LeBron James Hadapi Tantangan Besar di Usia 41 Tahun
Di usia 41 tahun dan hanya tampil di 65 pertandingan, bintang Lakers ini kini dihadapkan pada ujian terberat untuk mempertahankan catatan 21 tahun berturut-turutnya.
Tanda-Tanda Bersejarah di Pertandingan Terakhir
Di pertengahan kuarter ketiga pada 18 November, LeBron James melakukan sesuatu yang tampaknya biasa yang sebenarnya memiliki makna luar biasa. Berdiri di dekat logo Crypto.com Arena, ia menerima umpan, membebaskan diri dengan bantuan screen, kemudian mencetak poin dengan layup. Itu adalah shot keenamnya dalam pertandingan, dengan tiga poin yang berhasil, yang juga menandai poin ke-11 malam itu.
Layup tersebut bukan hanya sekadar angka di papan skor. Hal ini melambangkan kelanjutan rekor 1.294 pertandingan dengan skor dua digit yang telah berlangsung selama hampir 18 tahun. Ini adalah contoh dari ketahanan yang mendefinisikan karier seorang pemain. Kesinambungan seperti ini memisahkan para legenda dari pemain-pemain biasa.
Rekor All-NBA yang Rentan
Namun, ada satu rekor lain yang jauh lebih rentan, yaitu akumulasi 21 kali masuk dalam tim All-NBA, yang dimulai setelah musim kedua LeBron di liga. Dalam waktu itu, empat presiden AS telah dilantik. Ia telah mengantongi 13 seleksi First Team, hampir sama dengan total gabungan Kareem Abdul-Jabbar, Tim Duncan, dan Kobe Bryant yang memiliki 15 seleksi.
Dengan kondisi sekarang, di usia 41 tahun, dan setelah mengalami cedera serta debut musim yang tertunda, rekor ini terlihat sangat rentan untuk pertama kalinya dalam dua dekade.
Ketika Rekor Menjadi Lebih Penting dari Pertandingan
Hal yang menakjubkan dari sejarah All-NBA yang diraih James adalah ia berhasil mempertahankannya melalui berbagai era dalam dunia basket. Penghargaan tersebut telah berevolusi bersamanya, dengan bentuk trofi yang berubah dari plakat ke bola kristal, dan sistem pengundian yang berganti dari pemungutan suara berdasarkan posisi ke pemungutan suara berdasarkan total.
Walaupun banyak perubahan terjadi, James tetap bersaing, terpilih sebagai salah satu dari 15 pemain terbaik dunia, tahun demi tahun, dekade demi dekade. Ini bukan sekadar pencapaian, tetapi cerminan dari kariernya.
Tantangan Musim Ini
Musim ini, tantangan yang dihadapi James adalah berbeda. Ia melewatkan 14 pertandingan pertama karena pemulihan dari masalah saraf yang mempengaruhi punggung bawahnya. Dengan debutnya melawan Utah, ia sudah mulai dari belakang. Ketentuan 65 pertandingan untuk kelayakan All-NBA kini menjadi batas yang nyata untuknya.
Pada saat ini, Lakers telah memainkan 17 pertandingan dan tersisa 65 pertandingan di jadwal. James hanya bisa melewatkan tiga pertandingan untuk tetap memenuhi syarat All-NBA.
Permasalahan Back-to-Back
Lakers masih memiliki 11 pertandingan back-to-back yang tersisa dalam jadwal mereka, yang berarti 11 kesempatan di mana James mungkin perlu istirahat. Ini menjadi dilema bagi tim, di mana biasanya disarankan untuk tidak bermain dalam kedua pertandingan tersebut.
Rich Paul, agen lama James, mengungkapkan ketegangan ini: “Di usia 41 tahun, saya harap dia tidak bermain dalam back-to-back. Namun, untuk masuk dalam tim All-NBA dan hal-hal seperti itu, ia tidak bisa melewatkan banyak pertandingan lagi.”
Dilema ini menempatkan tanggung jawab pada James untuk terus bermain sambil mengelola kebugaran tubuhnya.
Dampak pada Warisan Sejarah
Pelatih JJ Redick memahami arti penting seleksi All-NBA. Ia mencatat bahwa, secara historis, ini merupakan penunjukan yang lebih tinggi daripada menjadi All-Star. Lebih banyak penghargaan All-NBA biasanya meningkatkan peluang seorang pemain untuk masuk ke Hall of Fame.
Namun, Redick juga mengakui bahwa memenangkan kejuaraan kelima lebih penting di fase karier James saat ini. Itu yang benar-benar akan meningkatkan warisan James.
Menyeimbangkan Istirahat dan Warisan
James kini harus memilih antara memperpanjang rekor individu atau memasuki playoff dengan kondisi fisik yang lebih baik. Musim lalu, ia memiliki tujuan untuk bermain di semua 82 pertandingan, tetapi harus mengambil waktu istirahat untuk alasan pribadi.
Pertanyaannya, apakah ia akan melakukan itu lagi di musim ini? Will he choose to prioritize the streak or his health?
Momen Penting ke Depan
Dengan laga terakhir musim reguler Lakers jatuh pada 12 April, James harus navigasi melalui 65 pertandingan yang tersisa, 11 back-to-back, dan tuntutan pemulihan pada tubuh 41 tahunnya.
Akan kah ia mampu mempertahankan streak All-NBA itu? Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi fokus utama kampanye 2024-25 James, karena ini bukan hanya mengenai meraih seleksi All-NBA, tetapi juga tentang apakah seorang atlet hebat dapat mempertahankan kehebatannya seiring waktu.
(BA/GN)
sumber : rollingout.com
Leave a comment