Austin Reaves: Peluang dan Tantangan di Los Angeles Lakers
Austin Reaves kini berada di posisi yang tidak biasa sebagai pemain kunci dalam serangan Los Angeles Lakers, terutama saat Luka Doncic dan LeBron James absen karena cedera. Meskipun Doncic telah kembali, performa Reaves selama periode tersebut menunjukkan bahwa dia mungkin memiliki kemampuan untuk menjadi pilihan utama di tim yang sedang berkembang. Namun, situasi ini tidak semudah yang dibayangkan.
Penampilan Cemerlang
Reaves mencetak 50 dan 40 poin secara beruntun untuk Lakers, diikuti dengan tembakan penentu kemenangan melawan Timberwolves pada laga terakhir sebelum kembalinya Doncic. Sejak saat itu, diskusi tentang kemampuan dan masa depan Reaves semakin marak.
Ketidakpastian di Masa Depan
Banyak yang bertanya-tanya apakah Reaves bisa tampil konsisten tanpa dukungan superstar lainnya. Bahkan jika dia bisa melakukannya, apakah Lakers akan memberikan kontrak maksimal yang sangat ingin ia dapatkan, dan apakah dia akan memilih untuk tetap berseragam ungu dan emas?
Perbandingan dengan Jalen Brunson
Pakar NBA, Marc Stein, menyamakan Reaves dengan Jalen Brunson tiga tahun lalu. Saat itu, Brunson berhasil membuktikan dirinya sebagai pemain berharga di samping Doncic di Dallas sebelum akhirnya pindah ke New York Knicks. “Reaves terlihat hebat baik dengan Luka maupun tanpa Luka, mereka sudah menunjukkan kedekatan yang baik,” kata Stein dalam podcast All NBA.
Posisi Reaves di Lakers
Namun, ada perbedaan mendasar antara situasi Brunson dan Reaves. Brunson tidak pernah menjadi favorit di Dallas. Di New York, dia dihargai. Sementara itu, Reaves sudah mendapatkan posisi yang penting di Los Angeles dan tampaknya akan menjadi bagian kunci dari lineup, terlepas dari cedera yang melanda.
Keinginan Bersama untuk Bertahan
“Lakers jelas ingin melihat performa ini berlanjut, dan saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa Austin Reaves ingin pergi ke tempat lain,” tambah Stein. “Menjadi pemain yang tidak terpilih dalam draft dan kemudian bergabung dengan Lakers adalah pencapaian luar biasa bagi Austin Reaves.”
Masa Kontrak dan Potensi Masa Depan
Reaves, yang terakhir kali menandatangani kontrak dengan Lakers pada tahun 2023, akan memiliki kontraknya berakhir pada akhir musim 2025-26. Meskipun free agency masih cukup jauh, banyak tim yang tertarik untuk merekrutnya. Menurut Stein, banyak tim juga akan memiliki ruang gaji saat memasuki 30 Juli mendatang. Namun, tanda-tanda awal menunjukkan bahwa Reaves ingin terus menjadi bagian dari Lakers.
Ambisi Kontrak Maksimal
“Lakers ingin mempertahankan Austin Reaves, dan Austin Reaves ingin tetap menjadi Laker, itulah situasi saat ini,” tutup Stein. Sebelum musim ini dimulai, Reaves sempat ditawari perpanjangan kontrak selama 4 tahun senilai $89 juta, namun ia menolak tawaran tersebut. Ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, terutama karena Reaves berambisi mendapatkan bayaran yang lebih baik. Pada tahun 2026, ia berpeluang mendapatkan kontrak maksimum senilai $220 juta untuk 5 tahun.
Kesimpulan
Angka-angka tersebut menunjukkan ambisi Reaves. Jika ia terus menunjukkan performa yang gemilang, tidak ada alasan mengapa Lakers tidak akan mempertahankannya. Meski demikian, tim ikonik ini harus bekerja agar tetap memiliki ruang gaji untuk mewujudkan rencana tersebut.
(BA/GN)
sumber : thesportsrush.com
Leave a comment