Frank Akui Tottenham di Fase Transisi Meski Raih Tiket Liga Champions
Pelatih Tottenham Hotspur, Frank, mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi timnya saat ini. Menurut Frank, Spurs berada dalam fase transisi, terlepas dari fakta bahwa mereka baru saja meraih gelar Liga Europa musim lalu dan lolos ke Liga Champions.
Spurs di Tengah Fase Transisi
Frank menjelaskan bahwa meskipun timnya menjuarai Liga Europa, perjalanan di liga domestik musim lalu jauh dari memuaskan. Tottenham finis di posisi ke-17, sebuah hasil yang kontras dengan pencapaian mereka di kancah Eropa.
“Sejujurnya, saya pikir kami berada dalam fase transisi. Karena ya, kami adalah klub Liga Champions, tapi apakah kami benar-benar klub Liga Champions? Kami hanya lolos karena menjuarai Liga Europa. Kami tidak lolos karena kami adalah salah satu dari empat atau lima klub terbaik di Premier League musim lalu. Kami finis ke-17,” kata Frank.
Ia menambahkan bahwa tantangan sebenarnya adalah bagaimana tim akan bersaing di Liga Champions sambil tetap berjuang di Premier League, yang ia sebut sebagai hal tersulit.
Tantangan Ganda dan Perubahan Skuad
Frank menyoroti kesulitan dalam menyeimbangkan dua kompetisi besar tersebut. Ia membandingkan situasi saat ini dengan tiga tahun lalu, ketika Spurs terakhir kali melakukannya dan finis di posisi kedelapan di liga. Menurutnya, ada perubahan signifikan dalam skuad selama tiga tahun terakhir.
“Terakhir kali kami melakukan itu adalah tiga tahun lalu, ketika kami finis kedelapan. Itu adalah kenyataan. Sesuatu terjadi pada skuad selama tiga tahun itu. Kemudian setahun setelahnya, tanpa kompetisi Eropa, beberapa pemain kunci di lini serang adalah James Maddison, Dejan Kulusevski, Son Heung-Min, yang sudah tidak ada di sini lagi,” jelas Frank.
Frank menyebut bahwa Son Heung-Min telah meninggalkan klub, sementara James Maddison dan Dejan Kulusevski absen karena cedera jangka panjang. Kehilangan para pemain kunci ini menambah rumit tantangan yang dihadapi Tottenham.
Proses Membangun Tim Kompetitif
Melihat kondisi skuad dan tuntutan kompetisi, Frank menekankan pentingnya proses pembangunan tim yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa membangun tim yang bisa tampil kompetitif setiap tiga atau empat hari adalah pekerjaan yang tidak ada habisnya.
“Dan kemudian kami perlu membangun tim yang kompetitif yang bisa bersaing setiap tiga atau empat hari. Dan itu hanyalah proses kerja yang berkelanjutan, tidak peduli apakah kita suka atau tidak membicarakannya. Itulah yang kami kerjakan dengan sangat keras setiap hari,” ujar Frank.
Ia melihat ada hal positif yang sedang dibangun di balik layar, terutama dalam hal sinergi antardepartemen. “Menurut saya, ada kemenangan yang sangat bagus dalam cara staf pelatih, staf performa, dan staf medis bekerja sama,” pungkas Frank.
Pernyataan Frank ini memberikan gambaran jujur tentang realitas yang dihadapi Tottenham Hotspur. Meskipun meraih trofi Eropa, klub menyadari bahwa ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk membangun kembali kekuatan mereka dan bersaing di level tertinggi, baik di domestik maupun internasional.
(LC/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment