Home Olahraga Lainnya Dana White Dipanggil Sidang Gugatan Antitrust UFC!
Olahraga Lainnya

Dana White Dipanggil Sidang Gugatan Antitrust UFC!

Share
Dana White Dipanggil Sidang Gugatan Antitrust UFC!
Share

Dana White Diperintahkan Bersaksi dalam Gugatan Antitrust Baru UFC

Bos UFC, Dana White, harus menghadapi panggilan pengadilan. Ia diperintahkan untuk bersaksi dalam gugatan antitrust terbaru yang diajukan terhadap promosi MMA raksasa tersebut. Mantan penantang kelas berat ringan, Misha Cirkunov, menjadi tokoh utama di balik gugatan ini.

Jadwal Kesaksian dan Sidang Krusial

Hakim Richard Boulware mengeluarkan perintah ini pada 18 Desember lalu dalam sebuah konferensi status. Sidang terkait “spoliation” atau penghilangan/pengrusakan bukti dijadwalkan pada 4 dan 5 Februari. Dana White akan menjadi saksi pertama yang memberikan kesaksian, diikuti oleh Tracy Long, Wakil Presiden Kepatuhan Atlet dan Urusan Regulasi UFC.

Spoliation sendiri mengacu pada “penghancuran, pengubahan, atau hilangnya bukti yang relevan dengan suatu masalah hukum.”

Sidang tambahan juga direncanakan pada 6 Januari untuk membahas “sengketa penemuan yang belum terselesaikan dan cakupan proses spoliation pengadilan ini.” Hakim juga memerintahkan kedua belah pihak, penggugat dan tergugat, untuk mengajukan “Laporan Status Bersama” maksimal 4 halaman per sisi, mencantumkan masalah penemuan yang belum terselesaikan untuk dibahas dalam sidang tersebut, paling lambat 30 Desember 2025.

Konteks Gugatan dan Klausul Kontrak

Gugatan yang dipimpin Cirkunov ini menyoroti para petarung yang menandatangani kontrak dengan UFC, di mana di dalamnya terdapat klausul tentang arbitrase atau pengabaian gugatan class action.

Sebelumnya, sudah ada dua gugatan antitrust yang diajukan terhadap UFC. Gugatan pertama, yang dipimpin oleh petarung seperti Cung Le, mencakup periode petarung dari 2010 hingga 2017 dan akhirnya diselesaikan dengan kesepakatan sebesar 375 juta Dolar AS (sekitar Rp 5,8 triliun).

Gugatan kedua, yang diajukan oleh petarung seperti Kajan Johnson dan mencakup atlet dari 2017 hingga sekarang, masih berlanjut di pengadilan. Namun, UFC baru-baru ini mengajukan mosi untuk menolak sertifikasi class action atau membatalkan tuduhan class action, dengan alasan bahwa beberapa anggota class telah menandatangani kontrak dengan Zuffa LLC (induk UFC) yang berisi klausul arbitrase dan/atau pengabaian gugatan class action.

Baca juga:  Lakshya Sen buka musim dengan gelar juara!

Tujuan Gugatan Misha Cirkunov

Gugatan antitrust terbaru yang dipimpin Cirkunov dan petarung lainnya berupaya mengatasi masalah ini. Gugatan ini secara khusus mewakili atlet yang menandatangani kontrak yang berisi klausul arbitrase atau pengabaian class action, dan bertujuan untuk mencegah penundaan lebih lanjut dalam gugatan asli yang diajukan oleh Johnson dan atlet UFC lainnya.

Sebuah pernyataan dari pihak penggugat menjelaskan niat mereka:

Meskipun Penggugat tidak setuju dengan posisi Tergugat, untuk (a) menghindari penundaan yang tidak perlu dalam kasus Johnson, (b) memastikan bahwa ketidakabsahan dan tidak dapat diberlakukannya perjanjian arbitrase dan pengabaian gugatan class action Petarung UFC dapat diadili, Misha Cirkunov mengajukan kasus ini atas nama Petarung UFC tersebut, seperti dirinya sendiri, yang bertarung dalam pertandingan yang dipromosikan oleh UFC sejak 1 Juli 2017 hingga skema terlarang yang disebutkan di sini berhenti, dan yang menandatangani kontrak dengan Zuffa LLC yang berisi klausul yang bertujuan untuk mewajibkan perselisihan antara petarung dan Zuffa (dan/atau perusahaan induk atau afiliasinya) untuk diserahkan ke arbitrase individu (sebuah “Klausul Arbitrase”) dan/atau klausul yang bertujuan untuk mengesampingkan hak apa pun untuk berpartisipasi dalam gugatan class action.

Gugatan Cirkunov ini menuntut ganti rugi serta perintah untuk menyatakan tidak valid klausul arbitrase atau pengabaian class action dalam kontrak UFC yang ada, dan juga bertujuan untuk menghapus klausul tersebut dalam kesepakatan di masa mendatang.

Perkembangan ini menandai babak baru dalam perjuangan hukum panjang antara UFC dan para petarungnya terkait hak-hak dan kompensasi. Kesaksian Dana White dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana promosi tersebut menyusun kontrak dan berinteraksi dengan atletnya, dengan potensi dampak besar pada masa depan kontrak petarung di MMA.

Baca juga:  Rooney Meledak di Prank Angry Ginge, Coleen Ikut Kena!

(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ilia Topuria Tantang Gaethje Jelang UFC White House!

Ilia Topuria tantang Justin Gaethje jelang UFC White House, memanaskan persaingan di...

PBVSI Angkat Toiran Nakhodai Voli Putra Sementara!

PBVSI resmi menunjuk Toiran sebagai nakhoda sementara tim voli putra. Penunjukan ini...

Talenta Muda Indonesia Guncang AO 2026: Mental Juara Makin Matang!

Talenta muda Indonesia guncang AO 2026! Mental juara makin matang, siap ukir...

Seru! Para Senior Bertanding Ala Olimpiade di Athena.

Ajang seru! Para senior berkompetisi bak Olimpiade di Athena, menunjukkan semangat tak...