Pacers Memanfaatkan Kontrak Hardship di Tengah Krisis Cedera
SAN FRANCISCO, CALIFORNIA – 9 NOVEMBER: Cody Martin #11 dari Indiana Pacers mengontrol bola saat melawan Golden State Warriors pada kuarter kedua di Chase Center pada 9 November 2025. (Foto oleh Eakin Howard/Getty Images)
Getty Images
DETROIT – Banyak pemain NBA yang menandatangani kontrak dengan tim baru dalam karier mereka. Namun, hanya sedikit yang melakukannya di tengah musim, yang berarti mereka harus segera beradaptasi dengan tim baru. Tiga pemain baru, Cody Martin, Jeremiah Robinson-Earl, dan Garrison Mathews, bergabung dengan Indiana Pacers melalui kontrak hardship tahun ini. Mereka harus belajar dengan cepat dan siap memberikan kontribusi untuk tim yang dilanda banyak cedera.
Menandatangani Kontrak Hardship
Robinson-Earl menandatangani kontrak hardship pertamanya dengan Pacers pada 1 November dan langsung diturunkan bermain melawan Golden State Warriors. Martin menyusul pada 5 November dan juga bermain pada hari yang sama melawan Brooklyn Nets. Sedangkan, Mathews bergabung pada 20 November dan sudah terlibat dalam rotasi pada hari berikutnya saat melawan Cleveland Cavaliers.
Ketiga pemain ini adalah bakat NBA yang mampu berkontribusi setelah bergabung. Namun, tugas bagi mereka untuk memberikan performa baik segera setelah ditandatangani cukup berat. Pacers yang mengalami banyak cedera membutuhkan mereka untuk segera beradaptasi dan membangun rotasi reguler.
Tantangan Bagi Pemain Hardship
Pacers menghadapi banyak cedera, termasuk dari pilar-pilar tim seperti Johnny Furphy, Quenton Jackson, Obi Toppin, dan Tyrese Haliburton. Cedera yang terus menerus menjadikan kehadiran pemain baru sangat penting. Robinson-Earl menjelaskan bahwa aklimatisasi yang cepat adalah hal utama. “Biasanya, pemain memiliki waktu yang lebih banyak untuk beradaptasi, tetapi situasi ini memaksa kami untuk cepat belajar,” ujarnya.
Kehadiran Robinson-Earl sangat dibutuhkan saat banyak pemain kunci absen. Setelah sebulan, ia tetap bersama Pacers dengan kontrak yang lebih stabil. Sementara itu, Martin dan Mathews diambil untuk memenuhi kebutuhan spesifik tim, seperti gaya bermain yang agresif dan kemampuan menembak tiga angka.
Peran Signifikan dalam Tim
Bagi Martin, pentingnya tampil agresif dan menambah kekuatan tim menjadi prioritas. “Tim ini bermain keras dan fisik. Saya merasa cocok dengan gaya permainan ini,” ungkapnya. Sedangkan bagi Mathews, kemampuan menembak dari jarak jauh menjadi nilai tambah, mengingat Pacers saat itu berada di urutan belakang dalam persentase tembakan tiga angka.
Meski tantangannya berat, ketiga pemain ini siap menghadapi situasi tersebut. Robinson-Earl, yang sebelumnya bermain untuk New Orleans, merasakan dinamika sulitnya beradaptasi dengan cepat. “Kami tidak pernah mengira akan kehilangan beberapa pemain kunci. Namun, dengan tim yang solid, kita bisa tetap bersatu dan bertahan,” tambahnya.
Konteks dan Dampak terhadap Tim
Kontrak hardship ini memberikan solusi di tengah kesulitan yang dialami Pacers. Dengan bertambahnya pemain-pemain ini, Pacers berharap bisa kembali ke jalur kemenangan. Meskipun mereka hanya memiliki waktu terbatas, keberhasilan adaptasi pemain baru dapat mempercepat proses pemulihan tim pasca cedera.
(BA/GN)
sumber : www.forbes.com
Leave a comment