Pawel Jaworski: Lima Hal Penting Jelang Debutnya di ONE Championship
Pawel Jaworski, salah satu bintang muda paling bersinar dari Eropa, siap menunjukkan bakatnya di panggung global. Ia akan membuat debutnya di ONE Championship pada gelaran ONE Fight Night 41 yang disiarkan di Prime Video, Jumat, 13 Maret, waktu primetime A.S.
Jagoan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) berusia 21 tahun ini akan menghadapi tugas berat dengan menantang Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling, Tye Ruotolo, untuk memperebutkan sabuk emas. Ini adalah penampilan perdananya di organisasi seni bela diri terbesar di dunia, yang akan berlangsung di dalam Stadion Lumpinee yang legendaris di Bangkok.
Jaworski dihadapkan pada tugas yang sangat besar melawan atlet dua disiplin tak terkalahkan. Namun, tahun terobosannya telah membuktikan bahwa ia siap mengguncang dunia.
Berikut adalah lima hal yang perlu diketahui tentang penantang asal Polandia ini sebelum debutnya di ONE.
#1 Jaworski Meraih Sabuk Hitam di Usia 21 Tahun
Pawel Jaworski mencapai peringkat sabuk hitam di usia 21 tahun—sebuah pencapaian yang bagi sebagian besar praktisi BJJ membutuhkan waktu puluhan tahun.
Sejak muda, Jaworski telah menunjukkan ciri khas bakat generasi yang membuatnya mendapatkan reputasi sebagai anak ajaib BJJ di negara asalnya, Polandia. Presisi teknis dan semangat kompetitifnya memungkinkan ia berkembang dengan kecepatan tinggi di bawah pengawasan pelatih dan mentornya, Marcin Polczyk dan Jedrek Loska, di Academia Gorila di Warsawa.
Ketika banyak pesaing seusianya masih mencoba mengasah gaya khas mereka, Jaworski telah menunjukkan ketenangan dan kematangan yang melampaui usianya. Meski begitu, ia baru saja menggores permukaan potensi tak terbatasnya.
#2 Jaworski Mendominasi di Tahun Pertamanya Sebagai Sabuk Hitam
Pawel Jaworski tidak membuang waktu untuk membuktikan dirinya layak diperhitungkan di antara para elite. Fenomena asal Polandia ini meraih tiga gelar utama IBJJF pada tahun 2025, memenangkan emas di No-Gi Pans, No-Gi Europeans, dan No-Gi Worlds.
Perjalanan kampanyenya di Eropa sangat mengesankan, karena Jaworski berhasil meraih double gold dengan memenangkan divisi 85 kilogram dan juga kategori absolut. Ia mengakhiri tujuh dari sembilan lawannya dengan serangan kaki mematikan, mengerahkan inside heel hooks, outside heel hooks, dan straight ankle locks.
Di luar sirkuit IBJJF, Jaworski mencuri perhatian di ADCC EMEA dan CJI 2 Trials sambil mencatat kemenangan atas veteran-veteran yang dihormati seperti PJ Barch dan Devhonte Johnson di Polaris. Pengalaman tersebut membuat atlet berusia 21 tahun ini siap menghadapi tantangan terbesarnya melawan Tye Ruotolo.
#3 Jaworski Berasal dari Garis Keturunan Grappler Elite Polandia
Peningkatan pesat Pawel Jaworski tidak akan mungkin terjadi tanpa bimbingan para pelopor grappling Polandia, Marcin Polczyk dan Jedrek Loska, di Academia Gorila. Akademi yang berbasis di Warsawa ini dianggap sebagai salah satu program BJJ terkuat di Eropa, yang secara konsisten menghasilkan talenta-talenta top.
Sasana ini berafiliasi dengan Piramide Grappling di Rio de Janeiro di bawah Marco Aurelio yang legendaris. Jaworski juga menarik inspirasi dari rekan setimnya, Mateusz Szczeciński, sesama kompetitor top Polandia yang ia anggap sebagai idola terbesarnya.
Di luar akademinya, Jaworski telah menjadi langganan di kamp pelatihan khusus di seluruh Eropa, termasuk seri Leglock Camp yang terkenal. Pelatihan intensif ini telah menyempurnakan arsenal teknis di balik kemampuannya untuk mengakhiri pertandingan.
#4 Jaworski Dengan Senang Hati Berbagi Keahliannya Secara Online
Bukan rahasia lagi bahwa Pawel Jaworski memiliki kebijaksanaan di luar usianya. Atlet berusia 21 tahun ini telah menjadi instruktur yang dicari di komunitas grappling Polandia, dengan reputasi mengajarnya yang berkembang pesat di dunia BJJ yang lebih luas.
Jaworski baru-baru ini merilis instruksionalnya sendiri berjudul “MILF” (Mastering Inside Leg Locks And False Reaps), yang menguraikan teknik-teknik yang menjadikannya salah satu finisher paling berbahaya di sirkuit.
Dikombinasikan dengan pendekatan inovatifnya terhadap posisi reverse De La Riva guard, sistem ini telah menghasilkan serangan leg lock yang menghancurkan yang telah mendefinisikan tahun terobosannya.
#5 Travelling Adalah Passion Terbesar Jaworski di Luar Grappling
Sebagai seorang siswa sejati dari ‘seni yang lembut’, Jaworski mengakui bahwa ia tidak memiliki hobi atau memainkan olahraga lain. Jiu-Jitsu adalah identitasnya dan mencakup sebagian besar hidupnya, tetapi ia sangat menikmati bepergian dan melihat dunia.
Bakatnya memungkinkan ia untuk memadukan kedua passion tersebut, karena BJJ telah memberinya kebebasan untuk bepergian ke seluruh Eropa dan Brasil, mengajar seminar bersama pelatih kepala Marcin Polczyk. Seiring dengan pertumbuhan profilnya, Jaworski bertujuan untuk mengunjungi lebih banyak negara dan berbagi tekniknya di panggung yang lebih besar.
Duelnya yang akan datang dengan Tye Ruotolo di ONE Fight Night 41 di Bangkok adalah perwujudan dari kesempatan itu—sebuah kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di “Mekah Muay Thai” dan mengumumkan kedatangannya di organisasi seni bela diri terbesar di dunia.
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment