Los Angeles Lakers Terhenti di Perempat Final NBA Cup

Getty
Los Angeles Lakers memasuki perempat final NBA Cup melawan San Antonio Spurs dengan kepercayaan diri tinggi. Rekor yang solid, kekuatan bintang, dan momentum awal musim menunjukkan bahwa tim ini sedang dalam tren positif. Namun, mereka harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 132-119 dari Spurs, meskipun tanpa kehadiran Victor Wembanyama. Kekalahan ini menjadi pengingat tentang ketidakstabilan yang masih mengganggu Lakers.
Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Lakers di turnamen dan kembali menyoroti masalah pertahanan yang telah muncul sepanjang musim, seperti yang dilaporkan oleh Pro Football Network. Usai laga, pelatih J.J. Redick menyadari bahwa Lakers sering kali terpapar di area-area rentan. Austin Reaves juga mengungkapkan pandangannya mengenai masalah yang harus segera diatasi oleh timnya.
Reaves Menyoroti Masalah Pertahanan
Reaves menekankan bahwa masalah ini harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama, bukan penyebab individu. Ia mengamini bahwa semangat tim masih terjaga, namun eksekusi di lapangan belum sesuai harapan di sektor pertahanan.
“Semangat kami masih tinggi, kami tahu kami bisa melakukannya,” ujar Reaves. “Namun, kami harus menjadi tim yang bermain bertahan dengan lima orang.”
Lakers selama ini mengandalkan serangan untuk meraih kemenangan. Dengan momen yang didukung oleh Reaves, LeBron James, dan Luka Doncic, mereka sering tampil baik di akhir pertandingan dengan rekor saat ini berada di posisi teratas konferensi dengan 17-7. Serangan mereka berada di antara unit terbaik di liga, dan ada optimisme bahwa chemistry tim akan terus membaik seiring dengan LeBron beradaptasi lebih jauh ke dalam lineup.
Namun, pertahanan terus menjadi masalah. Dengan peringkat defensif yang berada di 10 besar terendah, Lakers mengalami kesulitan dalam menahan ancaman dari pemain lawan dan menjaga konsistensi sepanjang pertandingan. Pertandingan melawan Spurs menjadi contoh jelas bagaimana kelemahan tersebut dapat merusak semua usaha yang telah dilakukan.
Pandangan Luar Menambah Dimensi
Diskusi mengenai pertahanan Lakers semakin meningkat setelah komentar dari Rich Paul, CEO Klutch Sports Group sekaligus agen LeBron James. Dalam wawancara terbaru dengan Max Kellerman, Paul menjelaskan bagaimana ia mengevaluasi pemain guard di liga dengan sistem berbasis tier, bukan sekadar label seperti “terbaik”.
Paul mengkategorikan Reaves sederajat dengan pemain seperti Norman Powell dan Desmond Bane sebagai guard Tier 2, bukan bintang top.
“Dua guard terbaik ada di tim Olimpiade,” ungkap Paul. “Norman Powell tidak ada di tim Olimpiade, tetapi apakah itu berarti dia bukan guard yang bagus? Tidak. Itulah sebabnya saya suka menggunakan sistem tier.
Perbandingan ini mengejutkan beberapa penggemar Lakers, terutama karena Reaves memiliki peran yang lebih besar saat cedera, dengan performa mencolok dalam mencetak poin. Banyak diskusi seputar plafon Reaves musim ini berkisar pada apakah ia bisa mencapai level All-Star.
Komentar Paul, meskipun mungkin membuat sebagian penggemar merasa frustrasi, mencerminkan perbedaan, bukan penolakan. Ia mengakui kualitas Reaves tetapi menarik garis antara pemain yang berkontribusi tinggi dan shooting guard elite yang mendominasi tier atas liga saat ini.
Bagi Lakers, inti dari semua ini jelas. Kekuatan serangan bukanlah masalah. Komitmen dan kohesi dalam pertahanan harus ditingkatkan jika tim ini ingin meraih sukses lebih jauh dari musim reguler. Reaves dengan jelas menyatakan setelah kalah dari Spurs bahwa tim memahami apa yang kurang. Tantangan selanjutnya adalah memperbaikinya sebelum kesalahan yang sama menjadi pola.
(BA/GN)
sumber : heavy.com
Leave a comment