahkan Brandon Royval dengan kemenangan knockout di ronde pertama pada acara UFC terakhir tahun 2025, petarung veteran kelas 125 pon ini menjanjikan hasil serupa jika permintaannya untuk menghadapi Van dikabulkan. Joshua Van sendiri berhasil merebut sabuk juara setelah cedera aneh menimpa Alexandre Pantoja di UFC 323. Dengan Pantoja yang harus menepi dalam waktu yang belum ditentukan, divisi flyweight harus terus bergerak maju. Di sinilah Kape melihat kesempatannya, berjanji untuk mengakhiri masa pemerintahan Van sebelum benar-benar dimulai.
“Van Hanya Karung Tinju Saya”
Kape tidak berbasa-basi mengenai pandangannya terhadap Joshua Van. Ia melihat Van sebagai target empuk untuk dilatih.
“Saya melihat Joshua Van sebagai karung tinju,” kata Kape kepada MMA Fighting. “Sejujurnya, saya melihat Joshua Van sebagai karung tinju. Untuk pertarungan saya, saya rasa saya hanya perlu pergi ke *gym* dan memukul karung tinju. Itulah pertarungan yang akan saya hadapi. Karung tinju yang keras. Apa pun yang akan saya daratkan, apa pun yang saya mau. Tentu saja, karung tinju ini akan membalas, tapi saya akan menghindarinya.”
“Bahkan Brandon Royval, pria dengan banyak *volume*, banyak kecepatan—dia tidak bisa mendaratkan apa pun pada saya. Joshua Van juga tidak akan bisa mendaratkan apa pun. Saya akan menghindari semua pukulannya. Saya akan menghajar karung tinju saya. Itulah pertarungannya nanti. Itu adalah berita utama perebutan gelar. Joshua Van akan menjadi karung tinju Manel Kape.”
Pertarungan Gaya yang Menguntungkan
Ada banyak alasan mengapa Kape begitu percaya diri akan menghadapi Van berikutnya, salah satunya adalah pepatah lama tentang bagaimana styles make fights. Van dikenal sebagai striker dinamis, begitu juga Kape, yang telah mencatat tiga knockout beruntun untuk menempatkan dirinya dalam jalur perebutan gelar.
Kape tahu bahwa menempatkan dirinya di oktagon melawan Van menjanjikan fireworks, meskipun ia tidak berharap pertarungan itu akan menjadi semacam perang di mana kedua petarung pulang dengan luka-luka.
“Ya, ini akan menjadi pertarungan dahsyat tetapi dengan kekerasan yang indah,” jelas Kape. “Ini tidak akan menjadi baku hantam seperti yang dia lakukan dengan Brandon Royval. Tentu saja bagi para penggemar itu bagus dan segalanya dalam semua aspek, baku hantam dan saling pukul, tapi itu adalah pertarungan yang sangat bodoh. Mereka menunjukkan banyak celah dalam permainan mereka. Mereka terluka karena hal-hal yang tidak perlu.”
“Ya, ini akan menjadi pertarungan dahsyat, karena saya akan menghancurkannya. Saya akan memukul karung tinju itu. Ini akan mengerikan. Ketika kita sampai pada pertarungan, orang-orang tidak mengerti, itu akan sama seperti Brandon Royval. Orang-orang selalu berpikir itu akan menjadi pertarungan yang kompetitif. Tidak, itu tidak akan menjadi pertarungan yang kompetitif.”
Ramalan Kape: Penyesalan UFC
Kape begitu yakin dengan hasilnya sehingga ia percaya para pembuat pertandingan UFC mungkin akan menyesal menempatkannya melawan Van setelah pertarungan selesai. Mungkin ini adalah campuran dari keberanian dan promosi pertarungan, tetapi Kape tidak melihat bagaimana Van bisa bertahan lima ronde bersamanya.
“Para *matchmaker* ketika mereka melihat saya bertarung melawan Joshua Van, mereka akan berpikir ‘apa yang telah kita lakukan?’. Kita telah melemparkan anak ini ke neraka,” kata Kape. “Ini tidak akan menjadi pertarungan yang kompetitif. Bagi siapa pun yang berpikir ini akan menjadi pertarungan yang kompetitif, ini tidak akan menjadi pertarungan yang kompetitif. Saya akan menghancurkannya dan dengan sangat buruk.”
“Kompetisinya akan menjadi perbedaan level yang luar biasa dan itulah yang akan terjadi.”
Waktu dan Lokasi Ideal Menurut Kape
Mengenai waktu, Kape segera menyarankan tanggal di bulan Februari, di Houston. Ini akan memberikan Van keuntungan bermain di kandang karena ia tinggal dan berlatih di sana. Namun, Kape hanya ingin memastikan pertarungan gelar ini terjadi secepatnya.
Meskipun Ramadan akan tiba pada bulan Februari, Kape tidak akan menarik permintaannya untuk melawan Van dalam beberapa bulan pertama tahun 2026. Ia mengatakan UFC hanya perlu memilih tanggal dan mengirimkan kontrak.
“Mari kita bertarung pada 8 Maret [di UFC 326],” kata Kape. “Itu tanggalnya. Tapi saya tidak keberatan bertarung di Houston. Saya tidak keberatan menjadi *co-main event* perebutan gelar. Saya tahu ini tidak biasa terjadi tapi saya tidak keberatan. Bagi saya, yang terpenting adalah memperebutkan sabuk. Jika itu *co-main event*, *main event*, itu akan indah. UFC bisa berubah, menempatkan [Sean] Strickland di *co-main event* [untuk pertarungannya dengan Anthony ‘Fluffy’ Hernandez] dan saya sebagai *main event* di Houston.”
“Itu akan indah. Itu bukan sesuatu yang tidak bisa mereka ubah. Mereka bisa mengubahnya. Februari terlihat indah bagi saya.”
Tantangan Kape yang berani ini tidak hanya menambah bumbu persaingan di divisi flyweight, tetapi juga menunjukkan betapa laparnya ia untuk meraih gelar. Jika pertarungan ini benar-benar terjadi sesuai keinginan Kape, para penggemar UFC bisa menantikan aksi intens yang mungkin akan menentukan arah baru bagi divisi kelas terbang di tahun 2026.
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment