Barcelona Kokoh di Puncak La Liga, Atletico Madrid Tak Mau Ketinggalan
Winger Barcelona Raphinha dan Lamine Yamal menjadi bintang utama dalam kemenangan 2-0 atas 10 pemain Villarreal pada hari Minggu. Hasil ini membawa raksasa Catalan unggul empat poin di puncak klasemen La Liga.
Penalti awal yang sukses dieksekusi oleh Raphinha membuka keunggulan, sebelum Renato Veiga dari Villarreal diusir keluar lapangan sebelum jeda akibat tekel kerasnya terhadap Yamal. Remaja berusia 18 tahun itu kemudian mencetak gol kedua Barca di pertengahan babak kedua, membuat tim asuhan Hansi Flick memulihkan keunggulan mereka atas Real Madrid dan meraih kemenangan liga kedelapan secara beruntun.
Kemenangan Penting Barcelona di Markas Villarreal
Pertandingan yang seharusnya dimainkan di Miami ini, akhirnya berlangsung di Estadio de la Ceramica, markas Villarreal. Barcelona berhasil mengamankan tiga poin penting di sana.
Pelatih Hansi Flick sebelumnya membela Raphinha setelah sang pemain tidak masuk dalam tim terbaik FIFA ‘The Best’ pekan ini. Winger asal Brasil itu langsung membayar kepercayaan sang pelatih dengan penampilan penuh energi di laga ini.
Barcelona memang menunjukkan kelemahan di lini pertahanan dan kesulitan dalam membangun serangan. Namun, kualitas Raphinha, Yamal, serta performa gemilang kiper Joan Garcia menjadi penentu dalam pertandingan yang cukup menghibur ini.
Raphinha memenangkan penalti setelah dilanggar oleh Santi Comesana dan dengan percaya diri menyarangkan bola ke gawang pada menit ke-12. Ia bahkan sempat melepaskan tembakan jarak jauh yang membentur mistar gawang.
Villarreal sempat membalas, Jules Kounde secara tidak sengaja membelokkan umpan silang ke gawang sendiri, namun gol tersebut dianulir karena offside dalam prosesnya. Kiper Barca Garcia juga harus melakukan penyelamatan gemilang dari tendangan Tajon Buchanan setelah kesalahan Alejandro Balde.
Pekerjaan tim tamu semakin mudah setelah kartu merah yang tidak perlu didapatkan oleh Veiga akibat tekel keras kepada Yamal sebelum jeda.
Barcelona mengamankan gol kedua mereka setelah perebutan bola di kotak penalti. Frenkie de Jong memberikan assist kepada Yamal yang dengan tenang melepaskan tembakan pada menit ke-63.
Garcia kembali tampil luar biasa dengan melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Rafa Marin dan Georges Mikautadze. Penampilannya membantu Barca menutup tahun dengan tiga poin dan clean sheet ketiga dalam tiga pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.
“Ia membantu kami dengan penyelamatannya untuk meraih clean sheet ini, ia pemain penting bagi kami,” ujar Flick memuji kipernya.
Jules Kounde sempat mengalami cedera dan harus ditarik keluar sebelum pertandingan berakhir, namun Flick yakin bek tersebut akan baik-baik saja dan cedera tersebut hanya kram.
Atletico Madrid Pesta Gol di Girona
Di sisi lain, Atletico Madrid juga tampil perkasa dengan menaklukkan Girona 3-0. Hasil ini membawa Atletico menempel Barcelona dengan selisih enam poin.
Sebuah tendangan spektakuler dari jarak jauh oleh Koke, gol yang sedikit terdefleksi dari Conor Gallagher, dan gol ketiga di akhir pertandingan dari Antoine Griezmann memastikan kemenangan keempat beruntun Atletico di semua kompetisi.
Marcos Llorente kembali ke starting lineup Atletico setelah cedera, dan tim asuhan Diego Simeone tidak terlihat akan terpeleset melawan tim yang berada di posisi ke-18 itu.
Koke membuka skor dengan tembakan keras ke pojok atas gawang setelah bola jatuh di luar kotak penalti, menandai gol ke-50-nya untuk Atletico.
“Saya tidak banyak menembak, saya lebih sering memberikan assist,” kata Koke. “Namun, ketika bola berada di posisi seperti itu, saya hanya berpikir untuk menembak dan beruntung bola masuk.”
Girona hampir menyamakan kedudukan andai bukan karena penyelamatan spektakuler dari kiper Atletico asal Slovenia, Jan Oblak, yang berhasil menepis tembakan Axel Witsel.
Mantan gelandang Chelsea, Gallagher, mencetak gol kedua, dan Griezmann, yang kini sering tampil sebagai pemain pengganti, memastikan kemenangan dengan tembakan pelan di akhir pertandingan, menjadi gol keduanya dalam dua pertandingan terakhirnya.
“Untuk mencapai tempat yang kami inginkan, 100 persen saja tidak cukup,” kata pelatih Diego Simeone, menuntut lebih dari timnya di tahun baru. “Setiap kali kami melihat Real Madrid dan Barcelona, saya memikirkannya… kami harus memberikan 110 persen atau 120 persen.”
Konteks Liga Spanyol Menjelang Tutup Tahun
Barcelona mengakhiri tahun dengan posisi yang lebih baik dibandingkan rival mereka, Real Madrid, yang mengalahkan Sevilla 2-0 pada hari Sabtu. Namun, Barca masih memiliki banyak hal yang perlu dikhawatirkan.
“Sekarang bukan saatnya mereka memberikan trofi, tetapi kami melakukannya dengan baik, di jalur yang benar, kami adalah pemimpin, kami masih hidup di kompetisi lain, jadi kami senang,” ujar Frenkie de Jong.
Kemenangan ini menjaga persaingan di papan atas La Liga tetap sengit. Selain itu, Elche mengalahkan Rayo Vallecano 4-0 dan Real Betis Balompie menaklukkan Getafe dengan skor yang sama.
(SA/GN)
sumber : www.taipeitimes.com
Leave a comment