Kompany Ungkap Filosofi di Balik Bayern Munich: Fokus pada Ancaman, Bukan Statistik
Vincent Kompany, dalam kurun waktu satu setengah tahun kepemimpinannya di Bayern Munich, telah membubuhkan ciri khasnya pada raksasa Bavaria tersebut. Namun, pelatih asal Belgia itu tidak melihatnya secara demikian, dan ia pun tidak terlalu terfokus pada metrik atau statistik.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah klub, Säbener51, pada bulan November lalu, Kompany ditanya apakah babak pertama pertandingan Liga Champions Bayern melawan Paris Saint-Germain—kemenangan 2-1 di bulan November meskipun diwarnai kartu merah awal dan sepasang gol—merupakan contoh terbaik dari apa yang disebut “Kompany ball”.
“Saya tidak berpikir seperti itu. Saya tidak ingin melihat ‘Kompany football’ — saya ingin melihat Bayern Munich,” jawab Kompany, seperti dikutip dari laporan @iMiaSanMia. “Melawan PSG, kami awalnya bertahan sangat tinggi, kemudian lebih dalam—namun kami tetap mempertahankan penampilan kami. Tapi untuk mengatakan: ‘Itu adalah sepak bola saya’ — bukan begitu cara saya menyatakannya.”
“Saya ingin tim yang berbahaya di setiap fase. Bahkan jika kami bertahan jauh di dalam kotak penalti kami, lawan harus sadar bahwa kami bisa mencetak gol dengan tiga operan — seperti saat melawan Frankfurt.”
“Dan ketika Manuel Neuer menguasai bola, kami harus menyampaikan pesan: Bayern bisa berbahaya kapan saja, baik setelah sepuluh operan atau hanya satu. Bahkan melawan lawan yang bertahan dalam, kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa menemukan celah dan tetap menjadi ancaman. Lemparan ke dalam, sepak pojok, untuk kami atau melawan kami — kami selalu punya rencana untuk menghasilkan sesuatu dari setiap situasi. Perasaan ini jauh lebih penting bagi saya daripada data lari atau statistik penguasaan bola.”
Fleksibilitas Kunci Kesuksesan
Pada musim pertamanya di Bayern, sempat ada anggapan bahwa pendekatan Kompany terlalu kaku dan tidak berubah. Namun, seiring berjalannya waktu, hal tersebut terbukti tidak demikian.
Kompany telah menunjukkan adaptabilitas yang signifikan, menyesuaikan taktik berdasarkan lawan dan situasi pertandingan, seperti yang terlihat dalam laga kontra PSG. Pernyataannya menekankan pentingnya menjadi tim yang adaptif, mematikan di setiap momen, dan mampu menciptakan peluang dari berbagai skenario, baik saat menyerang maupun bertahan.
Filosofi ini menyoroti fokus Kompany pada efektivitas dan hasil nyata di lapangan, daripada terpaku pada angka-angka statistik yang kadang menyesatkan. Pendekatan ini diharapkan dapat membawa Bayern Munich menuju konsistensi dan kesuksesan yang lebih besar di kancah domestik maupun Eropa, dengan identitas permainan yang jelas namun tetap fleksibel.
(LC/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment