Senny Mayulu: Bintang Muda PSG yang Berproses di Bawah Arahan Luis Enrique
Di tengah era perayaan gol yang terencana dan seringkali menjadi ciri khas seorang pemain, reaksi Senny Mayulu setelah mencetak gol kelima sekaligus terakhir Paris Saint-Germain di final Liga Champions UEFA musim lalu begitu menyegarkan. Remaja yang baru saja berusia 19 tahun pada bulan itu, terlihat bingung harus berbuat apa saat hendak merayakan golnya. Kakinya melangkah ke depan, namun ekspresinya menunjukkan kegembiraan yang tak terduga atas situasi tersebut.
Bagi para pendukung PSG, momen itu adalah puncak dari malam yang penuh euforia, ketika mereka menyaksikan produk asli akademi klub, seorang titi yang lahir dan besar di ibu kota, mencetak gol untuk tim kebanggaan mereka. Itu adalah gol pertamanya di Liga Champions, dan menjadikannya pemain termuda kedua yang mencetak gol di final kompetisi tersebut (atau ketiga jika menghitung Piala Eropa). Namun, momen puncak ini, dalam satu sisi, justru dapat mengaburkan dan bahkan menutupi kemajuan pesat yang telah dicapai Mayulu sepanjang tahun 2025.
Momen Puncak di Final Liga Champions
Mudah saja untuk menganggap keterlibatan Mayulu di final hanyalah kebetulan semata karena tim sudah unggul jauh. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Gol tersebut adalah puncak dari sebuah progres stabil yang kini menjadikannya pilihan layak di bawah asuhan pelatih Luis Enrique. Mayulu secara perlahan namun pasti telah bertransformasi menjadi pemain yang dapat diandalkan, sebuah aset berharga di musim yang skuadnya sering dihantam badai cedera.
Fleksibilitas Kunci Kepercayaan Luis Enrique
Luis Enrique telah memasukkan Mayulu ke dalam susunan pemain utama kapan pun dan di mana pun dibutuhkan musim ini. Gelandang muda ini dimainkan pada posisi naturalnya sebagai gelandang tengah, tetapi juga kerap mengisi posisi penyerang tengah sebagai pengganti Ousmane Dembele, sebagai pemain sayap, dan bahkan sebagai bek sayap. Fleksibilitas ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari Luis Enrique terhadap sang remaja, bahwa ia merasa Mayulu mampu mengisi setiap peran yang diberikan.
Kepercayaan tersebut terbayar dalam beberapa momen penting, meskipun tidak selalu sepenuhnya konsisten. Dalam kemenangan 2-1 PSG atas FC Barcelona pada bulan Oktober, Mayulu menjadi jantung kebangkitan tim, menyamakan kedudukan pada menit ke-38 melalui gol indahnya. Namun, gol-golnya sejak saat itu memang tidak terlalu banyak, dengan hanya satu gol masing-masing ke gawang RC Strasbourg Alsace dan Stade Rennais. Ada perasaan bahwa masih banyak potensi yang bisa digali dari pemain remaja ini, terutama jika ia dapat terus mendapatkan waktu bermain di level tertinggi.
Mayulu kini menjadi bukti nyata bahwa kesabaran dan kepercayaan pelatih pada pemain muda dapat membuahkan hasil. Dengan bimbingan Luis Enrique, perjalanan Senny Mayulu untuk menjadi bintang utama PSG tampaknya baru saja dimulai.
(SA/GN)
sumber : www.getfootballnewsfrance.com
Leave a comment