Declan Rice Pimpin Kebangkitan Dramatis Arsenal, Jaga Puncak Klasemen Liga Primer
Declan Rice kembali menunjukkan alasannya menjadi kandidat kuat Pemain Terbaik Liga Primer musim ini. Gelandang bintang ini menginspirasi Arsenal meraih kemenangan dramatis setelah tertinggal lebih dulu dari Bournemouth.
Dalam pertandingan yang berakhir 3-2 itu, Rice mencetak dua gol di babak kedua, keduanya dengan penyelesaian rendah ke pojok yang hampir identik. Penampilannya menjadi pembeda krusial bagi The Gunners.
Aksi Heroik Declan Rice
Rice awalnya diragukan tampil karena cedera lutut yang membuatnya absen saat Arsenal menang 4-1 atas Aston Villa. Namun, ia dinyatakan fit dan langsung membuktikan diri sebagai jantung tim.
“Kami akan membutuhkan semua orang untuk berkontribusi di berbagai momen, jadi saya senang bisa membantu tim,” kata Rice seusai pertandingan, menegaskan dedikasinya.
Declan Rice merayakan gol keduanya.
Drama di Lapangan: Jalannya Pertandingan
Arsenal sempat tertinggal pada menit ke-10 ketika Evanilson dengan mudah mencetak gol ke gawang yang tak terkawal setelah mencegat umpan buruk dari Gabriel Magalhaes di lini belakang.
Bek tengah itu segera membayar kesalahannya enam menit kemudian. Gabriel berhasil menyamakan kedudukan dengan tembakan keras menyusul penetrasi Noni Madueke yang lincah, menandai gol keduanya dalam dua starter beruntun.
Setelah dua gol Rice membalikkan keadaan, tendangan jarak jauh dari pemain pengganti Bournemouth, Eli Junior Kroupi pada menit ke-76, membuat akhir pertandingan menjadi sangat menegangkan. Namun, Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan untuk meraih kemenangan kelima beruntun.
Implikasi di Puncak Klasemen
Hasil ini membuat The Gunners tetap unggul enam poin di puncak klasemen, menjaga jarak aman dari Aston Villa dan Manchester City dalam perburuan gelar juara.
Aston Villa tetap menjadi penantang terdekat Arsenal setelah mereka juga memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 atas Nottingham Forest. Sementara itu, Manchester City berpeluang kembali ke posisi kedua, empat poin di belakang Arsenal, jika berhasil mengalahkan Chelsea di pertandingan mereka.
Sorotan Pertandingan Lain: Kemenangan Bersejarah Wolves
Di pertandingan lain, Wolverhampton akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Liga Primer musim ini setelah menaklukkan sesama tim pejuang degradasi, West Ham, dengan skor telak 3-0.
Ini menjadi rekor unik, karena belum pernah ada tim yang membutuhkan waktu selama ini untuk mencatat kemenangan pertama mereka di Liga Primer sejak kompetisi dimulai pada tahun 1992.
Jhon Arias, Hwang Hee-chan, dan Mateus Mané mencetak gol di babak pertama untuk Wolves, yang kini mengumpulkan enam poin, meski masih tertinggal 12 poin dari zona aman dengan 18 pertandingan tersisa.
Pemain Wolves merayakan gol.
Reaksi Pelatih dan Dampak di Zona Degradasi
Manajer Wolves, Rob Edwards, mengaku campur aduk antara perasaan “sedikit lega dan sangat senang.” Ia menambahkan, “Kami harus menikmatinya, tapi ini hanya satu kemenangan. Hanya itu.”
Meski menang, Wolves masih tertinggal enam poin di belakang Burnley yang berada di posisi kedua terbawah (setelah kalah 2-0 dari Brighton) dan delapan poin dari West Ham yang berada di posisi ketiga terbawah.
Di sisi lain, pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo, menggambarkan performa timnya sebagai “memalukan” dan yang terburuk dalam karier kepelatihannya. “Saya tidak ingat pernah merasa seburuk ini di lapangan sepak bola,” ujarnya.
Kemenangan penting bagi Arsenal ini menegaskan ambisi mereka di jalur juara, sementara di papan bawah, Wolves memberikan secercah harapan dalam perjuangan panjang mereka menghindari degradasi, meski West Ham harus menghadapi introspeksi serius setelah kekalahan telak ini.
(LC/GN)
sumber : www.nine.com.au
Leave a comment