Inter Balas Dendam ke Bologna, Lautaro Martinez Bawa Nerazzurri Kembali ke Puncak Serie A
Lautaro Martinez tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist saat Inter Milan berhasil kembali ke puncak klasemen Serie A setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Bologna di San Siro.
Hanya 16 hari setelah takluk dari Bologna melalui adu penalti di semifinal Supercoppa Italiana, Nerazzurri berhasil membalaskan dendamnya di liga pada hari Minggu, unggul satu poin dari rival sekota AC Milan.
Jalan Pertandingan: Dominasi di San Siro
Sejak menit awal, Inter langsung menekan pertahanan Bologna. Kiper tim tamu, Federico Ravaglia, dipaksa melakukan dua penyelamatan krusial di awal laga. Pertama, ia menepis tendangan voli Lautaro Martinez, sebelum kemudian terbang rendah ke kiri untuk menggagalkan sepakan Marcus Thuram.
Namun, Ravaglia tidak berdaya saat Inter akhirnya memecah kebuntuan enam menit sebelum babak pertama usai. Adalah Francesco Acerbi yang berhasil melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti, mengoyak jala gawang Bologna dan membawa Inter unggul.
Tim asuhan Simone Inzaghi menggandakan keunggulan hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai. Berawal dari sepak pojok Hakan Calhanoglu, Lautaro Martinez menyambutnya dengan sundulan terarah yang masuk ke gawang. Ini adalah gol ke-10 Lautaro di liga musim ini.
Martinez sebenarnya nyaris menambah pundi-pundi golnya beberapa saat kemudian setelah kesalahan Lewis Ferguson memberikan bola kepada Thuram. Namun, dari umpan Thuram, striker Argentina itu justru mengenai mistar gawang dari jarak dekat.
Meski begitu, kegagalan tersebut tidak terlalu berpengaruh karena Thuram akhirnya memastikan kemenangan Inter 16 menit jelang bubar. Bologna gagal menghalau sepak pojok lagi, dan bola akhirnya memantul masuk setelah mengenai bahu penyerang Prancis itu.
Bologna sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-83. Santiago Castro berhasil mencetak gol memanfaatkan umpan silang Charalampos Lykogiannis, meskipun Yann Sommer sudah berupaya maksimal untuk menepisnya.
Krusialnya Peran Kapten dan Statistik Dominan
Setelah melihat rival gelar Milan dan Napoli mencatatkan kemenangan, Inter sempat turun ke posisi ketiga di Serie A. Kemenangan ini krusial untuk menjaga ambisi Scudetto mereka, dan Lautaro Martinez sekali lagi membuktikan dirinya sebagai motor serangan utama tim.
Faktanya, hanya Alessandro Altobelli (delapan), Giuseppe Meazza, dan Benito Lorenzi (keduanya sembilan) yang mencatatkan lebih banyak musim berbeda dengan 10+ gol di liga dalam sejarah Inter daripada Martinez (tujuh). Ini adalah penampilan kapten yang luar biasa darinya.
Martinez mengakhiri pertandingan dengan total tembakan ke gawang terbanyak di tim (empat). Namun, Marcus Thuram juga pantas mendapatkan pujian atas performa tanpa lelahnya. Tidak ada pemain yang memenangkan duel lebih banyak (12), menyelesaikan dribel lebih banyak (dua), dan memenangkan tekel lebih banyak (dua) daripada pemain internasional Prancis itu.
Inter memang mendominasi sejak menit pertama, dan hal ini tercermin dari metrik pertandingan. Mereka menyelesaikan pertandingan dengan total expected goals (xG) sebesar 2.96 dari 19 tembakan mereka, di mana 10 di antaranya tepat sasaran. Bandingkan dengan Bologna yang hanya memiliki 0.85 xG dari enam percobaan tembakan.
Implikasi Hasil: Balas Dendam dan Puncak Klasemen
Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin bagi Inter, melainkan juga sebuah pernyataan. Mereka berhasil membalas kekalahan menyakitkan dari Bologna di Supercoppa Italiana dan menunjukkan bahwa ambisi Scudetto mereka tetap menyala terang. Dengan kembali menduduki puncak klasemen, Inter berhasil menjaga momentum dan memberikan tekanan balik kepada para pesaingnya. Performa solid ini menjadi modal berharga Nerazzurri untuk melangkah maju di sisa musim.
(SA/GN)
sumber : www.fotmob.com
Leave a comment