Pemikiran Pelatih Man Utd tentang Perubahan Formasi Saat Kalahkan Newcastle 1-0
Penulis sepak bola Tom Hancock membahas bagaimana Ruben Amorim melakukan penyesuaian taktik dalam absennya Bruno Fernandes, Amad, dan Bryan Mbeumo, saat Manchester United meraih kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pada Hari Boxing Day.
Taktik Taktis yang Berubah
Ruben Amorim biasanya sangat setia pada tiga bek, bahkan ia mengatakan “tidak ada yang bisa meyakinkannya” untuk mengubahnya. Namun, pada akhir pertandingan melawan Newcastle, formasi Man Utd berubah menjadi dua kali lipat banyaknya bek yang ada.
Amorim memberikan kejutan dengan memulai pertandingan dengan empat pemain belakang, memindahkan Patrick Dorgu dari posisi bek kiri menjadi winger kanan. Gol yang dicetak Dorgu lewat volley – yang merupakan gol pertamanya untuk Man Utd – menjadi reward yang menyenangkan dari perubahan taktis ini, namun yang paling mencolok adalah kekuatan bertahan yang kembali pulih setelah beberapa pekan hilang.
Formasi Tim dan Performa Pertahanan
Setelah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan sebelumnya – hasil imbang 4-4 melawan AFC Bournemouth dan kekalahan 2-1 di Aston Villa – Amorim perlu berpikir pragmatis. Ketidakhadiran bek tengah Harry Maguire dan Matthijs de Ligt terasa sangat signifikan, sehingga perubahan sistem menjadi hal yang diperlukan. Keputusan Amorim terbukti tepat, dengan Man Utd berhasil menghentikan rentetan hasil negatif di kandang dengan penampilan yang gigih.
Absennya Bryan Mbeumo dan Amad yang sedang bertugas di Piala Afrika, serta kapten Bruno Fernandes yang absen karena cedera untuk kesembilan kalinya dalam karirnya di Premier League, menjadikan fokus utama Man Utd adalah pertahanan. Sebelum pertandingan ini, ketiga pemain tersebut telah menciptakan 105 peluang di liga musim ini – tiga lebih banyak dibandingkan semua pemain lain di klub.
Paduan Antara Serangan dan Pertahanan
Amorim mengadopsi formasi empat bek dengan Diogo Dalot, Ayden Heaven, Lisandro Martinez – yang mengenakan ban kapten di saat Fernandes absen – dan Luke Shaw. Heaven yang baru berusia 19 tahun membuat dampak besar dengan delapan sapuan, menjaga gawang dari ancaman Newcastle dan membantu tim meraih clean sheet kedua musiman ini.
Menjelang akhir pertandingan, Amorim mengubah formasi menjadi lima pemain belakang, bahkan menambahkan Dorgu kembali ke posisi bek sayap yang lebih akrab baginya. Penampilannya yang penuh semangat di sisi kanan membantu Man Utd mengakhiri babak pertama dengan keunggulan yang akhirnya mereka pertahankan.
Reaksi dan Harapan untuk Masa Depan
Gary Neville sebelumnya berkomentar bahwa sulit untuk melihat Man Utd menang tanpa mencetak tiga gol, mengingat kerentanan defensif mereka belakangan ini. Namun, Man Utd akhirnya mencatatkan kemenangan 1-0 pertama mereka sejak Januari tanpa terlihat tertekan.
Amorim pun mendapat dorongan dari performa pemain mudanya. Gelandang berusia 18 tahun, Jack Fletcher, masuk menggantikan Mason Mount di babak kedua, sedangkan bek tengah berusia 20 tahun, Tyler Fredricson, diterjunkan di akhir pertandingan. Pemain muda ini berpotensi mendapatkan lebih banyak kesempatan ke depan seiring dengan absennya beberapa pemain karena cedera dan tugas internasional.
Kesempatan Selanjutnya
Dengan Wolverhampton Wanderers yang saat ini berada di dasar klasemen, menjadi tamu di Old Trafford pada hari Selasa, Amorim memiliki kesempatan ideal untuk mengasah sistem barunya yang telah terbukti memberikan hasil baik dalam hal pertahanan dan serangan pada pertandingan melawan Newcastle.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment