Chelsea Kembali Ganti Pelatih, Enzo Maresca Tinggalkan Stamford Bridge
Chelsea membuat keputusan mengejutkan dengan mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala Enzo Maresca pada Kamis. Kabar ini datang hanya enam bulan setelah ia mengambil alih kemudi tim, dan bahkan hanya berselang tiga minggu setelah Maresca dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Liga Primer bulan November.
Performa Terkini dan Konflik Internal
Meskipun pernah merasakan puncak penghargaan individual, hasil tim belakangan memang menunjukkan penurunan. Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan liga terakhir. Namun, keputusan pemecatan Maresca tampaknya lebih didorong oleh ketidakharmonisan di balik layar dengan jajaran petinggi klub, bukan semata-mata karena hasil di lapangan.
Pertandingan terakhir Maresca adalah hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth pada Selasa. Dalam laga tersebut, susunan pemain awalnya memiliki usia rata-rata 23 tahun 157 hari – susunan pemain termuda yang diturunkan oleh tim Premier League mana pun musim ini.
Model rekrutmen pemain Chelsea memang membuat Maresca sangat mengandalkan pemain-pemain yang minim pengalaman, meskipun mereka adalah talenta-talenta muda yang sangat berbakat dan didatangkan dengan biaya signifikan. Meskipun harus bekerja dengan keterbatasan tersebut, Maresca sempat menunjukkan potensi tim. Hal ini tentu saja akan menjadi standar tinggi bagi penerusnya.
Rotasi Manajer Era Boehly-Clearlake
Siapapun yang akan menggantikan Maresca akan menjadi manajer permanen kelima Chelsea sejak akuisisi klub oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital pada tahun 2022. Periode ini ditandai dengan pergantian manajer yang nyaris tak henti, sebanding dengan seringnya rotasi pemain di Cobham.
Kandidat Pengganti
Liam Rosenior, yang saat ini menjabat sebagai manajer klub afiliasi Strasbourg, telah muncul sebagai salah satu kandidat awal. Rosenior sempat dipecat secara mengejutkan oleh Hull City pada Mei 2024, namun ia berhasil membawa tim Prancis tersebut lolos ke kompetisi Eropa musim lalu.
Pergantian manajer yang konstan ini terus menyoroti tekanan besar di Stamford Bridge dan tantangan bagi setiap pelatih yang datang. Manajer berikutnya akan dihadapkan pada ekspektasi tinggi, sambil tetap harus menavigasi model rekrutmen klub yang unik dan kebutuhan akan stabilitas jangka panjang.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment