Luka Modric Ungkap Momen Jose Mourinho Buat Cristiano Ronaldo Menangis di Real Madrid
Penggemar Real Madrid pasti merasakan kesedihan ketika salah satu pemain paling loyal mereka, Luka Modric, meninggalkan klub musim panas lalu. Modric telah bermain selama 13 musim di ibu kota Spanyol, memantapkan dirinya sebagai salah satu legenda dan dicintai oleh para penggemar baik di dalam maupun di luar lapangan.
Gelandang Kroasia itu kini bergabung dengan raksasa Italia, AC Milan. Meski akan berusia 40 tahun pada September mendatang, ia masih menjadi motor lini tengah bagi I Rossoneri. Selama berkarier di Madrid, Modric bermain bersama banyak pemain bertalenta dan dilatih oleh beberapa pelatih kepala yang luar biasa.
Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Corriere della Sera, Modric berbicara tentang masa kecil dan karier sepak bolanya. Saat membahas para pelatih di masa lalu, ia mengenang momen ketika seorang pelatih pernah membuat Cristiano Ronaldo, yang disebut-sebut sebagai salah satu pemain terhebat Real Madrid, menangis karena komentarnya.
Komentar Jose Mourinho yang Mengusik Cristiano Ronaldo

Luka Modric bermain bersama Cristiano Ronaldo selama beberapa musim. Mereka berdua pernah dilatih oleh Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, Jose Mourinho, Rafael Benítez, dan lainnya. Modric kemudian mengungkapkan siapa di antara pelatih tersebut yang pernah membuat Ronaldo menangis di ruang ganti.
“Mourinho. Saya melihat dia membuat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti, seorang pria yang selalu memberikan segalanya di lapangan, hanya karena sekali itu ia tidak mengejar bek sayap lawan.”
Luka Modric
Modric melanjutkan, menggambarkan Mourinho sebagai sosok yang memperlakukan setiap pemain sama, tanpa memandang pengalaman. Ia menambahkan bahwa pelatihnya saat ini di Milan, Massimiliano Allegri, memiliki karakter yang persis sama.
“Mourinho sangat blak-blakan dengan para pemain, tapi dia jujur. Dia memperlakukan Sergio Ramos dan pemain baru dengan cara yang sama: jika dia harus mengatakan sesuatu, dia akan mengatakannya. Max juga seperti itu: dia akan memberitahukan langsung di depanmu apa yang benar dan apa yang salah. Kejujuran itu fundamental.”
Luka Modric

Bahkan, Modric percaya bahwa jika bukan karena Mourinho, yang dijuluki ‘The Special One’, ia tidak akan memiliki karier yang ia banggakan saat ini.
“Spesial. Sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Dialah yang menginginkan saya di Real Madrid. Tanpa Mourinho, saya tidak akan pernah tiba di sana. Saya menyesal hanya memilikinya selama satu musim.”
Luka Modric
Legenda Kroasia itu mencatatkan kurang tiga penampilan dari 600 kali berseragam Real Madrid, menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak kedelapan dalam sejarah klub. Mourinho adalah manajer yang merekrut Modric dari Tottenham Hotspur, dan keyakinannya pada sang gelandang terbayar lunas. Meskipun mereka hanya berhasil memenangkan Piala Super Spanyol bersama, dampaknya terhadap masa depan Modric sangat jelas bagi semua orang.
Berita Terbaru Real Madrid
- David Beckham Mengaku Tidak Seharusnya Bergabung dengan Real Madrid
- Pantauan Internasional: Bagaimana AFCON Berjalan untuk Bintang Real Madrid Brahim Diaz
- Berita Transfer Real Madrid: Wharton, Garcia, Camavinga & Lainnya – 30 Desember 2025
- Jurnalis Tomás Roncero Ungkap Dua Pemain Real Madrid ‘Tidak Sesuai Harapan’
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment